Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
Episode 57: Nasi Uduk



"Bagaimana rasanya pak Jung woo?." Tanyanya ikut tersenyum.


"Rasanya enak banget. Apalagi yang menyuapinya, adalah orang yang aku cintai. Rasanya jadi bertambah.


"Sudahlah, cepat habiskan buburnya. Nanti keburu dingin." Ucapnya Dae hwa salting.


"Iya sayang, marah mulu daritadi." Ucap Jung woo langsung mengunyah buburnya.


Setelah bubur habis, Dae hwa pun langsung merapikan semuanya, dan mengusap bubur yang menempel di bibir Jung woo.


"Soswet banget sih. Pakai usap bubur yang nempel di bibir aku. Makin sayang deh." Ucap Jung woo menggodanya.


"Hahahahah, dasar bodoh." Menjentikkan dahi Jung woo.


"Sakit tahu, kan aku masih sakit. Jangan pukul pukul gitu dong." Ucap Jung woo langsung mengubah wajahnya menjadi menyedihkan.


"Hhahahah, iya deh. Aku minta maaf." Ucap Dae hwa mengelus rambut Dae hwa.


Tiba tiba ada yang masuk, dan dia adalah Chin so, Chan woo dan ayah Jung woo." Pagi." Sapa mereka semua langsung masuk kedalam.


"Eh, ayah. Pagi juga ayah." Langsung berdiri dan menundukkan badannya.


"Bagaimana dengan keadaan kamu sekarang nak." Tanya ayahnya langsung duduk di samping Jung woo.


"Aku baik baik saja ayah. Sudah mendingan, karena ada Dae hwa disini." Jawabnya tersenyum.


"Syukurlah kau baik baik saja. Terima kasih nak Dae hwa, karena kamu sudah menemani Jung woo, di masa kritis nya." Ucap pak Baek woo memeluk Dae hwa.


"Sama sama ayah. Aku sayang ayah." Jawabnya bahagia.


"Semoga kalian cepat berjodoh deh. Soalnya kalian sangat cocok." Ucap Chin so sambil melipat tangannya.


"Benar yang di katakan Chin so itu. Semoga kamu cepat menikah dengan pujaan hati mu. Kiwkiw." Ucap Chan woo juga setuju dengan pendapat Chin so.


"Apaan sih kalian. Cepat keluar, dan jangan menganggu kami. Kalian membuatku jadi pusing." Ucap Jung woo menahan salting.


"Hahahahh, baiklah. Kami akan keluar. Yuk Chin so." Ucap Chan woo mengajak Chin so keluar.


Chin so dan Chan woo pun langsung keluar dari ruang istirahat Jung woo." Ayah, apa ayah sudah makan. Mau makan bareng Dae hwa?." Tanya Dae hwa kepada pak Baek woo.


"Ayah memang belum makan. Tapi kalau kita pergi bersama. Siapa yang akan menjaga Jung woo nanti?." Tanya pak Baek woo.


"Aku yang akan membeli makanan untuk kita sarapan. Ayah yang menunggu Jung woo disini. Soalnya dia seperti anak anak ayah." Ucapnya berbisik.


"Hahahahah." Tertawa tipis pak Baek woo.


"Apa yang kalian bicarakan. Apa kalian membicarakanku?." Tanya Jung woo sedikit curiga dengan mereka berdua.


"Kamu nanya." Ucap pak Baek woo dan Dae hwa bersamaan.


"Hahahahah." Bertosan dengan Dae hwa.


"Ayah tunggu disini dulu ya ayah. Aku beli sarapan di luar dulu." Ucapnya langsung keluar dan melambaikan tangannya.


Saat di luar. Ternyata masih ada Chan woo dan Chin yang duduk." Hei, kenapa kalian duduk saja. Mau aku traktir ga." Ucap Dae hwa menatap mereka yang sedang melamun.


"Wah, aku suka dengan yang gratisan. Mau deh." Ucap Chan woo langsung berdiri dan bahagia.


"Ya nih, kebetulan aku lapar juga. Mau deh." Ucap Chin so.


Mereka pun langsung sarapan nasi uduk di restoran." Bagaimana dengan percintaan kalian Dae hwa. Apa kalian sudah baikan?." Tanya Chan woo sambil mengunyah makanannya.


"Ya begitulah." Jawabnya sambil tersenyum malu.


"Wah, dari wajah Dae hwa, kelihatannya benar benar sudah baikan, dan lebih dari itu mungkin. Apa kalian berciuman?." Tanya Chin so.


"Astaga, apa sih yang kalian tanyakan itu. Jangan katakan hal yang membuatku malu." Jawabnya tiba tiba pipinya memerah, sambil meminum jus dengan cepat.


"Hahahaah, sepertinya begitu deh. Lihat wajah Dae hwa yang memerah itu. Kiwkiw." Ucap Chan woo ikut bahagia, karena Jung woo dan Dae hwa sudah baikan.


Selesai mereka makan. Merekapun langsung kembali ke rumah sakit. Dan Dae hwa sudah membawa sarapan untuk pak Baek woo.


"Oh ya Dae hwa, kami pulang dulu ya Dae hwa. Ada urusan yang harus kami selesaikan." Ucap Chan woo.


"Kalian berhati hatilah ya." Ucap Dae hwa melambaikan tangannya.


Dae hwa pun langsung masuk kedalam ruang istirahat." Sarapan datang ayah." Ucapnya langsung duduk di samping pak Baek woo.


"Wah, sepertinya enak tuh. Ayah sudah tidak sabar untuk memakannya." Jawab ayahnya.


"Tunggu sebentar ya ayah." Langsung membuka kotak nasi tersebut.


"Nah, biar Dae hwa suapi ayah ya." Langsung menyuapi pak Baek woo


"Bagaimana rasanya ayah. Enak atau tidak?." Tanyanya sambil tersenyum.


"Sangat enak nak Dae hwa." Jawab pak Baek woo sambil mengunyah makanannya.


Jung woo yang melihatnya pun cemburu." Kenapa aku cemburu dengan ayahku sendiri ya. Aneh, aku benar benar mencintai Dae hwa."Ucapnya.


Setelah menghabisi makanannya." Bagaimana ayah, sudah kenyang?." Tanyanya langsung membuang kotak nasi tersebut ke tong sampah.


"Sudah nak Dae hwa. Ayah sangat kenyang, dan ayah sangat bahagia karena di suapi oleh menantu yang sangat ayah sukai." Ucap pak Baek woo.


"Apa ayah mau pulang aja?." Tanya Dae hwa kepada pak Baek woo.


"Ayah mau disini dulu deh. Soalnya ayah bosan di rumah terus sayang. Apa ayah bisa disini?." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Ya ayah. Silahkan, kan disini ada anak ayah. Jadi, mana bisa aku berkata tidak. Kalau ayah ngantuk, ayah bisa tidur di sofa dulu." Ucap Dae hwa tersenyum kepada pak Baek woo.


"Masih pagi nak Dae hwa, kan ga mungkin ayah tidur. Bisa bisa ayah darah tinggi lagi. Hehehehe." Jawab pak Baek woo tertawa tipis.


"Iya juga kan ayah. Oh ya pak Jung woo, bagaimana dengan keadaan Perusahaan. Apa saya boleh melihat Perusahaan pak. Sekalian mau memperbaiki Perusahaan, karena pak Jung woo sudah tidak kesana." Ucap Dae hwa.


"Silahkan, kamu boleh kok jaga perusahaan dulu. Pergilah." Ucap Jung woo tersenyum kepadanya.


"Kalau begitu, aku pergi dulu yah ayah, dan pak Jung woo. Sehat sehat pak Jung woo." Ucapnya langsung melambaikan tangannya dan langsung pergi ke perusahaan.


Sesampai Perusahaan pak Jung woo. Dae hwa langsung masuk kedalam. Dan tiba tiba ada yang langsung memeluknya, dan ia adalah Nam ji." Dae hwa, kenapa kamu baru masuk kerja sih. Aku sangat merindukan kamu tahu." Ucap Nam ji memeluknya.


"Nam ji, aku juga sangat merindukan kamu." Jawab Dae hwa tersenyum.


"Kenapa kamu baru masuk kerja sih Dae hwa.Kemana saja kamu. Katanya pak Jung woo kecelakaan ya. Apa pak Jung woo baik baik saja?." Tanyanya.


"Keadaan pak Jung woo,