Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
Episode 89: Roti Panggang



"Aku akan menunggu kamu kok sayang. Kalau begitu, lebih baik kamu mandi sana. Bau tahu, hahahah." Jawab Dae hwa membuat candaan.


Jung woo yang merasa gemas, langsung menggigit pipi Dae hwa. "Ehm, kamu gemas banget sih sayang. Aku jadi semakin mencintai kamu kan." Ucap Jung woo sangat gemas dengan Dae hwa, dan langsung memeluk Dae hwa kembali.


"Udah ih, mending kamu cepat mandi sana. Aku mau tidur sebentar lagi." Ucap Dae hwa langsung mendorong Jung woo berdiri, dan Jung woo langsung masuk ke kamarnya.


Dae hwa pun kembali duduk. "Bisa bisa aku gila karena suamiku sendiri. Lebih baik, aku mandi di sebelah juga deh. Daripada menunggu Jung woo mandi, karena lama." Ucap Dae hwa langsung keluar dari kamar Jung woo, dan masuk ke kamar mandi miliknya, yang berada di samping kamar Jung woo.


Setelah beberapa menit. Jung woo pun sudah selesai mandi, dan langsung keluar dari kamas mandi, dengan handuk yang hanya di taruh di pinggangnya saja. "Sayang, kamu." Tidak ada siapa siapa.


"Eh, dia kemana. kenapa tidak ada disini. Apa dia sedang membuat sarapan." Ucapnya langsung mengenakan pakaiannya.


Disisi lain. Di kamar Dae hwa, Dae hwa pun selesai mandi, dan mengenakan pakaian kantornya juga. "Selesai. Mending aku turun deh, untuk membuat sarapan pagi." Ucap Dae hwa langsung ke dapur, untuk membuat sarapan pagi.


"Aku buat roti panggang saja deh. Pasti ayah suka juga deh." Langsung memasukkan roti mentah, ke tempat pemanggangan roti.


Dae hwa langsung mengambil selai coklat dan blueberry. Roti pun selesai dipanggang, dan Dae hwa langsung mengambilnya dengan hati hati.


Saat Dae hwa mau mengambil roti sisanya, tiba tiba Dae hwa terkena panggangan tersebut. "Auh." Ucap Dae hwa langsung kesakitan tiba tiba.


Sontak Jung woo yang baru datang, langsung menghampirinya. "Sayang, kamu kenapa." Panik Jung woo langsung memegang tangan Dae hwa.


"Tapi tidak apa apa kok. Hanya luka kecil saja, nanti juga sembuh sendiri." Tersenyum Dae hwa.


Jung woo langsung menarik tangan Dae hwa, dan langsung meniupnya dengan sangat hati hati." Aku tiup dulu luka ini, biar tidak terlalu sakit. Makanya, kalau kamu mau buat sesuatu, panggil saja aku. Kan aku sudah menjadi suami kamu, dan kamu bisa menggunakan aku." Ucap Jung woo, sambil meniup luka yang ada dijari Dae hwa.


"Terima kasih banyak sayang. Aku sangat sayang kamu." Bahagia Dae hwa, langsung mengecup pipi Jung woo.


"Ehm, mulai juga kamu ya. kamu sungguh menggemaskan." Ucap Jung woo sangat bahagia.


"Sudah deh sayang, ini sudah baik kok. Mending kamu duduk, dan akan aku buatkan sarapan rotinya." Ucap Dae hwa.


"Kamu yang duduk saja sayang, biar aku yang menyiapkan sarapannya sayang." Ucap Jung woo langsung mendudukkan Dae hwa.


"Baiklah sayang. Terima kasih banyak sayangku." Bahagia Dae hwa, langsung melihat Jung woo yang sedang membuatkan sarapan roti untuk mereka.


Setelah membuatnya. Jung woo langsung memberikan selai ke roti panggang tersebut." Kamu mau rasa apa sayang?." Tanya Jung woo.


"Aku mau rasa coklat aja deh sayang. Soalnya aku suka coklat." Jawab Dae hwa menatap Jung woo dengan tatapan begitu sayang.


"Kalian sedang apa?." Tanya yang tidak lain lagi ialah