Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
episode 10



"Kau kenapa?."Tanya Jung woo sambil menggendong kucingnya.


"Tidak apa apa kok pak."Tersenyum Dae hwa.


"Katakan...., saya tidak suka melihat orang yang sedih tapi menutupi kesedihannya."


Mengelus lehernya."Saya abis di pecat pak."Jawab Dae hwa.


"Kenapa kau di pecat?."Tanya Jung woo kembali.


"Ini semua gara gara dirimu tau...., gara gara dirimu yang mengatakan tidak sopan santun.Aku malah di pecat, semua ini gara gara kau!!!."Memarahi Jung woo.


"Itu memang kenyataan."Ucap Jung woo.


"Dasar gila kebersihan.....hem..."Kesal.


"Jadi sekarang kau pengangguran?."Tanya Jung woo.


"Benar..., tapi apa hubungannya dengan anda, anda juga tidak akan membantu saya."Jawab Dae hwa.


"Saya hanya mau memberikan pekerjaan.Kebetulan di perusahaan saya, saya membutuhkan asisten.Kalau anda tidak mau, tidak apa apa."Ucap Jung woo.


"Wah...., kebetulan nih ada pekerjaan, kan aku bekerja di perusahaan juga.Aku harus melamar kerja di tempatnya.Daripada aku pengangguran dan tidak melakukan apapun,aku harus bekerja."Ucap batin Dae hwa sudah bertekad.


"Eh....baik, baik.Saya mau bekerja di perusahaan anda, apa masih bisa."Jawab Dae hwa sekaligus bertanya.


"Sudah kuduga...., tidak mungkin ditolak.Besok datang jam 07.00 dan datang ke ruanganku langsung."Ucap Jung woo memberitahunya.


"Baik...."Menunduk Dae hwa berterima kasih.


"Jangan lupa panggil saya dengan sebutan pak Jung woo saja karena saya pemilik perusahaannya.Kalau begitu saya pergi dulu dan terima kasih telah menangkap kucing saya."Ucap Jung woo lalu pergi meninggalkan dae hwa setelah berterima kasih.


Setelah jung woo pergi."Belagu Luh....dasar Rizky Billar."Kesal Dae hwa.


"Sudahlah..., yang terpenting aku mendapatkan pekerjaan kembali dan bekerja di perusahaan besar di kota ini dan aku harus memberitahunya kepada sahabat ku soal hal ini."Bergegas pulang ke rumahnya.


Sesampai rumahnya dan didalam.Dae hwa sudah mandi dan berpakaian tidur seperti biasanya dan duduk di ruang tamu."Aku harus menghubungi Eun ji dan Hana sekarang."Mengambil ponselnya lalu menelpon sahabatnya.


"Halo Dae hwa ada apa?."Tanya Eun dan Hana bersamaan karena di telpon lewat grup khusus mereka bertiga.


"Apa kalian bisa datang ke rumahku sekarang.Ada yang mau ku katakan pada kalian, cepatlah."Jawab dae hwa.


"Apa ini serius, sampai kau berkata seperti itu."Ucap Eun ji sekaligus bertanya.


"Sudahlah...., datanglah sekarang, ini hal serius.


"Baiklah...kami akan kesana secepatnya."Ucap Hana.


"Terima kasih banyak buat kalian."Ucap Dae hwa bahagia karena ada teman curhatnya lagi.


Setelah menunggu Eun ji dan Hana datang.Merekapun datang dan memencet bel rumah Dae hwa.


"Ting....Tong...."Bunyi bel rumahnya.


"Eh...mereka sudah datang."Berdiri lalu membukakan pintunya sambil merapikan kacamatanya.


Membuka pintu."Krekk....


"Masuklah....., ada yang mau ku katakan pada kalian berdua."Ucap Dae hwa menyuruh mereka masuk.


Eun ji dan Hana pun langsung masuk dan duduk di sofa ruang tamu Dae hwa.


"Apa yang ingin kau katakan sampai menyuruh kami ke rumahmu?."Tanya Eun ji meminum jus yang di seduhkan Dae hwa.


"Aku....aku...aku dipecat."Jawab Dae hwa menatap mereka berdua.


"Ih.....hana..., jorok banget sih."Ucap Eun ji yang terkena semprotan jus dari mulut Hana.


Mengelus lehernya."Maaf wak..., abisnya terkejut sih.Heheheh."Ucap Hana meminta maaf.


"Omong omong, kenapa kau di pecat dari perusahaan?."Tanya Hana sambil mengelap mulutnya yang berantakan akibat terkena jus.


"Katanya aku ini tidak sopan kepada pemilik perusahaan home.Jadi aku harus sesopan apa coba,sesopan Popo Barbie.Memang gila tu pak ceo."Jawab kesal Dae hwa sambil merapikan kacamatanya.


"Apa!!!!....dia lagi, si ceo kampret itu, aku memang harus memberinya pelajaran deh."Kesal Eun ji ingin memukulnya.


"Terus,terus.Bagaimana kelanjutannya?."Tanya detail Hana kepadanya.


"Dia memecatku kan tadi sudah ku bilang,karena aku tidak sopan.Semua ini karena tadi aku berjumpa dengan pemilik perusahaan ya itu dan kalian tau siapa pemilik perusahaan Home yang kami rapat kan itu."Ucap Dae hwa berwajah serius.


"Siapa, siapa, siapa...."Penasaran Eun ji.


"Dia adalah....., si gila kebersihan itu."Jawab Dae hwa sambil membalikkan bola matanya berkata jujur.


"Apa....."Terkejut Hana lagi lalu menyemprotkan kembali jus yang ada dimulutnya.


"Hana!!!...., jorok tau.Arghhh"Ucap Eun ji yang lagi terkena semburan tersebut dan langsung membersihkannya yang berada di tangannya.


"Maaf wak...."


"Oh ya Dae hwa, jadi kau mau kemana setelah dipecatnya?."Tanya Eun ji serius.


"Aku tidak perlu memikirkannya karena aku sudah mendapatkan pekerjaan dengan cepat."Jawabnya sombong.


"Wow...., hebat banget anak kurcaci satu ini.Omong omong sudah dapat pekerjaan perusahaan dimana?."Tanya Hana juga.


"Aku bekerja di perusahaan Home...."Jawab Dae hwa kembali.


"Wak Lampung....., kau bekerja di perusahaan yang ada si gila kebersihan itu.Bagaimana bisa!!."Kaget kembali Eun ji dan Hana berkali kali kaget dengan jawaban Dae hwa.


"Saya tadi keterusan curhat dengan si gila kebersihan itu tentang aku dipecat.Eh..., ga taunya aku malah di tawari bekerja sebagai asistennya di perusahaan besarnya itu."Bangga Dae hwa dengan pekerjaan barunya.


"Jadi kita tidak bisa berjumpa lagi dong."Ucap Eun ji memasang wajah sedih.


"Benar banget tuh Dae hwa, kita jadi tidak bisa bersama deh."Ucap Hana juga memasang wajah sedih juga.


"Mau gimana lagi.Aku mau bekerja dan kemungkinan aku tidak akan berjumpa dengan pak ceo lagi dan akan melupakannya deh dan yang utama.Aku menjauh dari si pembullyan itu."Ucap dae hwa sambil meminum jus Nya kembali.


"Aku bakal rindu kau deh Dae hwa."Tiba tiba mata berkaca-kaca dan langsung memeluk Dae hwa.


"Sama....., aku juga dong."Ucap Hana tanpa basa basi langsung memeluk Dae hwa dengan erat.


"Kita akan slalu bertemu kok.Kalian jangan lupakan aku oke."Ucap Dae hwa.


"Karena kami sudah disini.Bagaimana kalau kita minum bir.Kan kau masih punya bir kan dae hwa."Ucap Hana sekaligus bertanya.


"Punya dong....., dan kebetulan aku punya beberapa makanan di kulkas.Karena aku suka kelaparan kalau malam."Jawab Dae hwa berdiri untuk mengambil bir dan makanan di kulkas.


"Kau selalu saja seperti itu.Tidak heran deh.Oh ya Dae hwa, bagaimana kalau kau menurunkan berat badanmu."Ucap Eun ji kepadanya.


Dari dapur."Aku tidak ingin menurunkan berat badan....., aku sudah menyukai tubuh ini dan untuk apa aku menguruskan diri kalau bukan untuk siapa siapa."Jawab keras Dae hwa lalu menghampiri mereka berdua sambil membawa bir dan cemilan.


"Jangan deh....., aku lebih suka dae hwa yang seperti ini.Aku tidak mau nanti dia di goda pria pria yang ga beres lagi."Ucap Hana tersenyum dan mendukung Dae hwa.


"Ya deh...., tadi hanya bercanda kok.Kalau begitu mari kita minum bir dan cemilan.Sebagai tanda Dae hwa keluar dari perusahaan dan diterima di perusahaan besar."Sorak Eun ji mengambil botol bir tersebut.


"Cirsss....."Bersamaan sambil bersulang botol bir mereka.