Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
Episode 92: Video Call



"Oh ya sayang. Apa kamu tidak menanyakan kabar Chan woo. Bagaimana dia disana?." Tanya Dae hwa.


"Soal itu kenapa emangnya sayang. Apa kamu merindukan Chan woo?." Tanya balik Jung woo langsung menggendong Dae hwa, untuk duduk di pangkuannya.


"Tidak sih. Tapi kan dia sahabat kamu, apa salahnya kalau kita memberitahukannya kepada kita sudah menikah." Jawab Dae hwa.


"Yaudah deh. Kalau begitu, aku akan mengajaknya video call sekarang." Ucap Jung woo langsung mengambil ponselnya, dan langsung menghubungi Chan woo.


Tersambung. "Halo Jung woo. Ada bro," Tanya Chan woo.


Sontak Chan woo kaget, karena melihat ada Dae hwa yang duduk di pangkuannya. "Eh, kenapa kau Dae hwa ada dipangkuan Jung woo?." Tanya Chan woo langsung melotot.


"Iya juga sih, kalian kan sudah berpacaran sih. Jadi terserah kalian deh." Ucap Chan woo yang sedikit cemburu, karena ia tidak mempunyai pacar.


"Ada apa menghubungiku. Aku sangat sibuk ini?." Tanya Chan woo langsung melipat kedua tangannya.


Jung woo langsung menunjukkan tangannya, bersama Dae hwa. "Lihat ini." Ucap Jung woo sambil tersenyum tipis.


Chan woo pun langsung melihat mereka berdua. "Cincin, kenapa emangnya dengan cincin itu?." Tanya Chan woo yang belum menyadarinya.


"Lihat dengan baik." Ucap Jung woo.


Chan woo langsung memerhatikan jari mereka berdua. "Cincinnya saja. Apa!. Kalian menikah?." Tanya Chan woo yang baru menyadarinya.


Jung woo dan Dae hwa langsung menganggukkan kepalanya. "Astaga, benar yang aku katakan ini. Kalian menikah, dan kenapa tidak mengundangku. Kalian memang bukan sahabat yang baik." Ucap Chan woo langsung ngambek.


"Benar yang di katakan Jung woo itu Chan woo. Jadi, bukan maksud kami untuk melupakanmu. Tapi, kami kan hanya akad saja, jadi mana mungkin memanggilmu yang jauh disana. Kan nanti kau juga yang kelelahan. Bagaimana sih." Ucap Dae hwa ikut tersenyum.


"Saat acara besar pernikahan kami nanti. Baru kami akan mengundang mu, dan akan mengajak Eun ji juga." Ucap Dae hwa langsung menaikkan alisnya.


"Eh, kenapa kau tiba tiba membahas sahabat mu itu?." Tanya Chan woo langsung memalingkan wajahnya.


"Apa Dae hwa tahu, kalau aku menyukai sahabatnya itu. Bagaimana ini tuhan, tolong lindungi aku." Ucap batin Chan woo, dan pipinya langsung memerah, karena Dae hwa menyebut Eun ji.


"Tuh kan, pipimu memerah. Sudah aku pastikan, bahwa kau menyukai Eun ji. Katakan, apa kau menyukainya?." Tanya Dae hwa meledaknya.


Chan woo kembali menatapnya. "Siapa juga yang menyukai sahabat mu yang tomboy itu. Aku tidak menyukainya." Sedikit tegas Chan woo.


"Kalau begitu, aku akan menjodohkan Eun ji, dengan pria yang ada di luaran sana. Dan tidak akan ada yang menyukaimu lagi. Hahahah." Tertawa Dae hwa mengejeknya kembali.


"Eh, iya iya. Aku menyukainya." Jawab Chan woo sambil menundukkan kepalanya karena malu.


"Sudahlah, aku doakan semoga kalian bahagia, dan cepat mempunyai anak. Agar aku bisa memiliki keponakan. Kalau begitu, dah." Dalam keadaan salting, langsung mematikan ponselnya.


"Hahahah, dia begitu lucu ketika salting. Mana pakai tunduk lagi, sungguh lucu." Tertawa pulas Dae hwa, sampai melupakan Jung woo.


"Apa hanya dia yang lucu. Apa aku tidak lucu sayang?." Tanya Jung woo meletakkan kepalanya di bahu Dae hwa.


"Eh, maksudku