Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
Episode 71: Sadar



Tiba tiba saja ponselnya berdering, dan itu adalah panggilan dari ayahnya.


Jung woo pun langsung mengangkatnya." Halo ayah, ada apa ayah?." Tanya Jung woo.


"Bagaimana dengan keadaan mu sekarang nak?." Tanya balik ayahnya.


"Aku sudah sangat baik kok ayah. Ada apa emangnya ayah?." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Ayah hanya mau mengabari, kalau Chan woo baru pergi ke luar negeri. Dan dia lupa mengatakannya kepada mu. Jadi, ayah yang disuruh untuk menyampaikannya." Jawab ayahnya menjelaskannya secara detail.


"Kenapa dia begitu cepat pergi. Sampai sampai tidak mau mengabarinya kepadaku. Padahal, tadi dia masih di Perusahaan ku deh ayah. Kenapa tiba tiba dia langsung pergi ke luar Negeri?." Tanya Jung woo bingung.


"Katanya ada urusan mendadak disana. Dan saat dia di Perusahaan, dia langsung dihubungi oleh pihak yang ada di luar Negeri, dan langsung berangkat ke sana. Nanti dia akan menghubungi mu."


"Kalau begitu, ayah tutup dulu teleponnya. Oh ya, bagaimana dengan keadaan Dae hwa?." Tanya kembali ayahnya.


"Dia baik baik saja kok ayah. Serahkan semuanya kepadaku ayah. Kalau begitu, jaga kesehatan ayah disana. Aku akan pulang secepatnya." Jawab Jung woo dengan bahagia.


"Kalau begitu, aku tutup telponnya. Dan jaga diri mu baik baik." Langsung mematikan ponselnya.


"Aku harus melihat Dae hwa. Apa dia baik baik saja, atau masih menangis. Aku harus menenangkan Dae hwa." Ucap Dae hwa langsung masuk ke ruang nenek Isabella.


Di dalam. Ternyata Dae hwa masih menangis." Sayang, kenapa kamu masih menangis?." Tanya Jung woo langsung menghampirinya dengan menggunakan kursi rodanya.


"Pak Jung woo. Nenek belum bangun juga." Jawab Dae hwa langsung memeluk Jung woo.


"Aku khawatir kalau nenek tidak sadarkan diri lagi pa." Jawab Dae hwa.


"Jangan mengatakan hal seperti itu. Lebih baik kamu mendoakan nenek, agar nenek bisa cepat sehat." Kembali menenangkan Dae hwa.


"Terima kasih banyak sayang." Bahagia Dae hwa, karena ada yang mempedulikannya.


Dae hwa pun kembali mengelus tangan nenek Isabella." Nek, bangunlah nek. Nenek pasti kuat." Ucap Dae hwa berusaha Membangunkan nenek Isabella.


Tiba tiba saja tangan nenek Isabella bergerak, saat Dae hwa memeluk tangan nenek Isabella." Eh, kenapa tangan nenek bergerak pak. Apa nenek sudah mulai sadar." Sontak kaget Dae hwa.


"Aku akan memanggil dokter dan suster dulu, untuk memeriksa keadaan nenek. Kamu tunggulah disini sayang." Ucap Jung woo langsung keluar untuk memanggil dokter dan suster.


Setelah Jung woo pergi." Nek, bangunlah nek. Ada Dae hwa disini." Ucap Dae hwa terus mengelus tangan nenek Isabella.


Tiba tiba nenek Isabella membuka matanya pelan pelan." Nak." Panggil dengan pelan nenek Isabella.


"Eh, nenek sudah bangun. Apa nya yang sakit nek, atau nenek mau makan, atau mau minum?." Tanya Dae hwa langsung menyiapkannya dengan sigap.


"Sudahlah nak, nenek tidak mau apa apa. Nenek hanya mau kamu ada disini menjaga nenek. Tapi, hidup nenek tidak akan lama kok. Dengan begitu, nenek tidak akan menyulitkan kamu lagi." Jawab neneknya berusaha tersenyum.


"Nenek jangan mengatakan hal itu ya nek. Karena ada aku yang akan selalu menjaga nenek." Ucap Dae hwa kembali menangis.


"Kamu,