Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
Episode 103: Akhirnya Menikah



Tiba tiba saja ada yang datang ke pantai tersebut, dan ia adalah Eun ji. Sontak Dae hwa dan Jung woo langsung menatapnya. "Eun ji sudah datang sayang." Bisik Jung woo disampingnya.


"Iya sayang, sebentar lagi dia akan menghubungiku itu." Sahut Dae hwa.


Eun ji pun langsung menghubungi Dae hwa, dan Dae hwa langsung mengangkatnya. "Halo Dae hwa, kau sudah dimana. Kenapa belum datang juga, aku sudah datang ini." Tanya Eun ji.


"Kau duduk dulu, dikursi yang ada pantai itu dulu deh. Aku akan kesana secepatnya, karena disini lagi macet. Dah." Jawab Dae hwa langsung mematikan ponselnya.


"Aku sudah mengatakan kalau aku akan datang secepatnya, padahal aku sudah ada disini, hahahah." Ucap Dae hwa tertawa.


Disisi lain, Eun ji pun langsung duduk dikursi yang ada di dekat pinggiran pantai. "Kenapa bisa ada kursi pantai ini disini, padahal hanya wisatawan sana yang datang kesini, dan membawa kursi ini. Aneh." Ucap batin Eun ji, sambil memainkan ponselnya.


Tiba tiba saja ada yang datang lagi, dan ia adalah Chan woo. Sontak Jung woo dan Dae hwa langsung menatapnya juga. Dan Chan woo juga langsung menghubungi Jung woo.


"Chan woo sayang, aku akan langsung mengangkatnya." Ucapnya langsung mengangkat teleponnya.


"Halo Jung woo, kau dimana. Kenapa kau belum datang juga, dimana kau?." Tanya Chan woo.


"Aku sudah di jalan kok, ini sedikit macet. Jadi kau duduk dimana gitulah, mana tahu ada kursi disana. Aku akan secepatnya kesana." Jawab Jung woo langsung mematikan ponselnya.


"Anak itu benar benar menyebalkan. Aku harus mencari kursi yang ada di pantai ini deh." Langsung berjalan dan melihat ada kursi di pinggir pantai.


"Eh, itu ada kursi pantai disana. Dan sepertinya ada perempuan disana, aku kesana aja deh, daripada aku duduk disini." Langsung menuju kursi tersebut.


Dan Sesampainya, sontak Chan woo langsung menatap wajah Eun ji. "Eh, Eun ji." Ucap Chan woo, dan sontak Eun ji melihat ke arah sumber suaranya.


"Eh, Chan woo. Kenapa kamu ada disini?." Tanyanya langsung menatapnya.


"Aku ada urusan dengan Jung woo, katanya ayah sedang sakit. Jadinya aku ke sini deh, karena ia mau mengobrol disini." Jawab Chan woo langsung duduk disampingnya.


"Kalau kamu, kenapa kamu ada disini?." Tanya Chan woo balik.


"Katanya ada yang mau dikatakan oleh Dae hwa, soal rumah tangganya, jadi aku diajak untuk kemari. Karena dia tidak mau, kalau Jung woo tahu soal ini." Jawab Eun ji tersenyum.


"Oh ya, kamu cepat banget balik dari luar negeri. Apa kamu baru sampai?." Tanya Eun ji kembali tersenyum.


"Iya, karena kabar yang diberitahukan oleh Jung woo, jadinya aku harus kembali kemari. Tapi kenapa mereka tidak datang juga ya?." Jawabnya sambil bertanya, dalam keadaan pipi nya yang sedikit memerah.


"Eun ji sangat cantik. Apa aku harus mengungkapkan perasaanku, seperti yang dikatakan Dae hwa waktu itu. Tapi aku tidak bawa apa apa lagi, aku hanya membawa koper saja. Bagaimana ini." Ucap batin Chan woo menundukkan kepalanya.


"Ouh ya Chan woo, bulannya cantik banget ya." Ucap Eun ji melihat bintang dan bulan yang sangat indah.


Sontak Chan woo langsung ikut melihat bulan dan bintang tersebut. "Benar yang kamu katakan itu. Kecantikannya sama seperti kamu, terang dan indah." Jawab Chan woo sambil tersenyum dengan bahagia.


"Eh, apa maksud kamu itu. Membingungkan." Tanya Eun ji yang bingung dengan perkataan Chan woo.


"Ada hal yang mau aku katakan padamu Eun ji." Ucap Chan woo langsung menyampingkan badannya, dan menatap wajah Eun ji.


"Sebenarnya," ucapan Chan woo terhenti, saat tiba tiba ada sebuah kepiting yang menggigit kaki Eun ji. Sontak Eun ji langsung teriak.


"Argh, ada hewan yang menggigitku." Ucap Eun ji melompat dan jatuh kepangkuan Chan woo.


"Hewan apa itu, aku takut Mak." Teriak Eun ji, memeluk Chan woo tanpa sadar.


Sontak pipi Chan woo langsung memerah. "Eun ji memelukku, dan dia berada di pangkuanku sekarang. Jantungku sangat berdetak dengan kencang, apa ini aku benar benar jatuh cinta dengannya. Aku harus mengungkapkan perasaanku kepadanya." Ucap batin Chan woo.


"Tidak apa apa kok, itu hanya kepiting saja. Dia sudah pergi kok, kamu bisa duduk kembali dikursi kamu." Jawab Chan woo tersenyum.


Chan woo pun langsung berdiri dihadapannya. "Aku mencintaimu Eun ji." Ucap Chan woo secara langsung.


Sontak Eun ji langsung menatapnya, dan bingung. "Apa yang kamu katakan itu sih. Aku masih bingung." Tanya Eun ji sambil mengelus lehernya.


"Aku sudah lama menyukaimu, dan aku tidak bisa menahan perasaanku ini. Aku menyukaimu, sejak Dae hwa memperkenalkan temannya, dan itu termasuk kamu. Sejak itu lah aku menyukaimu, dan aku tidak menahan perasaanku ini. Tapi kalau memang kamu tidak menyukaiku, tidak apa apa kok." Jawab Chan woo tersenyum luka.


"Kalau begitu, maafkan atas perkataanku ini barusan. Aku pergi dulu." Ucap Chan woo langsung berbalik badan.


Dan tiba tiba saja Eun ji menahan tangannya, dan sontak Chan woo kembali berbalik badan.


"Ada apa?." Tanya Chan woo langsung menatapnya.


"Aku juga sebenarnya sangat menyukaimu. Aku sudah menyukaimu, sejak Dae hwa memperkenalkan dirimu. Aku benar benar cinta kamu, dan aku terus terbayang dirimu. Aku benar benar menyukaimu." Jawab Eun ji dengan tegas sambil menundukkan kepalanya.


Sontak Chan woo kaget, dan bahagia. Tanpa basa basi, Chan woo langsung menaikkan kepala Eun ji, dan langsung menciumnya. Sontak Eun ji sedikit kaget, tapi juga menerima ciuman tersebut.


"Apa kamu bersedia menjadi pacarku?." Tanya Chan woo memegang kedua tangan Eun ji.


"Aku bersedia," jawab Eun ji dengan bahagia, dan mereka langsung berpelukan dengan bahagia.


Disisi lain." Yeah, mereka akhirnya mengungkapkan perasaan mereka masing masing. Bahagia aku." Bahagia Dae hwa dibalik pohon besar.


"Aku juga bahagia sayang. Hahahah, akhirnya mereka bersatu." Ucap Jung woo juga bahagia, sambil memeluk Dae hwa dengan bahagia.


3 Tahun pun berlalu, dimana tiba hari pernikahan Chan woo dan Eun ji berlangsung.


Pengantin pria dan wanita masuk ke atas pelaminan." Ucap Mc tersebut.


Mereka berdua pun naik ke atas dan berdiri di hadapan pendeta. "Sekarang, pasangan pria dan wanita saling berpegangan tangan." Ucap Mc kembali.


Merekapun berpegangan tangan. "tuan Chan woo. Apakah kau bersedia menikahi nona Eun ji dan bersama selamanya. Baik dalam duka maupun senang, baik di kala sakit maupun sehat?." Ucap pendeta tersebut sambil menaruh kitab diatas kepala mereka berdua.


"Aku siap." Jawab Chan woo tersenyum bahagia.


Dan untuk Eun ji. Apakah kau bersedia bersama Marvin dan selalu berada di sisinya selamanya. Baik dalam duka maupun senang, baik di kala sakit maupun sehat?." Ucap pendeta.


"Aku bersedia." Jawab Eun ji tidak bisa lagi membendung air matanya.


"Kalau begitu, kalian resmi menjadi sepasang suami istri." Ucap Pendeta tersebut.


"Sekarang waktunya berciuman, untuk menandakan sebagai sepasang suami istri." Ucap mc tersebut.


Mereka berdua pun saling berciuman dalam kebahagiaan. Dan semua bertepuk tangan atas pernikahan mereka.


"Mami, papi." Ucap yang tidak lain lagi adalah anak Dae hwa dan Jung woo, yang bernama Kim, dan merupakan anak laki laki.


"Sayang, kamu jangan lari lari. Nanti kamu jatuh." Ucap Dae hwa dengan bahagia.


"Akhirnya mereka menikah juga ya sayang, dan kita juga sudah dikaruniai anak laki laki yang tampan, dan akan menyusul anak perempuan yang paling lucu yang ada di kandungan kamu ini. Semoga kebahagiaan kita di dunia, akan sama seperti di akhirat nanti sayang." Bahagia Jung woo langsung mencium kening Dae hwa.


"Iya sayang, aku mencintai kamu." Bahagia Dae hwa dan semua berbahagia, di hari yang bahagia.


............................Tamat..........................................