
Ditengah pembicaraan mereka. Tiba tiba ada yang datang, dan ia adalah kakek Baek woo.
"Nak Dae hwa. Dimana keadaan Jung woo sekarang?. Tanya pak Baek woo panik.
"Belum tahu ayah. Dokter nya belum keluar dari tadi." Jawab Dae hwa menenangkan suasana hati pak Baek woo.
"Kenapa semua ini bisa terjadi. Apa nak Dae hwa dan Jung woo sedang diam diaman, atau kalian sedang berantam?." Tanya pak Baek woo.
"Mari kita duduk dulu, dan aku akan mengatakan semuanya kepada ayah." Ucap Dae hwa langsung mengajak pak Baek woo untuk duduk dikursi.
Chan woo pun ikut." Kenapa kau ikutan juga?." Tanyanya.
"Kan aku juga mau dengar tragedi kecelakaannya. Kan aku juga khawatir dengannya." Jawab Chan woo.
"Baiklah." Pasrah Dae hwa.
Mereka bertiga langsung duduk dikursi didekat ruang darurat." Katakan yang sejujurnya sayang, dan jangan dipendam pendam." Ucap pak Baek woo sambil mengelus tangannya.
"Tadi, aku sedang berjalan jalan mencari angin malam. Dan saat aku duduk dan sedang menatap langit malam. Tiba tiba saja pak Jung woo datang dan mau mengatakan sesuatu dan mau menjelaskan sesuatu."
"Disaat itu juga, saya sudah sakit hati atas perkataan dari pak Jung woo, dan saya pun langsung berlari untuk menjauhinya.Saat saya menyebrang, tiba tiba saja pak Jung woo ikut menyebrang dan tidak melihat kanan dan kiri. Otomatis pak Jung woo ditabrak mobil deh. Ini semua salah saya, salah saya." Menyalahkan dirinya sendiri dan menangis kembali.
"Hiksss, maafkan aku ayah. Maafkan aku, karena sudah mencelakai pak Jung woo. Maafkan aku. Hikss." Menangis dan menutupi wajahnya.
"Ini bukan kesalahan kamu sayang. Jangan menyalahkan diri mu." Ucap pak Baek woo mengelus rambut Dae hwa dengan lembut.
"Sebenarnya Dae hwa. Jung woo itu."
Pembicaraannya terhenti, karena dokter langsung keluar dan memanggil mereka." Keluarga pasien." Panggil dokter tersebut.
"Kami dok." Ucap Dae hwa langsung berdiri bersama pak Baek woo.
Mereka bertiga langsung menghampiri dokter tersebut." Bagaimana dengan keadaan anak saya dok?." Tanya pak Baek woo.
"Pasien sudah baik baik saja. Untung kalian membawanya dengan cepat, jadi pasien baik baik saja. Tapi dia masih dalam keadaan pingsan dan belum sadarkan diri." Jawab dokter tersebut.
"Terima kasih banyak dok. Terima kasih, karena sudah membantunya."Ucap Dae hwa.
"Apa kami bisa kedalam memeriksanya dok?." Tanyanya.
"Silahkan. Tapi jangan mengganggunya. Karena dia masih dalam masa pemulihan, akibat benturan keras." Jawab dokter tersebut.
"Baik dok. Terima kasih banyak." Tersenyum Chan woo.
"Saya permisi." Langsung meninggalkan mereka bertiga.
mereka bertiga pun langsung masuk kedalam. Didalam." Kau harus kuat nak. Masa gini doang udah pingsan sih. Semangat dong." Ucap pak Baek woo menyemangatinya.
"Tau tuh si Jung woo. Bangun napa, ayolah. Masa gitu aja udah pingsan sih." Ucap Chan woo juga ikut menyemangatinya.
"Kalau ayah kelelahan. Mari aku antar ayah pulang. Lagian ada Dae hwa juga disini, jadi dia bisa menemani Jung woo disini." Ucap Chan woo langsung menatap wajah pak Baek woo.
"Yaudah deh, ayah pulang dulu. Jagalah Jung woo dengan baik ya nak Dae hwa." Memegang bahu Dae hwa.
"Iya ayah. Aku akan menjaga pak Jung woo dengan baik, dan serahkan semuanya kepadaku." Jawab Dae hwa tersenyum.
"Baguslah, kalau begitu ayah pulang dulu." Ucapnya ikut tersenyum.
"Aku pulang dulu ya Dae hwa. Jaga Jung woo dengan baik, karena dia masa depan mu." Ucap Chan woo ikut memegang bahu Dae hwa, dan langsung keluar dari ruang darurat.
"Eh, apa maksud Chan woo tadi ya. Sudahlah, aku harus fokus untuk menjaga pak Jung woo." Ucapnya langsung menatap kembali wajah Jung woo yang masih pingsan.
"Pak Jung woo harus kuat ya pak. Kalau pak Jung woo pergi, bagaimana dengan percintaan saya dong pak. Masa pak Jung woo, mau membuat saya sakit hati lagi." Ucap Dae hwa sambil menundukkan kepalanya.
"Aku akan menjaga pak Jung woo, sampai pak Jung woo bangun. Pak Jung woo harus kuat, okey pak." Tersenyum dan merapikan rambut Jung woo.
Tiba tiba ponselnya berdering. Dae hwa langsung mengangkatnya." Halo."Panggilnya.
"Dae hwa, kau dimana. Katanya bos mu itu kecelakaan ya. Apa kau baik baik saja. Kau dimana?." Tanya yang tidak lain lagi ialah Eun ji.
"Aku baik baik saja. Tapi pak Jung woo sedang rawat di rumah sakit sekarang. Ini aku sedang di sampingnya. Pak Jung woo masih dalam keadaan pingsan." Jawabnya.
"Kami sangat mengkhawatirkan mu tau Dae hwa. Kami hubungi, ga diangkat angkat. Kau kenapa sih?." Tanya Hana cemas.
"Aku lagi ada urusan dan aku lagi kepengen sendiri. Kalau kalian mau bertemu denganku, kalian bisa datang ke rumah sakit sekarang. Lokasinya akan ku kirim sekarang, kalau kalian mau datang." Ucap Dae hwa.
"Baiklah, kami akan kesana. Karena kami sangat rindu dengan mu." Ucap Eun ji dan Hana.
"Okelah, kalau begitu aku tutup dulu telponnya ya." Langsung mematikan ponselnya dan kembali fokus merawat Jung woo.
Beberapa menit kemudian. Eun ji dan Hana pun langsung datang ke ruang darurat.
Sesampainya, merekapun langsung masuk kedalam." Dae hwa." Panggil mereka berdua.
"Eh, kalian sudah datang. Kenapa lama banget." Tanyanya langsung berdiri.
"Tadi macet sayang. Jadi kami terlambat Sedikit deh." Jawab Eun ji tersenyum.
"Kasihan juga bos mu ya Dae hwa. Kenapa dia bisa begini?." Tanya Eun ji.
Dae hwa pun langsung menundukkan kepalanya dan menceritakan semua cerita ya dari pertama.
Setelah menceritakannya." What, pantas saja kau tidak bisa dihubungi. Ternyata kau sakit hati toh." Ucap Eun ji sambil melipat tangannya.
"Kenapa kau tidak mengatakannya dari awal?." Tanya Hana.
"Karena,