
"Karena, karena aku malu mengatakannya pada kalian. Aku malu, hiksss." Jawabnya sambil menutupi wajahnya dan menangis.
"Kau tidak boleh malu. Kita ini kan sahabat sayang, dan kami akan selalu ada disisi mu sayang." Ucap Eun ji memeluk Dae hwa, dan Hana juga memeluknya.
"Benar itu, kami sangat menyayangi mu sayang. Dan jangan sembunyikan apapun lagi kepada kami." Ucap Hana tersenyum kepadanya dan mereka berpelukan bahagia.
"Terima kasih banyak sahabat. Kalian memang yang paling terbaik deh." Bahagia Dae hwa menangis kembali.
"Hai." Panggil seseorang dari belakang mereka.
Mereka bertiga langsung berbalik badan, dan pria itu adalah Chan woo." Eh, Chan woo. Kenapa datang kembali?." Tanya Dae hwa sambil mengusap air matanya.
"Kan Jung woo sahabatku. Aku mau melihatnya dong." Jawab Chan woo langsung berdiri di dekat mereka.
"Halo Eun ji dan Hana." Sapanya sambil melambaikan tangannya.
"Halo gays. Baru datang kah?." Tanyanya.
"Iya nih, baru datang juga." Jawab Eun ji tersenyum kepadanya.
"Ouh, baguslah. Sekalian bisa menemani Dae hwa yang sedang bersedih." Jawabnya sambil meletakkan tangannya di sakunya.
Tiba tiba ponsel Eun ji berdering." Eh, tunggu sebentar ya. Ada yang menghubungiku." Langsung mengangkat ponselnya.
Setelah mengangkat ponselnya." Maaf banget ya sayang Dae hwa. Aku ada urusan mendadak dari perusahaan. Dan kebetulan bos juga menyuruhku dan Hana, untuk ke perusahaan. Apa boleh?." Tanyanya kepada Dae hwa.
"Gapapa sayang. Kalian pergilah, karena pekerjaan tidak boleh di lewatkan. Aku bisa disini, sendiri." Jawab Dae hwa mengelus tangan Eun ji.
"Baiklah, kalau begitu kami pergi dulu ya sayangku. Jaga diri mu baik baik disini. Dan kabari kami, jika terjadi sesuatu." Ucap Hana kembali memeluk Dae hwa dan begitu juga Eun ji.
"Iya sayang, aku akan menjaga diriku dengan baik. Cepatlah kalian pergi, sebelum terlambat." Ucap Dae hwa tersenyum.
"Baiklah, kalau begitu kami pergi dulu ya Dae hwa, dan Chan woo, kami pergi dulu." Ucap Eun ji melambaikan tangannya.
"Hati hati." Ucap Chan woo dan Dae hwa melambaikan tangannya, dan begitu juga dengan Hana.
Eun ji dan Hana pun langsung pergi dari tempat tersebut. Dan Dae hwa kembali menatap wajah Jung woo.
"Bagaimana dengan kakek. Apa kakek sudah istirahat?." Tanya Dae hwa.
"Aman, kakek baik baik saja." Jawabnya tersenyum.
"Omong omong, dimana Chin so?." Tanyanya kembali.
"Dia tadi ada urusan mendadak di luar negeri. Jadi dia kembali kesana. Tapi aku sudah memberitahukan soal kejadian Jung woo, dan dia akan kembali besok." Jawabnya menjelaskan.
"Syukurlah." Ucap Dae hwa mengelus tangan Jung woo.
"Hal apa, sepertinya sangat penting." Langsung menatap wajah Chan woo.
"Memang sangat penting. Bagaimana kalau kita membahasnya di luar saja, biar tidak menggangu Jung woo." Ucap Chan woo mengajak berbicara diluar.
"Baiklah." Mereka berdua langsung keluar ruang istirahat Jung woo.
Diluar ruangan. Mereka langsung duduk sampingan." Katakan, apa yang mau kau katakan?." Tanya Dae hwa penasaran.
"Ini soal perasaan Jung woo kepada mu. Sebenarnya, Jung woo sangat menyukai mu Dae hwa. Dia hanya tidak bisa mengungkapkan perasaannya." Jawab Chan woo sambil menundukkan kepalanya.
"Apa!, kenapa pak Jung woo menyukai saya. Bukannya waktu di pesta makan malam itu, ia menghina dan menjelekkan saya. Kenapa dia bisa menyukai saya?." Tanyanya sedikit kaget, dengan perkataan Chan woo.
"Waktu pesta makan malam itu, itu hanya omong kosong nya, karena dia malu mengatakannya kepada kami, kalau dia mencintai mu. Memang kami suka mengejeknya, kalau dia berpacaran, karena dia memang tidak suka pacaran, dan bahkan tidak suka dengan wanita.
"Baru kali ini, dia menyukai mu dan mencintai seseorang gadis biasa. Dan dia berkata, kalau ia mencintai mu, secara tiba tiba, dan kau selalu muncul di dalam mimpi dan bayangannya, saat kau tidak ada.
"Di pesta makan malam itu, itu semua omong kosong nya, karena ia tidak mau kami mengejeknya." Ucap Chan woo.
"Kapan kalian mengetahui kalau Jung woo menyukai saya?." Tanyanya kembali.
"Saat kami makan bersama di kantor. Ia berkata kalau sudah menyukai mu sejak pertama mengenal mu, dan soal yang dia katakan saat makan malam itu. Itu semua tidak benar. Dia hanya tidak mau, kami mengejeknya, karena bisa mencintai wanita dan menyukai asistennya sendiri.
"Tapi dia benar benar mencintai mu. Kalau kau tidak percaya, kau bisa menanyakannya kepada Chin so nanti, saat dia sampai." Ucap Chan woo dengan serius.
"Selama kau menghindarinya dan tidak mau berbicara dengannya. Dia selalu menanyakan diri mu, dari teman teman satu perusahaan mu, dan selalu menunggu mu pulang. Tapi kau sudah mencueki nya, dan menghindar darinya. Sudah 5 hari, sejak kau menghindar darinya.
"Dia selalu menanyakan kabar mu dari orang lain, dan tidak mau memanggil mu, karena dia tahu isi hati mu, yang marah dengannya. Dia sudah lama menunggu Dae hwa. Dia sangat mencintai mu. Kau harus mendengarkan penjelasanku ini. Kau harus mengikuti kata hati mu, kalau kau mencintainya." Ucap Chan woo berkata baik dengannya.
"Hiksss, hikss. Aku percaya dengan semua itu. Aku percaya. Aku juga mencintainya, aku mencintainya. Hikss." Jawab Dae hwa menutupi wajahnya dan menangis deras.
"Ini semua salahku. Andai aku tidak menyebrang, mungkin pak Jung woo tidak akan celaka. Ini semau salahku." Ucap Dae hwa menyalahkan dirinya.
"Jangan salahkan diri mu. Kau bisa masuk dan mengobrol berdua dengan Jung woo dulu. Aku akan menunggu Chin so disini. Masuklah." Jawab Chan woo mengelus pundaknya.
Langsung menaikkan kepalanya dan menatap wajah Chan woo." Terima kasih banyak Chan woo. Aku masuk dulu." Ucapnya langsung masuk kembali ke ruang istirahat Jung woo.
Didalam ruangan istirahat Jung woo. Dae hwa langsung duduk di sampingnya." Pak Jung woo, maafkan aku ya pak. Maafkan karena aku sudah banyak menyusahkan bapak. Maafkan aku. Hiksss." Sambil memeluk tangan Jung woo dan menangis kembali.
Air mata Dae hwa pun langsung berjatuhan di tangan Jung woo dan pipinya di penuhi dengan air mata." Kenapa pak Jung woo tidak langsung mengatakan cinta bapak. Dasar bodoh, katanya berani. Masa mengungkapkan perasaan saja tidak berani sih. Dasar bodoh. Hiksss." Ucapnya sambil mencubit pipi Jung woo.
"Maafkan saya ya pak. Karena sudah mencueki bapak, dan tidak mau mendengarkan semua perkataan pak Jung woo. Maafkan saya." Ucap Dae mencium tangan Jung woo dengan lembut.
Tiba tiba tangan Jung woo bergerak, akibat tetesan air mata murni dari Dae hwa. Sontak Dae hwa langsung,