Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
episode 27:Didukung Mertua



Selesai dae hwa mandi.Dae hwa pun langsung mencoba pakaian almarhum ibu Jung woo.


"Wah...., ini sangat cocok denganku dan ini sangat cantik.Aku sangat menyukainya."Ucap Dae hwa sambil memutar badannya untuk melihat keseluruhan dari pakaian tersebut.


Saat Dae hwa sedang berkaca.Tiba tiba Jung woo mengetuk pintu kamar tersebut.


"Apa kau sudah tidur asisten Dae hwa?."Tanya Jung woo di luar kamar tersebut.


"Eh..., iya pak.Saya datang."Jawab Dae hwa membukakan pintu tersebut.


"Ya pak...., ada apa pak?."Tanya Dae hwa.


Dan seketika itu juga Jung woo tercengang dengan penampilan Dae hwa.Karena pakaian ibunya di pakai oleh wanita yang di sukai nya.


"Astaga...., anak ini memakai pakaian almarhum ibuku.Sekilas aku melihat bayangan ibu ku di dalam dirinya."Ucap batin Jung woo melamun dan tidak memalingkan wajah nya dari Dae hwa.


"Pak...., bapak kenapa diam.Ada apa pak?."Tanya Dae hwa sambil menyadarkan Jung woo yang terbengong melihat dirinya.


"Eh..., tidak apa apa.Siapa yang menyuruh mu memakai pakaian ibuku?."Tanya Jung woo kepadanya.


"Ayah bapak yang menyuruh saya memakai pakaian ini.Apa ini tidak cocok dengan saya,jika tidak cocok, saya akan menggantinya dengan pakaian saya tadi pak."Ucap Dae hwa tidak enakan kembali.


"Kau sangat cantik mengenakan itu."Pelan Jung woo mengatakan nya sambil memalingkan wajahnya ke samping.


"Apa yang bapak katakan pak."Bingung Dae hwa kepadanya.


"Tidak apa apa...., kau hanya cocok mengenakan pakaian itu.Aku hanya mau mengajak mu untuk makan malam bersama ayahku."Jawab Jung woo salting hingga memalingkan wajahnya yang memerah itu.


"Baik pak..., kalau begitu mari kita ke dapur secepatnya.Agar pak Baek woo tidak menunggu lama."Ucap Dae hwa tersenyum.


"Baiklah..., aku mengerti."Jawab Jung woo duluan berjalan dan di belakang nya ada Dae hwa yang malu malu menggunakan pakaian tersebut.


Sesampai dapur.Pak Baek woo tercengang dengan Dae hwa, karena pakaian tersebut sangat cocok dengannya.Sontak pak Baek woo langsung berdiri dari kursinya.


"Wah...., kau sangat cocok dengan pakaian ini nak dae hwa.Kemarilah."Panggil pak Baek woo tersenyum bahagia karena melihat pakaian tersebut sangat cocok di kenakan oleh Dae hwa.


"Terima kasih banyak pak Baek woo.Ini semua karena pilihan anda."Jawab Dae hwa ikut tersenyum dan malu malu.


"Kalian duduklah, aku akan menyiapkan makanan untuk malam ini."Ucap Jung woo menaikkan lengan bajunya dan memulai memasak.


"Biarkan saya saja pak yang memasak.Kan saya disini hanya tamu, jadi saya tidak mau merepotkan kalian."Ucap Dae hwa tidak enakan kepada mereka.


"Kau duduklah, kau kan tamu disini.Jadi biarkan aku yang memasak untuk tamu."Jawab Jung woo langsung membalikkan badannya untuk memulai memasak.


"Nak Dae hwa...."Panggil pak Baek woo memegang tangan nya.


Menoleh."Iya pak..., ada apa?."Tanya Dae hwa.


"Jangan panggil saya dengan sebutan pak.Kan sudah saya bilang tadi, panggil saja saya ayah.Dan anggap lah saya seperti ayah mu sendiri."Jawab pak Baek woo kurang nyaman dengan sebutan tersebut.


Seketika itu juga pipi Dae hwa memerah,karena harus memanggil dengan sebutan ayah."Baru kali ini aku disuruh memanggil ayah.Dan ini pertama kali saya memanggil dengan sebutan ayah kepada orang asing."Ucap Dae hwa ikut tersenyum.


"Ayahhh...., jangan menanyakan hal yang aneh kepadanya.Jangan menyulitkan nya yah."Ucap Jung woo kepada ayahnya.


"Sudahlah...., kau diam saja.Ini urusan ku dengan nak Dae hwa.Kau diam saja lah."Jawab pak Baek woo.


"Saya tinggal sendirian di rumah.Ibu dan ayah saya sudah meninggal sejak saya berumur 10 tahun dan setelah itu saya di besarkan oleh nenek saya dan saat berumur 15 tahun nenek saya meninggal dunia.Jadi saya harus bekerja disaat sekolah dan sepulang sekolah harus bekerja untuk kehidupan saya sendiri."Jawab Dae hwa menjelaskannya dengan jujur.


"Wah...., kau memang anak yang begitu kuat.Mungkin ibu mu Persis seperti mu nak.Kau memang anak yang hebat dan cantik."Ucap pak Baek woo kagum dan hampir menangis.


"Heheheh...., terima kasih banyak yahhh...."Jawab Dae hwa memanggilnya dengan sebutan ayah.


"Tidak apa apa kan kalau saya memanggil anda dengan sebutan ayah?."Tanya Dae hwa malu mengatakannya.


"Tidak apa apa...., jangan segan segan di rumah ini.Anggaplah seperti dirumah mu sendiri dan kau bisa memanggil saya dengan sebutan ayah.Kan saya sendiri yang mau di panggil dengan sebutan itu.Jadi sangat sangat boleh."Jawab pak Baek woo tersenyum bahagia.


"Terima kasih banyak ayah..."Jawab Dae hwa tersenyum lepas.


"Kisah kehidupan Dae hwa cukup menyedihkan.Aku jadi kasihan melihatnya."Ucap batin Jung woo sambil menyiapkan makanan tersebut.


"Nak Dae hwa boleh mampir ke sini setiap hari ataupun setiap detik juga boleh.Rumah kami akan terbuka lebar untuk mau nak."Ucap pak Baek woo sangat senang dengan dae hwa.


"Terima kasih banyak ayah sekali lagi."Jawabnya tidak lepas dari senyumannya yang bahagia itu.


"Makanan nya sudah siap.Makanlah dulu baru mengobrol kembali."Ucap Jung woo meletakkan makanan tersebut di atas meja makan.


"Wah...., sangat harum dan terlihat enak.Bapak memang pandai memasak ya."Selera Dae hwa dan sudah sangat ngiler dengan makanan yang dibuat oleh Jung woo.


"Jung woo memang pandai memasak, sejak dia berumur 12 tahun."Jawab pak Baek woo berkata jujur.


"Wah..., sangat keren.Pantas saja pak Jung woo sangat hebat di dalam perusahaan nya.Ternyata aslinya memang lebih keren lagi."Jawab Dae hwa kagum dengan Jung woo dan itu membuat nya semakin mencintainya.


Jung woo yang salting dengan pujian Dae hwa, langsung memalingkan wajahnya yang memerah itu karena salting.


"Kalau begitu mari kita makan, keburu dingin."Ucap pak Baek woo mengambil lauk pauk tersebut.


"Makanlah yang banyak nak Dae hwa.Agar kau selalu hidup sehat."Ucap pak Baek woo meletakkan daging di mangkuk milik Dae hwa sambil tersenyum.


"Terima kasih banyak ayah."Jawab Dae hwa sangat bahagia.


Jung woo juga langsung ikut makan dan ikut bahagia karena ayahnya sudah akur dengan wanita yang sukainya."Aku sudah sangat senang melihat hal sekecil ini.Karena ayah bahagia, aku jadi ikut bahagia."Dalam hati Jung woo tersenyum sendiri sambil mengunyah makanannya.


"Omong omong apa nak Dae hwa tinggal di rumah sendirian?."Tanya pak Baek woo untuk memastikannya kembali.


"Heheheh...., iya ayah.Saya sudah terbiasa dengan kehidupan saya."Jawab Dae hwa tersenyum untuk menenangkan suasana.


"Kau memang anak yang hebat..., jika kau membutuhkan sesuatu, silahkan datanglah ke rumah.Jangan segan segan kepada kami."Ucap pak Baek woo.


"Baik ayah...., terima kasih banyak."