Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
episode 13



"Kau tidak boleh berfikiran yang aneh aneh fokus untuk bekerja."Ucap batin Jung woo salting.


Sesampai perusahaan."Hei...., bangun kau.Jangan tidur terus."Menggoyangkan kepala Dae hwa.


Terbangun pelan pelan."Apa sudah sampai..."Jawab Dae hwa membuka matanya.


Dae hwa terkejut karena dia tertidur di bahu jung woo."Eh...., apa saya tertidur dari tadi pak dan kenapa saya tidur di bahu bapak?."Tanya Dae hwa terkejut hingga pipinya memerah.


"Kau itu yang salah.Jangan menuduhku seperti itu.Sudahlah, mari kita rapat.Karena ini sudah waktunya."Ucap Jung woo merapikan jasnya lalu keluar dari mobil.


"Baik pak.Bapak bisa duluan dulu.Saya mau merapikan berkasnya dulu."Ucap Dae hwa.


Jung woo pun keluar dari mobilnya.Saat Jung woo sudah keluar dan Dae hwa yang menutupi wajahnya karena malu plus di tambah pipinya memerah karena malu.


"Apa yang aku lakukan....., arghhh.Masa aku tadi tidur di bahu pak Jung woo.Tidak...."Malu Dae hwa sambil menutupi wajahnya.


"Nona..., apa kau tidak turun?."Tanya supir pribadi jung Wood.


"Eh...baik pak."Jawab Dae hwa.


"Aku baru ingat kalau disini ada pak supir.Mati aku."Ucap batin Dae hwa langsung keluar sambil membawa berkas untuk rapat.


Didepan perusahaan lamanya dan dae hwa menatap gedung perusahaan tersebut."Ini adalah tempat yang sudah aku duduki lama selama tahun tahunku.Sekarang aku sudah tidak disini lagi dan aku sudah berada di perusahaan lain.Ku harap perusahaan ini akan berjalan baik ke depannya."Ucap Dae hwa tersenyum lalu masuk ke dalam perusahaannya.


Sesampai diruangan rapat dan disana sudah ada Jung woo yang sudah menunggunya di depan pintu ruang rapat.


Menghadap ke hadapannya."Maaf pak sudah menunggu lama.Tadi ada masalah sedikit."Menunduk dan tersenyum.


"Sudah tidak ada waktu.Mari kita masuk bersama."Ucap Jung woo masuk ke dalam ruang rapat.


"Baik pak."


Didalam ruangan rapat.Sudah ada pak Rangga managernya ya dan pak ceo yaitu Felix yang menunggu mereka berdua serta sahabat sahabatnya.


Berdiri."Selamat datang kembali ke perusahaan kami pak Jung woo."Ucap Felix menjabatkan tangannya.


"Salam."Jawab Jung woo ikut berjabat tangan.


Merekapun duduk kembali."Dae hwa.Bagaimana dengan perusahaan baru mu sekarang dan berbahagialah karena sudah di tetapkan oleh pak Jung woo karena sudah bekerja di perusahaannya."Ucap Felix melipat tangannya.


"Terima kasih banyak pak.Saya tidak butuh ucapan anda.Saya bisa melakukan ini semua berkat bantuan diri saya sendiri."Ucap tegas Dae hwa.


"Mulai beraninya sekarang."Ucap pak Felix.


"Jangan bertengkar disini.Saya tidak suka."Ucap Jung woo.


"Maaf pak Jung woo.Maaf.., sekarang mari kita mulai rapat kita hari ini."Ucap Felix meminta maaf karena sudah membuat keributan.


Felix yang sedang sibuk berbicara dengan Jung woo.Eun ji dan hana yang duduk dekat dekatan memberikan jempol kepada Dae hwa dengan sembunyi dan Dae hwa menyadarinya.Dia pun tersenyum karena sahabatnya mendukungnya.


Selesai rapat."Terima kasih banyak pak Jung woo.Maaf tadi telah membuat anda tidak enakan."Ucap diluar Felix bersama pak Rangga dan Jung woo.


"Saya tidak mau lagi anda menjelekkan karyawan saya.Karena mereka adalah karyawan saya.Jangan berani menyinggungnya,atau kau akan mendapatkan akibatnya."Ucap dingin Jung woo menatapnya.


"Baik pak.Maafkan saya."Ucap pak Felix terus meminta maaf sambil membungkukkan badannya.


"Sudahlah.Kalau begitu saya mau masuk dulu karena ada yang mau saya katakan pada karyawan saya."Ucap Jung woo masuk ke dalam ruang rapat kembali.


Didalam ruangan rapat."Dae hwa.Kenapa pemilik perusahaan Home itu sangat tampan.kau bilang dia itu si gila kebersihan padahal dia setampan itu tau."Ucap terpesona Eun ji.


"Wajahnya saya yang tampan.Tidak membuat orang tau isi hatinya karena tertutupi wajah tampannya itu."Jawab Dae hwa menjelekkannya.


"Dae....da...dae..hwa..."Gugup Hana.


"Ada apa Hana?.Kenapa kau tiba tiba gugup seperti itu.Apa ada sesuatu dibelakang ku?."Tanya Dae hwa lalu menoleh ke belakang badannya.


Dae hwa pun terkejut karena di belakang ya ada Jung woo yang melipatkan tangannya sambil menatap wajah Dae hwa.


"Eh...., kenapa pak Jung woo bisa di sini.Apa dia mendengarkan yang ku katakan barusan ya.Kalau dengar bisa bisa aku di pecatnya."Ucap batin Dae hwa merasa bersalah.


"Pa...pak.... Jung woo.Apa yang bapak lakukan disini?."Tanya Dae hwa ketakutan.


"Kenapa nada bicaramu seperti ini.Cepat ikut saya dan kita kembali ke perusahaan."Jawab Jung woo.


"Baik pak."Langsung berdiri.


"Eun ji, hana.Aku pergi duluan.Kalian baik baik saya ya,dahhh...."Ucap Dae hwa tersenyum kepada sahabatnya sambil melambaikan tangannya.


"Dah juga."Jawab Eun ji dan Hana tersenyum.


Diperjalanan menuju perusahaan Home."Apa aku terlihat buruk seperti itu?."Tanya Jung woo sambil melipat tangannya dan tidak menatapnya.


"Eh..., bukan seperti itu kok pak.Apa bapak mendengarkan yang saya katakan."Jawab Dae hwa sekaligus bertanya dalam keadaan kembali ketakutan.


"Bukan itu pertanyaannya sekarang.Saya hanya bertanya,apa saya seburuk itu?."Tanya Jung woo kembali.


"Bukan pak.Tadi saya hanya kesalahan saja pak.Itu tidak benar kok pak."Jawab Dae hwa mengelus lehernya gugup.


"Sudahlah...., anggap saja sebagai tidak pernah terjadi apa apa."Ucap Jung woo menatap kaca mobil disampingnya.


"Kenapa pak ceo mempermasalahkan hal sepele itu.Tapi memang harus seperti itu lah,kalau aku jadi pak Jung woo.Aku juga akan seperti dia.Tapi apa aku akan di marahi pak Jung woo sesampai perusahaan nanti ya,mati aku.Tapi ini memang kesalahanku aku harus menerimanya."Ucap batin Dae hwa juga ikut menatap kaca mobil disampingnya dan melihat suasana diluar.


Jung woo yang mengintip sedikit tiba tiba di ketahui oleh dae hwa dan Jung woo langsung buang muka ke arah kacanya dan pipi Jung woo memerah salting."Pak ceo kenapa ya?.Tadi sepertinya pak ceo sedang mengintip saya deh.Apa itu hanya angan anganku saja ya.Sudahlah."Kembali menatap ke kaca sambil merapikan kacamatanya.


Sesampai perusahaan."Terima kasih banyak pak supir."Ucap terima kasih Dae hwa kepada supir pribadi Jung woo.


"Sama sama nona."Tersenyum pak supir kepadanya.


Didalam perusahaan."Asisten Dae hwa."Panggil Jung woo.


"Iya pak."Jawab Dae hwa menoleh ke arahnya.


"Ikut saya ke ruangan saya.Ada yang mau saya katakan padamu."Ucap Jung woo ke ruangannya.


"Baik pak."Jawab Dae hwa panik takut di marahi habis habisan oleh Jung woo karena kejadian tadi.


Sesampai di ruangan Jung woo.


"Apa yang mau bapak katakan pak?."Tanya Dae hwa sambil memegangi tangannya.


"Sebenarnya....