Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
episode 46: Sahabat Jung woo



Saat Dae hwa sedang memasak ramennya, tiba tiba ada yang memanggilnya dan dia adalah Chan woo.


"Halo adikku."Panggil Chan woo langsung berdiri di sampingnya.


"Astaga Chan woo....., kau selalu saja menjahili ku.Nyebelin aja."Kesal Dae hwa sambil memasak ramennya.


"Gitu aja ngambek sih....


"Mending sana ke ruang tamu, bareng pak Jung woo dan ayah.Sana sana."Usir.


"Baiklah...., jahat bener deh."Langsung menuju ruang tamu dan meninggalkan Dae hwa.


"Bikin pusing aja tuh Chan woo dah...."Ucap batin Dae hwa.


Setelah beberapa menit.Dae hwa pun selesai menyiapkan ramen dan Dae hwa langsung memanggil mereka bertiga untuk ke meja makan.


"Ayah...., pak Jung woo dan Chan woo.Bisakah kalian ke meja makan, karena ramennya sudah siap."Panggil Dae hwa dari kejauhan.


"Baik...."Jawab Chan woo mewakili.


Dan merekapun langsung menuju meja makan dan Dae hwa sudah merapikan ramen tersebut sesuai kursi mereka masing masing.


"Wah...., apa ini kamu yang masak nak Dae hwa?."Tanya pak Baek woo kagum.


"Iya ayah...., kan aku sudah pernah memasakkan untuk ayah juga sebelumnya.Yuk duduk."Jawab Dae hwa tersenyum.


"Adikku memang hebat deh...., pandai memasak dan cantik juga."Kagum Chan woo juga.


"Sudahlah...., duduk saja dan nikmati ramennya."Ucap Dae hwa.


Merekapun langsung duduk dan memulai mencicipi ramen buatan Dae hwa.Jung woo ikut mencicipinya.


"Apa ini benar benar buatan mu?."Tanya Jung woo menatapnya.


"Iya pak..., bagaimana pak rasanya?."Jawab Dae hwa sekaligus bertanya.


"Enak, seperti yang diluaran sana."Jawab Jung woo kembali memakan ramennya.


"Enak banget...., ehm.Rasanya seperti berada di surga.Enak banget."Ucap Chan woo menikmati rasa ramen tersebut.


"Tentu enak dong...., Dae hwa yang masak."Ucapnya sambil membalikkan bola matanya.


Setelah beberapa menit.Merekapun siap memakan ramen tersebut."Ehm..., kenyangnya.Enak banget."Kekenyangan Chan woo sambil memegangi perutnya.


"Ini sudah malam...., aku pulang dulu ya ayah, pak Jung woo dan Chan woo."Ucap Dae hwa langsung berdiri.


"Kenapa tidak tidur disini saja."Ucap pak Baek woo.


"Tidak usah ayah...., aku ada keperluan di rumah."Jawab Dae hwa tidak enakan.


"Kau kan...."Tiba tiba pembicaraannya berhenti karena ponsel Dae hwa berdering.


"Tunggu sebentar ya...., ada yang menghubungiku."Langsung mengangkat ponselnya.


"Halo...."Panggil Young Soon.


"Halo Young Soon..., ini aku Felix.Kau dimana?."Tanya Felix.


"Eh..., pak Felix.Aku lagi di rumah bos ku.Kenapa ya pak?."Jawab Dae hwa sekaligus bertanya.


"Apa kau punya waktu besok?."Tanyanya.


"Belum tahu pak...., bagaimana kalau besok saya kabari saja pak.Bisa kan pak."Jawabnya.


"Baiklah...., aku akan menunggunya.Maaf menganggu mu."Ucap Felix.


"Iya pak...., ga menganggu kok pak.Saya tutup telponnya dulu ya pak."Langsung mematikan ponselnya.


"Ternyata itu telepon dari Felix.Sudah kuduga, mereka pasti memiliki hubungan yang spesial."Ucap batin Jung woo terus meliriknya.


Chan woo yang melihat Jung woo yang sedang menatap Dae hwa."Sepertinya Jung woo menyukai Dae hwa...., aku bisa melihat jelas dari mata Jung woo.Aku akan menyatukan kalian dan aku tidak akan membiarkan sahabatku patah hati."Ucap batin Chan woo.


"Maaf ya semuanya...., tadi ada telepon dari bos lama.Maaf membuat kalian menunggu lama."Ucap Dae hwa tersenyum.


"Tidak apa apa nak Dae hwa...., kau bilang kau akan pulang kan.Jung woo..., cepat antar nak Dae hwa pulang ke rumahnya."Perintah pak Baek woo.


"Tidak apa apa...., antar sana Jung woo."Ucapnya.


"Baik ayah..., yuk asisten Dae hwa."Berdiri Jung woo langsung berjalan duluan.


"Baik pak..., saya duluan ya ayah dan Chan woo nyebelin."Mengucapkan salam dan langsung pergi.


Jung woo pun langsung mengantarkan Dae hwa menuju rumahnya.


Diperjalanan menuju rumah dae hwa."Asisten dae hwa."Panggil Jung woo.


"iya pak..."Jawab Dae hwa langsung menatapnya.


"Besok kau harus ikut rapat dengan saya."Jawab Jung woo.


"Baik pak."Menurut saja Dae hwa.


Sesampai rumah Dae hwa."Terima kasih banyak pak sudah mengantarkan saya pak...., selamat malam pak."Tersenyum Dae hwa.


"Selamat malam juga asisten Dae hwa."Jawab Jung woo langsung pergi dari tempat tersebut.


Keesokan harinya.Dimana Dae hwa dan yang lainnya sudah bersiap siap untuk rapat.


"Dimana pak Jung woo?."Tanya Dae hwa kepada Nam ji.


"Mungkin sebentar lagi akan sampai.Paling ada hambatan di jalan."Jawabnya.


"Baiklah....


Saat mereka sedang menunggu Jung woo.Tiba tiba ada sesosok wanita cantik dan elegan masuk ke perusahaan.


Sontak Dae hwa langsung tertuju padanya."Dia siapa?."Tanya Dae hwa kepada Nam ji dan Jiy wa.


"Siapa?."Tanya mereka berdua.


"Itu....."Menunjuk wanita tersebut.


Sontak Jiy wa dan Nam ji langsung melihat ke arah yang ditujukan Dae hwa.Betapa kagetnya merek berdua."What...."Nam ji dan Jiy wa langsung bertatapan dan kembali melihat wanita tersebut.


"Kenapa kalian sekaget itu.Emangnya dia siapa?."Bingung Dae hwa kembali bertanya.


"Namanya adalah Chin so.Pernah katanya, dia dijodohkan oleh keluarganya dan keluarga pak ceo juga menyetujuinya.Katanya sih begitu, dan mereka adalah sahabat dari kecil."Jujur Jiy wa menjelaskan.


"Ouhhh...."Jawab Dae hwa sambil menundukkan kepalanya.


"Apa aku masih bisa menyimpan rasa untuk pak Jung woo.Jelas jelas ada wanita yang lebih mencintainya dan bahkan mereka sudah di jodohkan sesama keluarga."Ucap batin Dae hwa langsung murung dan terus mengelus kedua tangannya.


Tiba tiba wanita tersebut mendatangi mereka."Halo...., apa saya boleh bertanya sesuatu."Tanya Chin so kepada mereka bertiga.


Sontak Dae hwa langsung menaikkan kepalanya."Apa itu?."Tanya Nam ji.


"Dimana Jung woo?."Tanya balik Chin so.


"Pak ceo sedang ada kemacetan mungkin dijalan.Karena pak ceo belum datang daritadi.Mungkin ada kemacetan, paling bentar lagi sampai."Jawab Nam ji kepadanya.


"Terima kasih banyak...., kalau begitu saya mau ke ruang pribadi ya dulu."Ucapnya langsung pergi ke ruang pribadi Jung woo.


"Kenapa dia berkata mau ke ruang kerja pak Jung woo?."Tanya Dae hwa kepada mereka berdua.


"Dia kan sahabat baiknya pak ceo.Makanya itu dia berani masuk, tanpa izin pak ceo dulu."Jawab Jiy wa kepadanya.


"Ouh...., baiklah."Ucap Dae hwa kembali menundukkan kepalanya.


Setelah beberapa menit menunggu.Jung woo pun datang dan langsung menghampiri mereka."Maaf saya membuat kalian menunggu lama.Mari kita langsung pergi sekarang."Ucap Jung woo langsung keluar lagi untuk mengambil mobil.


"Baik pak."Jawab mereka bersamaan dan Dae hwa murung.


Didalam perjalanan menuju ruang rapat perusahaan lainnya.Jung woo mengendarai mobilnya dan penumpangnya ialah Dae hwa, Nam ji dan Jiy wa.


Dae hwa yang hanya diam dan tidak berbicara di sepanjang jalan."Apa benar pak Jung woo dan wanita itu cinta sejati.Berarti aku tidak punya ruang lagi di hati pak Jung woo.Lagi lagi aku harus begini dan harus merasakan sakit hati."Ucap batin Dae hwa sambil menggigiti kukunya.


Jung woo meliriknya."Kenapa Dae hwa ya..., kenapa dia hanya diam saja disepanjang jalan dan tidak berbicara di perusahaan tadi."Ucap batin Jung woo bingung.


Merekapun sampai di perusahaan tempat mereka akan rapat.Saat mereka turun, tiba tiba Jung woo mendapatkan telepon yang tidak lain lagi itu dari....