
"Maafin aku sayang, aku kan cemburu dengan kamu. Aku kan mau tahu." Ucap Jung woo mau sesuatu.
Tanpa basa basi, Dae hwa langsung mencium bibirnya. Sontak Jung woo kaget, dan langsung menerima ciuman Dae hwa.
Jung woo langsung menidurkannya, dan Jung woo berada diatasnya." Ugh." Ucap Dae hwa, sampai pipinya memerah.
Dae hwa merangkul lehernya." Apa kamu mau melihat tubuhku?." Tanya Dae hwa menggodanya.
"Kamu mau mencoba menggodaku sayang. Baiklah, tidak akan kubiarkan kamu tenang malam ini." Ucap Jung woo langsung membuka pakaiannya dengan wajah yang memerah.
Mereka pun langsung memainkan malam yang sangat panas, dengan kebahagiaan.
"Akhhh, pelan pelan sayang. Sakit tahu." Ucap Dae hwa merasa enak, sambil menahan sakitnya.
"Aku akan lebih lembut kepada kamu sayang. Lebih baik, kamu nikmati saja." Ucap Jung woo tersenyum puas dan melanjutkan permainannya.
Pagi pun tiba. Dimana banyak bekas kecupan di badan Dae hwa. Dae hwa pun langsung bangun, dan membuka matanya pelan pelan.
"Pagi sayangku, cintaku." Sapa Jung woo yang sudah bangun, dan berada disampingnya.
"Pagi juga sayangku. Aku lelah banget tahu," Jawab Dae hwa yang masih ingin tidur.
"Kalau kamu lelah, kamu bisa tidur lagi sayang. Dan tidak perlu kerja dulu sayangku." Ucap Jung woo mengelus rambutnya.
"Tapi aku mau kerja juga sayang. Soalnya aku bosan di rumah terus, boleh kan sayang." Jawab Dae hwa memeluk Jung woo.
"Baiklah sayang. Kalau begitu, kami mandi dulu. Biar aku yang membuat sarapan untuk kamu, dan ayah." Langsung berdiri, dan mengenakan pakaiannya.
"Aku mandi dulu deh. Tapi, aku masih merasa kelelahan." Langsung mencoba berdiri.
"Aduh, sakit banget kakiku. Ini semua gara gara si Jung woo gila itu. Dia sangat agresif banget, apa aku harus seperti ini saat berada disisinya." Ucapnya kesakitan, sambil menuju kamar mandi dengan hati hati.
Setelah beberapa menit. Dae hwa pun selesai mandi, dan sudah berpakaian rapi, untuk ke perusahaan.
Dae hwa pun langsung turun ke bawah, menuju meja makan." Ehm, harum banget sayang. Kamu masak apa?." Tanya Dae hwa langsung duduk.
"Masak sesuatu yang kamu sukai dong sayangku. Yang terpenting, kamu diam saja, dan akan aku buatkan makanan untuk kita." Jawab Jung woo, sambil memasak sarapan.
"Baiklah sayang. Kamu kan belum mandi, lebih baik serahkan kepadaku sayang. Biar kamu mandi sana." Ucapnya kembali dengan tersenyum bahagia.
"Bentar lagi siap kok ini sayang. Kamu tenang saja, dan duduk manis saja." Jawab Jung woo.
"Baiklah."
Sarapan pun selesai dibuat oleh Jung woo, dan ia langsung meletakkannya di piring piring, lalu di letakkan di atas meja makan.
"Kan sudah selesai kan. Kalau aku yang buat, pasti cepat siap sayang. Semoga enak deh." Ucap Jung woo langsung tersenyum kembali, karena masakannya selesai dengan mudah.
"Kalau begitu, aku mandi dulu ya sayang. Kalau kamu mau menunggu dulu, tunggulah aku sayang. Kalau kamu sudah lapar, makan duluan saja sayang." Ucapnya kembali sambil mengelus rambut Dae hwa.
"Aku akan menunggu kamu kok sayang. Kalau begitu, lebih baik kamu mandi sana. Bau tahu, hahahah." Jawab Dae hwa membuat candaan.
Jung woo yang merasa gemas, langsung