
Setelah mereka selesai makan dan telah berbincang begitu banyak."Nak Dae hwa...., tidurlah dengan nyaman di rumah ini.Anggaplah seperti rumah mu sendiri.Kau mengerti."Ucap pak Baek woo.
"Baik ayah..., terima kasih banyak."Jawab Dae hwa bahagia.
"Kalau begitu, ayah tidurlah duluan.Aku akan mengantarkan asisten Dae hwa ke kamar nya."Ucap Jung woo kepadanya.
"Baiklah, baiklah.Ayah ke kamar dulu ya nak dae hwa."Tersenyum pak Baek woo dan mengelus tangan dae hwa.
"Selamat malam Dae hwa.
"Selamat malam juga ayah."Jawab Dae hwa sangat bahagia.
Setelah ayahnya ke kamar."Kalau begitu mari saya temani anda menuju kamar."Ucap Jung woo.
"Heheheh...., saya bisa sendiri kok pak jung woo.Tidak usah repot repot."Tidak enakan Dae hwa kembali.
"Padahal aku pengen sih, diantar pak Jung woo.Aturannya aku bilang mau saja.Cuakss."Ucap batin Dae hwa.
"Baiklah...., jika kau mau pergi ke kamar sendiri.Saya tidak memaksa mu.Kalau begitu saya mau ke ruang kerja saya dan hati hatilah."Jawab Jung woo langsung pergi ke ruang kerjanya.
Saat Jung woo sudah pergi ke ruang kerjanya."Dasar dae hwa bodoh..., aturan nya tadi dirimu menerima tawaran pak Jung woo.Mana pake malu segala lagi, kau kan tidak punya urat malu.Hahahaha...., bercanda kok.Sudahlah."Dalam hati Dae hwa tertawa tipis lalu langsung menuju ke kamar tersebut.
Sesampai kamar tersebut dan Dae hwa sudah di dalam berbaring di kasur tersebut.Dae hwa memandangi atap kamar tersebut."Wah..., kamar ibu nya pak Jung woo cukup luas dan indah.Aku sampai nyaman berada disini.Kalau ibu pak Jung woo masih hidup, mungkin ibunya lebih baik dari pada ayahnya.Aku jadi penasaran dengan wajah ibunya.Apa disini ada foto ibunya."Ucap Dae hwa langsung bangkit dari kasurnya dan mencari foto ibu Jung woo di laci meja dekat ranjang tersebut.
Disisi lain.Di ruang kerja Jung woo."Apa Dae hwa akan baik baik saja di kamarnya.Aku harus mengeceknya, apa dia nyaman di kamar ibuku.Tapi kalau di lihat lihat, Dae hwa begitu mirip dengan ibu ketika memakai pakaian ibu."Ucapnya tersenyum tipis lalu berdiri untuk menuju kamar ibunya.
"nah..., ketemu kan."Ketemu dae hwa dengan foto ibu nya Jung woo.
Kembali duduk di ranjang tersebut dan memandangi foto tersebut."Wah..., ibunya pak Jung woo sangat cantik.Aku sangat kagum melihatnya, parasnya seperti bidadari yang jatuh dari langit, bukan dari got ya bestie.Ada aja."Gumam Dae hwa berbicara sendiri.
Mengelus foto tersebut dan tiba tiba dae hwa menangis."Pak Jung woo masih memiliki ayah yang begitu menyayangi nya.Sedangkan aku tidak memiliki siapapun dan hidup di kehidupan yang begitu sulit ini.Aku jadi teringat ibu dan ayah.Aku jadi ingin bertemu mereka."Ucap Dae hwa menangis dan air matanya jatuh tepat di bingkai foto tersebut.
"Hikss...., Hikss..."Nangis dae hwa sambil mengelap air mata yang jatuh di bingkai foto ibu Jung woo.
Dae hwa tidak tahu, bahwa di luar pintu kamar tersebut.Ada Jung woo yang sudah berada disitu beberapa menit tadi.Dan dia menatap Dae hwa dari kejauhan di sela sela pintu kamar tersebut.
"Kehidupan anak itu begitu menyedihkan.Aku sampai kasihan kepadanya.Dia yang membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya, malah di tinggal kan.Sangat di sayangkan.Aku harus pergi dari sini, sebelum dia mengetahui keberadaan ku ini."Dalam hati Jung woo langsung meninggalkan kamar tersebut.
Disisi lain.Dae hwa langsung mengusap air matanya yang terus jatuh."Dasar air mata ga ada otak..., kenapa terus jatuh sih.Oh ya, air mata kan ga punya otak.Hahahah...."Ucap Dae hwa membuat dirinya tertawa untuk menenangkan suasana nya yang menyedihkan itu.
"Aku harus menyimpan kembali foto ini, agar pak Jung woo tidak mengetahui nya nanti.Bisa bisa dia marah lagi, karena aku menyentuh benda yang tidak boleh disentuh."Ucapnya langsung meletakkan foto tersebut di tempat semulanya.
"Saatnya aku tidur dan besok sudah harus bekerja lagi dan harus menyiapkan berkas berkas untuk rapat yang akan datang."Ucap Dae hwa langsung berbaring di kasur tersebut.
Saat Dae hwa mau menutup matanya.Tiba tiba ponselnya berdering."Omma omma gahh..."Bunyi ponselnya seperti biasa.
"Astaga..., ternyata dari grup pesan mereka.
"Halo..., ada apa kalian menghubungi ku,malam malam begini?."Tanya Dae hwa.
"Kau dimana?."Tanya Eun ji.
"Aku sedang di rumah pak Jung woo."Jawab Dae hwa dengan jujur.
"Apa!!!."Reflek Eun ji dan Hana terkejut.
"Kau dirumah pak jung woo, kok bisa."Tanya Hana terkejut.
"Ya bisa saja,kau tidak tahu aku seperti apa.Aku ini kan radha..., bisa semuanya.Hahahaha....."Jawab Dae hwa sambil tertawa.
"Hahahaha...., wkwk.Tolol memang kau dae hwa,masih di sempatkan bercanda lagi."Ucap Eun ji tertawa dan Hana yang paling tertawa.
"Ya jangan di bawa ribet.Enjoy kayak lucinta luna dong."Jawab Dae hwa menutup mulutnya menahan tawa.
"Hahahah...., dasar dugong berkepala kambing.Ngakak aku.Hahahah...."Ketawa ngakak Hana sampai perutnya kesakitan.
"Hahahah....Uhuk."Ikut tertawa Eun ji dengan slay.
"Ini bukan pembahasan kita sekarang.Kau jawab dulu pertanyaan kami, kenapa kau bisa di rumah pak Jung woo?."Tanya Eun ji kembali.
"Kan tadi sudah ku bilang, masa kau lupa.Aku ada urusan dengan pak Jung woo untuk menyelesaikan rapat.Jadi aku tidak di perbolehkan pulang oleh ayah pak Jung woo, karena sudah malam juga.Dan kau tidak tahu kan, kalau aku lagi pakai pakaian almarhum ibunya pak Jung woo.Karena tadi aku tidak tahu bahwa aku akan menginap disini."Jawab Dae hwa.
"What..., pakaian ibunya pak Jung woo.Kok bisa njayyy?."Masih tidak percaya Eun ji.
"Bisa saja, namanya juga kehidupan."Jawab dae hwa tersenyum.
"Sudahlah Eun ji..., jangan menanyakan hal hal yang sulit seperti itu.Kau harus bahagia, karena sahabat kita yang satu ini sudah menyukai seseorang lagi dan sudah melupakan bos jelek kita itu."Ucap Hana mendukung Dae hwa.
"Pas banget Hana..., jangan menanyakan hal seperti itu dong.Kalian harus bangga, karena aku sudah melupakan bos kalian itu dan sudah tidak galau lagi seperti Fajar sad boy."Ucap Dae hwa kembali bercanda.
"Hahahaha...., Fajar sad boy ga tu.Xixixixi..."Ngakak kembali Hana.
"Baiklah, baiklah...., aku mendukung mu kali ini.Kalau begitu bagaimana tentang rapat yang kalian bahas?."Tanya Eun ji kembali.
"Kamu nanyak...."Ucap Dae hwa.
"Udah deh..., jangan terkena virus Dilan.Aku jijik kali nengok kau bilang itu.Aku serius tau."Kesal Eun ji ngambek.
Disisi lain, Hana yang tidak bisa berkata kata lagi karena tertawa parah.