
"Disini ada pertanyaan?." Ucap Dae hwa.
"Saya bu manager." Ucap yang tidak lain lagi ialah Chan Yeol.
"Iya Chan Yeol, apa yang mau kau tanyakan?." Tanya Dae hwa langsung menatapnya.
"Apa semua karyawan akan di bagi setiap kelompok?." Tanyanya.
"Benar sekali. Sejak pak Jung woo tidak terlalu fokus menjalankan pekerjaannya. Perusahaan selalu tidak seimbang, maka sebab itu, saya akan membagi beberapa kelompok. Dan kalian harus melakukannya dengan baik.
"Apa kalian paham." Jawabnya dan mengatakan kepada semua karyawan yang ada di ruang rapat tersebut.
"Paham bu manager." Jawab mereka semua.
"Kalau begitu, saya akan langsung membagi berkas berkas yang akan kalian jalani secara berkelompok, dan sudah saya susun." Ucap Dae hwa langsung meletakkan semua berkas yang sudah ia siapkan dan sudah di tanda tangani.
Rapat pun Akhirnya berakhir. Dan Dae hwa sudah menjelaskan secara detail." Baik kalau begitu, rapat kita tutup hari ini. Dan laksanakan apa yang saya bilang tadi. Dan jangan sampai telat. Kalau begitu kalian bisa keluar sekarang." Perintahnya sambil memegang satu berkas yang ada di tangannya.
Semua karyawan langsung memberi salam kepada Dae hwa, dan merekapun langsung kembali ke meja mereka masing masing. Hanya tersisa Dae hwa dan Chan Yeol." Kenapa kau masih disini?." Tanya Dae hwa sambil menyusun kursi yang berantakan.
"Apa bu bos tidak kelelahan?." Tanya balik Chan Yeol.
"Emang, kalau saya kelelahan. Kamu mau apa?." Tanya kembali Dae hwa.
"Heheheheh, tidak ada sih bu bos. Hanya saja saya kagum dengan kerja keras bu bos, dan semangat yang di miliki bu bos. Saya jadi mau seperti bu bos deh." Jawabnya sambil mengelus lehernya.
"Kamu pintar sekali berbicara. Teruslah bersemangat, dan kelak kamu akan menjadi orang yang terpandang."
"Kalau begitu, aku duluan ya. Sampai jumpa." Melambaikan tangannya, dan langsung keluar dari ruang rapat, meninggalkan Chan Yeol.
"Bu bos sungguh hebat. Pria mana yang akan mendapatkan bu bos ya." Ucap batin Chan Yeol senyum sendiri dan kembali ke meja kerjanya.
Di ruangan Dae hwa. Ia pun langsung meletakkan berkas di atas meja, dan duduk." Lelah juga hari ini. Oh ya, bagaimana dengan keadaan pak Jung woo sekarang ya."
"Mending aku ajak video call aja deh." Mengambil ponselnya dan langsung mengajak video call kepada Jung woo.
Disisi lain." Eh, siapa yang menghubungiku." Langsung mengambil ponselnya dan melihat.
"Ternyata kesayanganku. Kenapa dia mengajakku video call. Dia pasti merindukan ku." Langsung Mengangkatnya dan terpampang wajahnya.
"Halo Dae hwa. Ada apa menghubungiku. Apa kamu merindukanku?." Tanyanya sambil menaikkan alisnya.
"Aku bukan merindukan pak Jung woo. Aku hanya mau tahu bagaimana keadaan pak Jung woo sekarang." Jawabnya.
"Itu sama saja Dae hwa. Rindu dan mau tahu, itu sama saja. Sama sama merindukan." Ucap Jung woo.
"Iya deh, bagaimana dengan keadaan pak Jung woo sekarang?." Tanyanya pasrah dengan penjelasan dari Jung woo.
"Aku baik baik saja kok. Paling beberapa hari lagi, aku sudah boleh pulang." Jawab Jung woo dengan bahagia.
"Syukurlah kalau pak Jung woo tidak apa apa." Menghela nafas panjang.
"Apa kamu sibuk?." Tanya balik Jung woo.
"Iya nih, tapi untungnya berjalan dengan baik. Aku sudah membagi beberapa kelompok, untuk melakukan rapat yang sudah tidak pak Jung woo tanda tangani. Saya tidak mau kalau sampai Perusahaan pak Jung woo bangkrut, karena sebuah masalah." Jawabnya menjelaskannya secara detail.
"Baiklah Dae hwa. Maafkan aku." Langsung meminta maaf secara tulus.
"Kenapa aneh. Kan terserah aku dong. Kamu juga sudah menjadi milikku seutuhnya. Mana mungkin aku akan berpaling dari mu." Jawabnya menggoda Dae hwa.
"Sudahlah, jangan menggoda terus kerjaannya. Mending Istirahat dulu, atau makan buah buahan." Ucap Dae hwa menatap matanya dari ponsel tersebut.
"Kamu juga kalau kelelahan, istirahat juga. Jangan memaksa diri mu." Ucap Jung woo juga memerintahkannya.
"Baiklah pak Jung woo, kalau begitu jaga kesehatannya, dan aku akan datang nanti sore. Sampai jumpa pak Jung woo." Melambaikan tangannya dan langsung mematikan ponselnya.
"Kenapa pak Jung woo sudah berubah saja si. Dasar menggemaskan." Ucapnya senyum sendiri dan kembali mengerjakan berkas berkas yang baru masuk.
Saat ia sedang mengecek berkas berkas lainnya. Tiba tiba ponselnya kembali berdering." Siapa yang menghubungiku lagi sih. Jangan jangan pak Jung woo lagi." Langsung mengambil ponselnya dan melihat.
"Eh, pak Felix. Ada apa dia menghubungiku." Ucap batinnya langsung mengangkatnya.
"Halo pak Felix. Ada apa?." Tanyanya langsung ke inti.
"Kau dimana?." Tanya balik Felix.
"Saya ada di Perusahaan pak Jung woo pak Felix." Jawabnya sambil melihat berkas.
"Ouh, apa saya bisa kesana?." Tanyanya.
"Maaf banget pak, saya sangat sibuk sekarang, dan sekarang saya sedang mengerjakan berkas berkas yang ada. Bagaimana, kalau nanti malam aja pak." Jawabnya.
"Baiklah, kalau kau mintanya nanti malam. Akan aku kirim lokasinya kepada mu. Dan sampai jumpa nanti malam." Dengan nada bahagia, dan Langsung mematikan ponselnya.
"Pak Felix selalu saja mengangguku. Padahal aku sudah tidak mencintainya. Apa yang mau dikatakan pak Felix nanti ya." Ucap batin Dae hwa meletakkan ponselnya dan kembali bekerja.
Sore pun tiba. Dimana Dae hwa sudah selesai, dan mau ke Rumah Sakit, untuk menjenguk Jung woo." Saatnya aku menjenguk masa depanku yang ada di Rumah Sakit." Ucapnya sambil menyandang tasnya dan keluar dari Perusahaan.
Saat di luar, ada yang memanggilnya, dan ia adalah Chan Yeol lagi." Bu bos." Panggilnya langsung menghampirinya.
Sontak berbalik badan." Eh, Chan Yeol. Ada apa?." Tanyanya.
"Apa mau bareng bu bos. Kebetulan juga saya mau menjenguk pak bos. Apa bu bos mau menjenguk pak bos?." Tanyanya sambil menaikkan alisnya.
"Iya nih. Kalau begitu, yuk." Jawabnya langsung bahagia karena dapat tumpangan gratis.
Dae hwa pun langsung naik ke mobil Chan Yeol yang sudah ia parkirkan di depan Perusahaan.
Sesampai Rumah Sakit. Merekapun langsung masuk kedalam ruang Istirahat Jung woo." Aku datang pak Jung woo." Ucapnya, dan ternyata Jung woo sedang tidur.
"Eh, maaf. Pak Jung woo rupanya sedang tidur." Ucapnya kepada Chan Yeol.
"Tidak apa apa bu bos. Saya melihat wajah pak Jung woo saja, itu sudah bagus kok. Syukurlah pak bos tidak apa apa." Jawab Chan Yeol tersenyum.
"Baguslah kalau kau tidak merasa kecewa karena pak Jung woo masih tertidur."
"Omong omong bu bos. Apa kalian punya hubungan spesial?." Tanyanya langsung menatap wajah Dae hwa.
"Eh, kenapa tiba tiba kau menanyakan soal itu?." Tanya balik Dae hwa langsung kaget.
"Karena saya,