Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
episode 20:Calon Mertua



"Besok.Sepulang kerja, kita jumpa di restoran ini dan kita pergi bersama sama ke mall.Oke..."Ucap Eun ji bersemangat.


"Mari....."Bersemangat Hana dan Dae hwa.


Keesokan harinya.Dimana Dae hwa berangkat pagi lagi karena dia mengingat bahwa hari ini adalah kopi matcha terbaru di kantinnya akan di keluarkan.Jadi Dae hwa datang pagi pagi dan berjalan kaki sekalian menikmati udara pagi yang segar.


"La...Lala...la...uri...omma,omma gaaah....omma omma gaaah..."Nyanyi Dae hwa sambil menuju ke perusahaannya.


Saat di tengah jalan.Dia berjumpa seorang lelaki tua yang sepertinya sedang kebingungan.Dae hwa pun menghampirinya.


"Permisi pak.Bapak sedang mencari apa.Apa saya boleh bantu."Ucap Dae hwa tidak lupa dengan tersenyum.


"Saya sedang mencari restoran yang menjual ramen enak disini.Dimana ya?."Jawab bapak tersebut sekaligus bertanya.


"Ouh...., bapak mencari toko ramen ya.Saya tahu dimana yang jual ramen enak.Mari saya tunjukkan pak."Membantu bapak tersebut dengan menuntunnya.


"Terima kasih banyak.Dari tadi bapak meminta bantuan orang.Tidak ada yang membantu.Kau memang gadis yang baik."Tersenyum bapak tersebut.


"Terima kasih banyak pak."Tersenyum Dae hwa juga.


Sesampai restoran ramen tersebut."Ini pak tokonya.Apa bapak mau saya memesankannya?."Tanya Dae hwa kepadanya.


"Baiklah...Terima banyak."Ucap bapak tersebut.


"Tunggu sebentar ya pak.Saya belikan dulu di dalam.Mau pesan berapa pak."Ucap Dae hwa merapikan kacamatanya sekaligus bertanya.


"Pesan 2 boleh."Jawab bapak tersebut.


"Baik pak.Ditunggu ya.Saya masuk ke dalam untuk memesannya."Ucapnya Dae hwa masuk ke dalam.


Saat Dae hwa masih memesankan ramen tersebut."Anak itu sangat baik.Sangat cocok di jadikan menantu untuk anakku."Tersenyum bapak tersebut.


Tiba tiba Jung woo datang karena tau ayahnya pasti sedang mencari ramen karena ayahnya sangat menyukai ramen.


"Ayah...., kenapa ayah ada disini."Panggil langsung Jung woo dan menghampiri ayahnya yang berdiri di depan restoran tersebut.


"Ayah lagi ingin ramen dan pembantu di rumah itu tidak pandai memasak ramen.Ayah muak memakan makanan dirumah.Ayah ingin sekali kali makan di luar."Jawab bapak tersebut ternyata ayah Jung woo.


"Kan ayah bisa menghubungiku."Ucap Jung woo memegang dahinya.


"Ayah tidak sempat membawa ponsel dan ayah juga ingin berjalan jalan melihat keadaan di luar karena ayah sudah bosan di dalam rumah terus."Jawab ayahnya.


Tiba tiba Dae hwa keluar sambil membawa ramen instan tersebut."Pak..., ini ramen anda."Ucap dae hwa keluar dari restoran dan reflek melihat ada Jung woo disamping bapak tersebut.


"Eh...pak Jung woo.Kenapa bapak disini?."Tanya Dae hwa bingung.


"Kau Dae hwa.Kenapa kau juga ada disini dan mengenal ayahku."Jawab Jung woo sekaligus bertanya dengan wajah bingung juga.


"Ay...ayah...."Kaget Dae hwa sambil membuka matanya lebar lebar karena terkejut.


"Dia ayah pak ceo."Masih tidak menyangka kalau dia adalah ayah kandung Jung woo.


Ayah Jung woo pun tersenyum."Tadi bapak tidak sempat mengenalkan diri bapak.Nama bapak pak Baek Woo."Memperkenalkan dirinya sambil tersenyum.


"Dia gadis yang baik.Kau bisa mencari istri sepetinya."Ucap ayahnya.


"Ayah...., kan sudah ku bilang jangan membahas istri dulu.Aku belum mau."Ucap Jung woo kepada ayahnya.


"Wah...ini kesempatanku untuk mengambil hati ayahnya.Jika aku bisa mendekati ayahnya pasti aku akan di sukai ayahnya dan ayahnya akan menyuruh Jung woo untuk mendekatiku.Tapi aku tidak mau Jung woo menyukai ku karena terpaksa.Sudahlah...."Ucap batin Dae hwa murung.


"Kamu kenapa nak?."Tanya pak Baek woo kepada Dae hwa.


"Eh..., tidak apa apa pak...., saya baik baik saja.Ini ramen anda.Anda tidak perlu membayarnya,saya permisi duluan."Ucap Dae hwa memberikan ramen tersebut kepada pak Baek woo.


"Terima kasih banyak nak.Karena sudah membantu saya.Kau kerja dimana dan kenapa kau mengenal anakku?."Tanya pak Baek woo sambil mengambil ramen tersebut.


"Ayah...., jangan banyak bertanya.Dia asisten pribadiku."Jawab Jung woo membantu menjawab Dae hwa yang terdiam.


"Wah...itu bagus.Itu akan cocok untuk kalian berdua.Kalian memang berjodoh mungkin."Tertawa tipis bak Baek woo.


"Ayah....jangan seperti itu.Maaf asisten dae hwa.Aku akan mengantarkan ayah ku dulu.Soal pembayaran akan ku transfer."Ucap malu Jung woo pipinya memerah.


"Tidak apa apa.Bapak hati hatilah."Tersenyum dae hwa kepada ayah Jung woo.


"Dadah gadis cantik.Smoga kita berjumpa lagi.Bapak menyukai mu sebagai menantu saya."Ucap pak Baek woo dari kejauhan dengan wajah tersenyum bahagia.


Setelah Jung woo pergi bersama ayahnya."Apa sekarang aku harus mengejarnya.Baik..., aku tidak boleh menyerah.Aku harus berubah dan besok aku akan menunjukkan pada kalian semua.Bahwa aku bisa berubah."Ucap batin Dae hwa serius.


Sesampai di perusahaan.Dae hwa langsung menuju ke kantin karena sudah lewat waktunya.


"Aku harus cepat ke kantin.Bisa bisa kopi matcha ya habis lagi."Lari Dae hwa langsung menuju ke kantin dan tidak mampir dulu untuk menaruh tasnya di ruangannya.


Sesampai kantin."Bu kantin...., apa kopi matcha ya masih ada?."Tanya Dae hwa ngos ngosan.


"Yah....sudah habis Dae hwa sayang.Maafkan ibu ya.Terakhir tadi sudah di pesan oleh pak ceo dan ibu tidak bisa tidak memberikannya jadinya ibuk memberikannya deh."Jawab ibuk kantin tersebut.


"Argh....kan..., sudahlah.Terima kasih banyak buk kantin."Ucap Dae hwa langsung murung dan kembali ke ruangannya dalam keadaan murung dan tidak bersemangat.


Sesampai diruangan.Dae hwa langsung duduk dan menutupi wajahnya."Seharusnya aku datang lebih cepat dan bisa mendapatkan kopi matcha enak itu.Tapi...., sudahlah."Berbicara sambil menutupi wajahnya.


Saat membuka kembali tangannya.Dae hwa kaget dengan penampakan segelas cangkir dan sejumput kertas.


"Eh...., ini kopi siapa.Kenapa ada di atas meja ku dan ini apa.Kenapa ada kertasnya juga."Mengambil kertas tersebut dan membacanya.


Isi surat:


"Terima kasih banyak sudah membantu ayahku.Ini adalah kopi yang kau mau kan.Tadi aku sudah bertanya kepada buk kantin bahwa kau rela rela datang pagi untuk mendapatkan kopi matcha ini.Karena kau sudah membantu ayah saya.Jadinya mungkin anda akan terlambat.Jadi saya membeli kopi ini dan meletakkannya di atas meja mu.Selamat di nikmati dan terima kasih sekali lagi karena sudah membantu ayah saya.


Salam Jung woo.


"Hah....kesambet apa nih anak.Sampai sampai mau memberikan secangkir kopi repot repot."Ucap batin Dae hwa.


"Kan.Gara gara dia aku jadi tambah menyukainya.Dasar Jung woo bodoh.Dengan begini aku harus lebih bertekad untuk mendapatkan cintanya.Btw....terima kasih banyak pak Jung woo.Aku mencintaimu."Memeluk kertas tersebut dalam keadaan bahagia.


Meminum kopi matcha tersebut."Hem...enaknya...., kopi matcha yang sudah ku tunggu tunggu.Akhirnya datang juga dengan di berikan oleh pak Jung woo.Kopi ini lebih enak."Tersenyum sendiri dan menikmati kopi matcha tersebut.