
"Ayah, jangan cepat cepat meminta cucu kepada Dae hwa. Karena dia belum siap ayah." Ucap Jung woo sedikit tegas kepada ayahnya.
"Yakan tidak apa-apa, lagian umur ayah tidak akan panjang lagi. Maka sebab itu, ayah menginginkan cucu secepatnya." Ucap pak Baek woo tanpa bersalah, sambil menaikkan alisnya.
"Baiklah ayah, secepatnya kami akan mempunyai anak, dan ayah jangan mengatakan itu lagi. Karena ayah akan panjang umur selalu." Ucap Dae hwa mengelus tangan pak Baek woo.
"Terima kasih banyak menantuku. Kalau begitu, mari kita lanjutkan makanan kita lagi." Bahagia kembali pak Baek woo kembali mengunyah makanannya.
Jung woo dan Dae hwa saling bertatapan, dan pipinya sama sama memerah.
Setelah makan malam, mereka langsung kembali ke kamar, dan begitu juga dengan pak Baek woo yang langsung masuk ke kamarnya juga.
Di kamar, Jung woo langsung duduk di tempat tidur. "Aku mau mandi dulu ya sayang, soalnya sudah keringatan." Ucap Dae hwa tersenyum dan langsung masuk ke kamar mandi.
Jung woo mengangguk. "Apa benar kami akan melakukan hal itu. Tapi aku belum siap juga." Ucap batin Jung woo malu, dan ditambah salting.
Sedangkan Dae hwa, di dalam kamar mandi, juga pipinya masih memerah. "Apa kami akan benar benar melakukan adegan itu. Aku masih takut, argh." Ucap batin Dae hwa sambil menutupi wajahnya, karena malu.
Tiba tiba saja ia tergelincir, dan bokongnya langsung terkena lantai cukup keras. "Arghh." Teriaknya yang membuat Jung woo langsung kaget.
"Eh, kamu kenapa sayang. Apa terjadi sesuatu di dalam?." Tanya Jung woo dari luar kamar mandi.
"Aku baik baik saja kok sayang." Jawabnya menahan sakit yang ada dikakinya.
"Aku harus mengambil handuk itu dulu, baru meminta bantuan Jung woo. Sakit banget kakiku, auh." Ucap batinnya langsung mengambil handuk pakaiannya, dan langsung mengenakannya.
"Baik sayang, aku masuk sekarang." Ucap Jung woo langsung membuka pintu kamar mandi, dan dinampakkan Dae hwa yang berdiri, sambil memasang wajah kesakitan.
Jung woo seketika tertegun, karena melihat Dae hwa yang rambutnya masih basah, dan hanya mengenakan handuk yang berbentuk pakaian.
"Auh." Ucap Dae hwa kesakitan.
"Kamu kenapa bisa gini sih sayang." Ucap Jung woo langsung menggendongnya.
"Eh, terima kasih banyak sayang. Ini tadi sepertinya aku menginjak potongan sabun deh, jadinya tergelincir deh." Jawab Dae hwa salting karena digendong oleh Jung woo.
Jung woo pun langsung meletakkan Dae hwa diatas tempat tidur. "Kamu duduk disini dulu ya sayang, aku akan mengambil obat luka di dekat lemari." Ucap Jung woo langsung mencarinya.
Setelah mendapatkannya. Jung woo langsung mengobati kaki Dae hwa yang terluka. "Makanya kamu hati hati dong sayang. Jadinya kamu terluka begini kan." Ucap Jung woo sambil mengobati luka Dae hwa.
"Aku terluka begini juga karena kamu Jung woo. Karena memikirkan soal omongan ayah tadi, yang membuatku terus memikirkannya." Ucap batin Dae hwa, seketika itu juga pipinya kembali memerah.
"Eh, auh." Ucap Dae hwa menahan sakit kakinya.
"Sabar ya sayang, maafkan aku karena tidak lembut mengobatinya." Ucap Jung woo jadi kasihan kepada Dae hwa.
Setelah mengobati luka Dae hwa langsung mengambil sesuatu, dan itu adalah