Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
episode 19:Ungkapan Teman



Dae hwa pun semakin mendekati Jung woo yang tertidur dengan keadaan membuka kacamatanya.Sambil memegangi kacamatanya tersebut.


Saat sedang memandanginya.Dae hwa tidak sadar kalau Jung woo terbangun.Sontak Jung woo langsung menariknya ke pangkuannya dan otomatis Dae hwa terduduk di paha Jung woo.


"Apa yang kau lakukan disini?."Tanya Jung woo dengan nada pelan dan mengatakannya di telinga Dae hwa.


Sontak telinga Dae hwa memerah dan tangannya memegang dada Jung woo karena akibat di tarik oleh Jung woo.Dae hwa yang terdiam reflek baru sadar lalu langsung menghindar dan menjauh dari badan Jung woo dan merapikan pakaiannya.


Seketika itu juga pipi Dae hwa sangat memerah dan begitu pula dengan Jung woo yang pipinya ikut memerah juga.Mereka saling salting bersama tapi memendamnya.


Dan ketika itu juga.Dae hwa terus menunduk dan meminta maaf berkali kali dan langsung memakai kacamatanya kembali."Maafkan saya pak..., maafkan saya pak."Ucap Dae hwa merasa bersalah hingga mengatakannya sampai 10 kali dan terus menunduk.


Jung woo yang membelakanginya untuk merapikan jasnya dan berbalik badan lagi dan menatap wajah Dae hwa sambil melipatkan tangannya.


"Maafkan saya pak.Bapak bisa memberi saya hukuman apapun.Karena saya sudah membuat pak Jung woo tidak nyaman."Ucap Dae hwa terus meminta maaf kepadanya dalam keadaan pipi yang memerah.


"Hem...huk...huk..."Pulanglah.Aku sudah memaafkan mu.Apa kau mau pulang bersama aku."Jawab Jung woo sekaligus bertanya.


"Eh..., tidak usah pak.Saya ada janji dengan sahabat saya.Kalau begitu saya duluan pak.Bapak hati hati juga.Dah...."Tersenyum Dae hwa lalu langsung kabur meninggalkan ruang Jung woo secepatnya.


Setelah Dae hwa pergi."Anak itu begitu menggemaskan.Astaga...., dan saat dia melepaskan kacamatanya.Dia begitu cantik ketika tidak memakai kacamatanya.Aku semakin menyukainya kan.Dasar tempe bacem."Ucap batin Jung woo menutupi wajahnya yang memerah.


Dae hwa pun langsung pergi ke restoran karena mungkin sahabatnya sudah menunggunya lama.Sesampai restoran yang di serlok oleh Eun ji.


Masuk ke dalam restoran dan mencari cari keberadaan Eun ji dan Hana."dimana ya mereka."Mencari.


"Dae hwa....kami disini."Panggil Eun ji dari kejauhan di pojokan.


Dae hwa pun menghampiri mereka berdua dan langsung duduk dalam keadaan ngos ngosan dan merapikan kacamatanya yang turun.


"Kau kenapa.Kelihatannya begitu ngos ngosan.Apa kau di kejar Popo Barbie?."Tanya Eun ji bingung.


"Ada hal yang besar yang mau ku katakan pada kalian.Tapi sebelum itu aku mau minum dulu.Apa kalian sudah memesannya?."Tanya Dae hwa ngos ngosan.


Pelayan pun datang dan membawa pesanan mereka."Ini pesanan anda.Silahkan di nikmati."Ucap pelayan tersebut lalu pergi setelah meletakkan makanan dan minuman kalian.


Dae hwa langsung meminum jus.Karena ada jus dan bir yang di seduhkan untuk mereka.


"Argh....., gini kan enak."Ucap Dae hwa langsung menghabiskan jus ya secangkir.


"Dae hwa...., kau memang sangat cepat ya.Minum 1 cangkir langsung habis.Astaga...."Ucap Eun ji memegang dahinya.


"Dae hwa memang gitu.Jadi wajar saya deh."Ucap Hana.


"Kau kan sudah minum.Kalau begitu lanjut dong.Gimana bisa kau lari lari ngos ngosan begini?."Tanya Hana penasaran.


"Ya tu apa?."Ikut penasaran Eun ji.


"Makan dulu dong.Setelah itu baru aku mengatakannya.Karena perutku sudah lapar nih."Ucap Dae hwa memohon kepada mereka.


"Baiklah....., setelah ini ceritakan pada kami.Apa yang terjadi."Ucap Hana mencubit pipi Dae hwa.


"Baiklah."Jawab Dae hwa tersenyum.


"Hem...., enaknya.Kenikmatan syurga."Ucap Dae hwa menikmati ramennya.


"Kau Dae hwa.Sudah makan banyak tapi ga gendut gendut.Apa kau cacingan."Bingung Eun ji sambil meminum birnya.


"Aku lebih suka begini saja dong dan jangan asalan bicara kalau aku ini cacingan.Tuhan memang memberiku tubuh yang ideal.Aku sudah bersyukur.Kemarin aku chek berat badan.Ternyata naik beberapa kilo.Sudah tambah gemuk tau aku ini."Jawab Dae hwa memakan ramennya kembali.


"Iya,iya...., kau memang cantik kok.Bagaimana kalau besok kita ke mall untuk berdandan.Bagaimana kalau kau mengubah penampilanmu.Sebenarnya dirimu cantik sayang.Cuma kamu aja yang malas berdandan.Lihat dirimu kurus cantik dan kau kan juga tidak rabun kan.Jadi bagaimana kalau kau mengubah sedikit penampilanmu.Pasti semua pria akan tertarik padamu."Ucap Eun ji berencana mengubah penampilan Dae hwa.


"Benar banget tu yang di katakan Eun ji.Bagaimana kalau kau mengubah sedikit penampilan mu.Mana tau kau menyukai seorang pria.Tentu pria itu akan menyukai mu."Ucap Hana kali ini membantu rencana Eun ji.


"Benar juga yang di katakan Eun ji.Kan aku menyukai pak Jung woo.Tentu aku akan merubah penampilanku.Mana mungkin aku akan seperti ini terus, aku harus berubah.Agar pak Jung woo menyukaiku.Bagus."Ucap batin Dae hwa kali ini menyetujui rencana Eun ji.


"Baik....., kali ini aku menyetujui rencana kalian.Aku mau mengubah penampilan ku."Jawab Dae hwa serius.


"Wow..., tumben banget kau menyetujui rencana ku.Kesambet apa kau?."Tanya Eun ji.


"Sebenarnya...., sebenarnya aku menyukai seseorang."Jawab malu Dae hwa sambil mengelus lehernya.


"Apa....!!!"Kaget bersamaan Eun ji dan Hana.


"Uhuk....huk...."Tersedak Eun ji yang sedang minum bir ya.


"Apa kau tidak apa apa Eunn ji?."Tanya Dae hwa kepadanya dan menepuk nepuk pundak Eun ji yang tersedak.


"Aku tidak apa apa.Ceritakan bagaimana pria yang kau sukai.Katakan."Penasaran Hana.


"Kau tau kan si gila kebersihan itu."Ucap Dae hwa malu malu mengatakannya.


"Ya terus.Apa dia mempunyai adik dan kau menyukainya."Penasaran Hana dan Eun ji.


"Bukan itu.Aku menyukai si gila kebersihan itu."Jawab Dae hwa menutupi wajahnya.


"Aku menyukainya.Aku menyukainya."Ucap Dae hwa sambil menutupi wajahnya.


"Apa.....!!!!Kaget Eun ji dan Hana kembali.Eun ji yang sedang minum bir, reflek menyemprotkan minuman dari mulutnya ke wajah Dae hwa yang kaget.


"Ih...., jorok tau Eun ji."Ucap Dae hwa mengelap tangannya yang terkena semburan air dari mulut Eun ji.


"Aku kaget banget.Kau menyukai si pemilik perusahaan itu.Astaga Dae hwa...., entah apa yang kau pikirkan."Pusing Eun ji sambil memegangi dahinya.


"Wah.... Dae hwa ku sekarang menyukai seorang pria kaya.Itu sangat hebat.Aku akan mendukung mu untuk menyukai pria manapun."Ucap Hana mendukungnya.


"Terima kasih banyak hana.Karena kau sudah mendukungku.Wleeee....., Eun ji."Mengejek Eun ji yang tidak mendukungnya.


"Bukan seperti itu maksud ku.Oke aku mendukungmu.Tapi besok kau memang harus mengubah dirimu.Agar pria itu tidak meninggalkan mu karena penampilan mu ini."Ucapnya memberi yang terbaik.


"Baiklah.Terima kasih banyak Eun ji.Aku akan mendengarkan yang kau bilang.Aku sayang kalian."Menangis Dae hwa sambil memeluk mereka bertiga.


"Aku juga sayang kalian."Ucap Eun ji dan Hana memeluk Dae hwa juga.