
Keesokan harinya."Huamm....."Menguap bangun tidur Dae hwa.
"Jam berapa ini ya."Melihat jam.
"Masih jam 06.00.Aku harus datang cepat ke perusahaan pak Jung woo.Agar aku tidak di cap buruk lagi olehnya."Ucap batin Dae langsung bergegas mandi.
Eun ji dan Hana yang sudah pulang kemarin malam dalam keadaan setengah mabuk tapi untungnya selamat pulang.
Selesai mandi dan sudah berpakaian rapi."Ini saatnya aku memulai kerja baru ku di perusahaan baru ku."Bahagia.
"Perusahaan Home...., aku datang...."Keluar rumah dan bergegas ke perusahaan menggunakan taxi karena lokasinya cukup jauh dari rumahnya.
Diperjalanan menuju perusahaan.Dae hwa yang sedang menatap kaca mobil dari dalam."Tidak terasa..., sudah beberapa tahun aku bekerja di perusahaan ku yang lama dan dengan mudahnya pak ceo memecatku begitu saja.Tapi tidak apa apa deh, yang terpenting aku sudah bekerja lagi dengan suasana yang baru.Ku harap suasana perusahaan baru nanti akan lebih baik lagi dari perusahaan yang lama."Ucap batin Dae hwa menatap kaca mobil.
Sesampai perusahaan.Dae hwa pun langsung masuk kedalam perusahaan dan dia dipandangi oleh semua karyawan yang disana dan itu membuatnya merasa gugup.Tapi Dae hwa sudah tidak gugup lagi karena dia selalu seperti itu saat di perusahaannya dan dia membalas mereka dengan senyuman setiap ada orang yang menatapnya.
Menghampiri seorang karyawan perusahaan tersebut."Permisi...., saya boleh nanya ga."Ucap Dae hwa kepada karyawan tersebut.
Menoleh ke arah dae hwa."Oh, ya.Apa anda karyawan baru disini?."Tanya karyawan tersebut.
"Iya...., saya diutus pak jung woo sebagai asisten pribadinya.Saya mau nanya, dimana ya ruangan pak Jung woo?."Tanya Dae hwa kepada karyawan tersebut.
"Sebelum itu...., perkenalkan nama saya nam ji.Ruang pak ceo sebelah kiri setelah naik ke lantai 3."Jawab Nam ji.
"Saya Dae hwa."Tersenyum Dae hwa.
"Terima kasih banyak sudah membantu saya."Menunduk Dae hwa mengucapkan terima kasih.
"Sama sama.Kalau ada yang kurang tau, tanyakan saya pada saya."Tersenyum.
"Baik.Kalau begitu saya permisi dulu."Ucap Dae hwa lalu pergi meninggalkan karyawan tersebut.
Didalam lift menuju ruangan jung woo."Karyawan disini, lumayan baik juga.Tapi jangan berfikir tenang dulu.Mana tau si tempe bacem ya belum keluar semua.Maksud nya cewek cewek bully.Hahhaha...."Ucap batin Dae hwa tertawa tipis sambil merapikan kacamatanya.
Sesampai ruangan Jung woo."Permisi pak.Saya boleh masuk?."Tanya Dae hwa sambil membawa berkas lamar kerja.
"Masuklah."Jawab Jung woo didalam ruangannya.
Dae hwa pun masuk ke dalam ruangan jung woo."Permisi pak.Ini berkas lamaran kerja saya.Biar lebih jelas kalau saya ingin melamar kerja disini.Agar saya tidak di cap buruk oleh karyawan staff disini."Ucapnya meletakkan berkas lamaran kerja ya di atas meja Jung woo.
Jung woo pun melihat berkas lamaran Dae hwa."Nama Jung woo.Wanita berumur 25 tahun dan S2.Bagus....., Kalau begitu anda diterima sebagai asisten pribadi saya.Kan sudah saya bilang kemarin malam, saya tidak ingin mengulanginya lagi."Ucap Jung woo menutup berkas lamaran tersebut setelah membacanya.
"Kalau begitu ambilkan saya segelas kopi cappucino panas dan selesaikan berkas berkas ini karena nanti siang kita akan rapat."Perintah Jung woo melipat tangannya.
Berdiri."Baik pak.Ditunggu."Jawab Dae hwa lalu keluar untuk mengambil secangkir kopi.
Diluar ruangan Jung woo.Dae hwa yang sedang mencari kantin perusahaan tersebut."Dimana kantinnya ya.Bingung aku, seharusnya tadi aku bertanya kepadanya.Dimana kantin.Baru masuk, sudah disuruh suruh.Tapi saat aku di perusahaan lama aku juga sering di jadikan babu oleh karyawan karyawan disana.Aku beruntung hanya di perintah seperti ini saja."Ucap batin Dae hwa sambil mencari cari letak kantin tersebut.
Menoleh."Eh Nam ji.Kebetulan banget nih, aku mau nanyak.Dimana kantin di perusahaan ini ya?."Tanya Dae hwa kebingungan.
"Wah...., kebetulan banget dong.Aku juga sedang mau ke kantin nih, yuk pergi bareng."Jawab Nam ji tersenyum.
"Baiklah....., terima kasih banyak namun ji."Ucap Dae hwa ikut tersenyum.
Sesampai kantin."Nah, ini kantin ya.Kantin ada di lantai 4."Ucap Nam ji menunjukkannya.
"Ouh....., terima kasih banyak sudah banyak membantu."Tersenyum Dae hwa.
"Omong omong.Untuk siapa kopinya?."Tanya Nam ji kepadanya.
"Pak Jung woo yang menyuruh saya untuk mengambilkan secangkir kopi."Jawab Dae hwa tersenyum.
"Pak ceo selalu saja begitu.Baru karyawan baru sudah disuruh suruh.Tapi kau harus bersyukur karena dirimu hanya disuruh membeli kopi."Ucap Nam ji.
"Emangnya Karyawan lainnya di perintah seperti apa?."Tanya bingung Dae hwa.
Berbisik."Kau tau.Dulu ada seseorang karyawan yang disuruhnya menghafal berkas sebanyak 100 berkas dan karena karyawan tersebut tidak tahan dia mengeluarkan diri deh."Jawab Nam ji berbisik.
"Astaga!!!."Kaget Dae hwa.
"Apa itu benar Nam ji?."Tanya Dae hwa untuk memastikannya.
"Hahaha...., kau mau saja di bohongi.Itu semua bercanda kok.Aku hanya ingin mengerjai mu saja."Tertawa Nam ji karena rencana ya berhasil.
"Ih...., ga lucu tau Nam ji.Sudahlah, aku mau membeli kopi dulu.Keburu pak Jung woo marah.Aku duluan ya dan terima kasih sudah menunjukkan jalannya."Ucap Dae hwa tersenyum lalu meninggalkan Nam ji.
Sesampai ruangan Jung woo setelah beberapa menit menunggu kopinya.Akhirnya pesanannya siap juga.
"Permisi pak."Masuk Dae hwa sambil membawa kopi tersebut.
Didalam ruangan Jung woo."Ini pak kopi pesanan anda."Menaruh kopi tersebut diatas meja Jung woo.
"Terima kasih dan bawa berkas ini ke ruangan mu.Ruangan mu ada di lantai 2."Ucap Jung woo meminum kopinya.
"Baik pak.Terima kasih banyak."Membungkuk lalu pergi dan membawa berkas yang harus ia selesaikan.
Sesampai di lantai 2."Wah...., ini tenyata ruanganku.Lumayan juga."Ucap Dae hwa didalam ruangan barunya.
Menaruh berkas tersebut diatas meja."Fyuh...., capeh juga ya.Naik, turun, naik, turun.Ini harus ku lakukan setiap hari.Bisa bisa lemak ku turun lagi."Ucap Dae hwa lalu duduk di kursinya.
"Oke...., sekarang waktunya fokus untuk mengerjakan berkas ini.Karena nanti siang aku akan dapat dengan pak Jung woo.Ini pertama kalinya aku rapat bersama pak jung.Biasanya kami yang mendatanginya untuk rapat, tapi sekarang kami yang datang untuk orang yang membutuhkan bantuannya."Mulai mengerjakan berkasnya dan sudah bertekad untuk bekerja keras.
20 Menit kemudian."Yang banyak lah ini.Astaga, ya tuhan....., perutku sudah kelaparan nih.Aku ke kantin dulu deh, buat makan."Ucap Dae hwa tidak jadi bertekad bekerja keras karena perut ya sudah lapar dan dia pun tidak bisa fokus karena perutnya lapar.