
"Makan dulu deh.Setelah itu baru bekerja lagi."Ucapnya lalu berdiri dan bergegas ke kantin perusahaan.
Saat menuju ke kantin.Tiba tiba ponselnya berdering.
"Omma...omma ga."Nada dering baru di setel oleh Dae hwa.
"Eh..., siapa yang yang meneleponku di jam begini."Mengambil ponselnya yang berada di saku celana ya.
Melihat ponselnya."Oh...., Eun ji,ada apa ya."Mengangkat ponselnya.
"Halo Eun ji ada apa?."Tanya Dae hwa.
"Bagaimana dengan kabarmu di perusahaan baru.Apa baik baik saja, kami disini mengkhawatirkan mu tau."Jawab Eun ji sekaligus bertanya.
"Sangat baik.bahkan aku menemukan karyawan yang baik kepadaku dan kami pun berteman."Jawab Dae hwa dengan nada Bahagia di ponselnya.
"Jangan gara gara teman baru.Kau melupakan kami ya."Ucap Hana juga mengatakannya.
"Tentu saja aku tidak akan melupakan kalian.Kalian kan sahabatku dari kecil, tentu tidak akan ada tandingannya dong.Slebew..."Jawab Dae hwa bahagia dan tersenyum sendiri sambil berjalan menuju kantin.
"Omong omong kalian sedang apa.Sampai sempat menelpon di jam kerja begini?."Tanya Dae hwa.
"Kebetulan pak ceo dan pak manager sedang ada urusan jadi kami menghubungi mu deh.Sejak tadi pak manager pusing karena tidak ada yang dia suruh suruh.Dia kan selalu menyuruh mu.Makanya rasakan itu dasar kambing."Ucap kesal Eun ji.
"Hahaha....., kau emang lucu Eun ji.Lagian pak manager memang selalu sibuk.Maklum faktor tua.Hahaha...."Ucapnya tertawa.
"Dan kau Dae hwa.Kau sedang apa?."Tanya Hana.
"Aku lagi berjalan menuju kantin.Tadi saat aku masih mengerjakan berkas dan beberapa menit.Tiba tiba perutku keroncongan, jadi aku mau makan dulu dikantin."Jawab Dae hwa mengelus lehernya.
"Dae hwa kami memang selalu saja begitu.Kalau begitu kami tutup telponnya ya.Karena kau juga sedang berjalan.Takutnya jatuh lagi."Ucap Eun ji.
"Baiklah."Jawab Dae hwa.
"Sampai jumpa nanti.Dah...."Ucap bersamaan Eun ji dan Hana dengan nada bahagia.
"Dah...."Tersenyum Dae hwa juga ikut bahagia.
Menaruh ponselnya kembali ke saku celananya."Aku sudah lapar nih.Aku harus buru buru ke kantin agar cepat siap dan bisa kembali mengerjakan berkas yang belum ku siapkan."Ucapnya menuju ke kantin segera.
Sesampai kantin."Wah....ramainya..., aku harus cepat cepat nih.Agar dapat tempat duduk.
Saat mau memesan tiba tiba dia bertemu karyawan lainnya."Halo...., kau asisten barunya pak ceo ya?."Tanya karyawan tersebut.
"Iya...., salam kenal ya."Jawab Dae hwa sambil tersenyum.
"Saya Jiy wa.Nama mu siapa?."Tanya Jiy wa.
"Saya Dae hwa.Salam kenal."Jawab Dae hwa tersenyum.
"Anda mau makan disini juga ya?."Tanya Dae hwa.
"Benar banget.Apa mau makan bersama."Jawab Jiy wa sekaligus bertanya.
"Boleh...."Ucap Dae hwa tersenyum.
Dimeja.Setelah mereka memesan makan mereka berdua."Kau cukup culun juga ya."Ucap Jiy wa sambil mengunyah makanannya.
"Heheheh...., ini memang ciri khas saya.Lagi pula saya tidak mau menggoda siapa siapa."Jawab Dae hwa tersenyum.
"Tapi dengan kau begini.Kau cukup menarik juga,karena jarang jarang ada asisten pribadi yang seperti mu ini.Karena dari banyaknya asisten pribadi pak ceo.Semuanya rata rata seksi seksi dan itu membuat pak ceo tidak suka dan langsung memecatnya.Kau adalah orang ke 20 dari 19 orang yang dipecat oleh pak ceo."Ucap jujur Jiy wa.
"Wah...., banyak banget.Berarti saya orang ke 20 yang menjadi asisten pribadi pak ceo?."Tanya Dae hwa.
Merapikan kacamatanya."Apa kau tidak sedikit risih dengan kacamata mu itu?."Tanya Jiy wa menatapnya.
Menggelengkan kepalanya."Tidak...., saya nyaman memakainya."Jawab Dae hwa tersenyum.
"Apa kau rabun?."Tanya Jiy wa kembali.
"Tidak...., saya hanya menggunakan ini karena saya cukup nyaman saja memakainya.Jadi saya memakainya saja deh dan dari umur 10 tahun saya sudah memakai kacamata walau saya tidak rabun, saya suka memakainya karena cocok bagi saya."Jawab jelas Dae hwa agar tidak terus bertanya.
"Wow...., cukup menarik.Apa kau mau berteman dengan ku."Ucap Jiy wa menjabatkan tangannya.
"Boleh kok...., Salam teman."Tersenyum Dae hwa sambil meraih jabatan tangan Jiy wa.
Diruangan Dae hwa setelah makan kenyang beberapa menit yang lalu dan mendapatkan teman baru juga."Fyuhh...., kenyang juga nih perut.Saatnya mengerjakan berkasnya."Kembali mengerjakan berkasnya yang sedikit lagi siap.
Siang pun tiba dimana dae hwa akan ikut rapat bersama Jung woo.Dae hwa yang terkapar di kursinya karena kelelahan mengerjakan banyak berkasnya.Dae hwa kira itu mudah dan cepat ternyata membutuhkan waktu yang banyak mengerjakannya dan memindahkannya.
"Tahu...tahu..., capeh banget ya tuhan.Ku kira ini akan mudah ternyata begitu menyulitkan ku."Ucapnya lelah hingga terkapar lelah di kursinya.
Melihat ponselnya."Ini sudah siang pas banget.Aku harus mengantarkan berkas ini ke ruangan si gila kebersihan itu dan kebetulan sudah siap juga.Yeah..."Bahagia Dae hwa lalu merapikan berkasnya untuk diantarkan ke ruangan Jung woo.
Sesampai ruangan Jung woo.
"Permisi pak.Saya masuk."Ucap Dae hwa masuk ke dalam sambil membawa berkas berkasnya.
Didalam ruangan Jung woo."Ini pak.Berkas yang bapak minta.Saya sudah menyiapkannya."Ucap Dae hwa meletakkan berkas tersebut di atas meja Jung woo.
"Sudah tidak ada waktu lagi.Mari kita pergi sekarang, untuk rapat hari ini dan ikuti saya.Kau pergi dengan saya."Berdiri Jung woo lalu keluar dari ruangannya.
"Baik pak...."Mengambil lagi berkas yang ada di meja dan di bawah menuju lantai bawah.
Dibawah."Astaga...., banyak banget ini ya tuhan.Dia malah enak enak saya, cuma berjalan dan tidak membawa apapun dan malah menyuruh wanita yang membawa.Dasar gila kebersihan."Kesal Dae hwa sambil menghentakkan kakinya.
Berbalik badan dan menatap wajah Dae hwa."Kau kenapa?."Tanya dingin Jung woo menatapnya.
"Eh...., tidak apa apa kok pak.Lanjut saja, sebelum terlambat."Jawab kaget Dae hwa karena tiba tiba Jung woo menatapnya.
"Dasar aneh."Ucap batin Dae hwa kesal menatapnya dari belakang badannya.
Diperjalanan menuju perusahaan lainnya tempat Mereka akan rapat."Omong omong pak.Dimana kita akan rapat?."Tanya Dae hwa kepada Jung woo dan Jung woo berada disampingnya dan yang menyetir adalah supir pribadi Jung woo.
"Kita akan rapat dengan perusahaan lama mu dan berikan yang sebaik mungkin.Kan kau sudah menghafalnya dan menyelesaikan berkas tersebut.Jadi berikan yang terbaik."Jawab Jung woo kepadanya.
"Baik pak."Mengangguk.
Karena perjalanan perusahaan Jung woo menuju perusahaan lama Dae hwa jauh jadi dae hwa mengantuk karena abis makan banyak di kantin.
"Huamm..."Mengantuk Dae hwa sambil menguap.
"Jangan tidur di mobil saya."Ucap Jung woo kepadanya.
"Eh...baik pak."Kaget Dae hwa.
beberapa menit kemudian.Dae hwa malah tertidur dan tertidur di bahu Jung woo.
"Anak ini.sudah dibilang jangan tidur, malah tidur."Sedikit menatap wajah Dae hwa.
"Kalau di lihat lihat anak ini cukup cantik juga ketika tidur."Tiba tiba pipinya memerah.
Buang muka ke arah kaca mobil sampingnya."Astaga...., apa yang kau lakukan barusan Jung woo.Jangan aneh aneh deh."Ucapnya menutupi mulutnya salting.