
"Tapi kadang aku masih kesal karenanya.Dia selalu menyuruh nyuruh ku.Oh ya, aku kan asistennya jadi wajar dong dia menyuruhku.Sudahlah, aku harus fokus bekerja kembali dan mengejar cinta ku sekarang."Ucap batin Dae hwa kembali fokus bekerja.
Beberapa menit kemudian.Tiba tiba ponsel Dae hwa berdering."Uri.omma....omma ga...."
"Siapa lagi yang menelpon ku.Sudah sehari ini, banyak sekali yang menghubungi ku."Mengambil ponselnya.
"Oh...ternyata vc grup kami.Ada apa ya, tumben banget video call."Mengangkat video call tersebut.
"Halo...., tumben banget video call.Apa kalian merindukanku?."Tanya Dae hwa tersenyum.
"Kami sangat merindukanmu.Bagaimana dengan pekerjaan mu?."Jawab Hana sekaligus bertanya.
Eun ji tersenyum."Baik....., aku lebih suka di perusahaan ini.Ya walaupun tidak seasik di perusahaan lama karena tidak ada kalian.Tapi disini aku menemukan teman baru dan ada karyawan baru juga tau."Jawab Dae hwa tersenyum.
"Apa bos gila kebersihan itu menganggu mu lagi.Jika iya, katakan saja.Aku akan langsung menendang bokongnya itu?."Tanya Eun ji kesal kalau Dae hwa sampai terjadi apa apa.
"Aku baik baik saja kok Eun ji.Jangan marah marah dong.Aku senang disini."Jawab Dae hwa mencoba menenangkan Eun ji yang kesal.
"Karyawan baru...., siapa tu?."Tanya Hana mengalihkan pembicaraan.Agar Eun ji tidak marah lagi.
"Oh ya.Siapa anak baru itu Dae hwa.Perkenalkan dong sama kami."Ucap Eun ji penasaran.
"Namanya Chan yoel.Dia cukup tampan juga,tapi sepertinya dia sangat di manja oleh keluarganya.Karena dia mempunyai keluarga yang cemara tau." Jawab Dae hwa sambil berbisik.
"Wah...., aku suka yang manja manja."Ucap Eun ji tersenyum.
"Bagaimana dengan dirimu.Kau kan sangat pemarah, apa bisa kau dengan pria manja sepertinya.Bisa bisa pria itu malah kabur lagi karena melihat wajah seram mu itu."Ucap Hana tertawa tipis.
"Hahahaha......"Kau ada ada saja hana."Tertawa Dae hwa.
"Kau!!!..., enak saja mengejekku.Gini gini aku bisa menaklukan pria tau.Kau lihat saja nanti."Kesal Eun ji ngambek.
"Sudahlah..., kalian jangan bertengkar.Omong omong, bagaimana keadaan di perusahaan kalian sekarang?."Tanya Dae hwa sambil mengerjakan berkasnya.
"Baik baik saja.Tapi kemarin sempat ada masalah.Pas kau dengan pemilik perusahaan mu itu datang untuk rapat.Kan kau ada membantah pak Felix jadinya pas kalian pulang.Pak Felix marah marah sendiri dan tidak lama amarahnya rendah karena wanitanya sudah datang."Jawab Hana membalikkan bola matanya sudah terbiasa dengan hal seperti itu.
"Dan saat itu juga tunangan pak Felix.Malah menyuruh kami untuk menyeduh kopi, padahal kami bukan asisten pribadinya.Dia seenak saja menyuruh kami."Kesal kembali Eun ji mengingat kembali hal tersebut.
"Memang jika tidak ada dirimu.Perusahaan sekarang jadi kritis.Tapi berkat bantuan perusahaan kalian sekarang.Jadinya lumayan membaik sih."Ucap Hana menjelaskannya.
"Baiklah..."
"Dae hwa.Apa malam nanti kau sibuk?."Tanya Eun ji.
"Sepertinya tidak deh.Ada apa emangnya Eun ji?."Tanya Dae hwa.
"Bagaimana kalau nanti malam kita ke restoran dan makan ramen disana.Katanya malam ini ada diskon karena malam akhir bulan.Bagaimana."Jawab Eun ji tersenyum.
"Wah...., enak banget tu.Ada diskonnya lagi, siapa yang bisa menolaknya.Aku ikut."Ucap Hana bahagia dengan yang diskon diskon.
"Tentu dong...., tenang saja.Restoran tersebut sudah menyiapkan bir yang begitu enak.Jadi aman."Jawab Eun ji tersenyum kembali.
"Baiklah...., kalau begitu nanti malam jumpa di restoran ya langsung dan jangan lupa serlok tempatnya y Eun ji."Ucap Dae hwa.
"Asiap mang.Kalau begitu kita tutup ya video call untuk hari ini."Ucap Hana.
"Dah semuanya...."Jawab Dae hwa Melambaikan tangannya lewat hpnya.
"Dah...."Merekapun sama sama mematikan video call mereka.
"Sabarlah Dae hwa.Kau akan makan enak malam ini dan akan mengatakan pada sahabatmu kalau aku menyukai pak Jung woo dan aku akan meminta masukan dari mereka.Apa cara ampuh untuk memikat pria."Ucap batin Dae hwa tersenyum.
Malam pun tiba.Dimana Dae hwa akan makan bersama sahabatnya di restoran yang sudah di serlok Eun ji padanya.
"Siap juga nih berkas.Saatnya aku makan di restoran dan bertemu dengan sahabat sahabatku.
Saat keluar dari ruangan.Dae hwa berpapasan dengan Chan yoel yang mau pulang juga.
"Eh...malam bu Dae hwa."Menunduk Chan yoel.
"Malam juga Chan yoel.Apa kau pulang?."Tanya Dae hwa kepadanya.
"Iya bu Dae hwa.Apa bu Dae hwa juga mau pulang?."Jawab Chan yoel sekaligus bertanya.
"Saya mau mampir ke restoran sebentar."Jawab Dae hwa.
"Apa saya boleh ikut bu Dae hwa?."Tanya Chan yoel ingin ikut.
"Ini tentang masalah pribadi Chan yoel.Lain kali saya akan mengajakmu dan ini adalah pertemuan para wanita.Lain kali saja saya."Jawab Dae hwa tidak mau membiarkan chan yoel mengetahui kalau dia menyukai Jung woo.
Mengelus lehernya."Baik bu Dae hwa.Kalau begitu saya pulang duluan.Selamat malam bu Dae hwa."Tersenyum Chan yoel sambil melambaikan tangannya lalu pergi meninggalkan Dae hwa sendiri.
Setelah Chan yoel pergi dan Dae hwa langsung menghela nafasnya dalam dalam."Fyuh...., untung saja aku bisa membuatnya tidak ikut denganku.Apa pak Jung woo sudah pulang ya."Ucap batin Dae hwa penasaran.
"Aku ke ruangan pak Jung woo dulu deh."Langsung ke lantai atas untuk ke ruangan Jung woo dan tak jadi turun dulu.
Sesampai di ruangan Jung woo dan Dae hwa perlahan lahan masuk ke dalam.Agar tidak di ketahui oleh Jung woo.
Didalam.Dae hwa di pandangkan dengan tubuh telanjang Jung woo yang hanya memakai celana saja dan baju terbuka.Sehingga tubuh atasnya terlihat dengan jelas.
Seketika itu juga Dae hwa yang melihatnya.Tidak bisa terus menghindarinya.Sampai sampai Dae hwa mimisan.Akibat menatap terlalu lama badan Jung woo itu.
"Astoge....Mak...., kenapa badan pak Jung woo ketika terlihat semuanya bagian atasnya begitu indah.Sampai sampai hidungku mengeluarkan darah akibat keindahan tubuhnya.Apalagi perutnya itu.Yatuhan...., bisa bisa gue mati lagi di tempat dan langsung di ambil nyawa gue sama malaikat izrail sangking indahnya badannya."Terus menatap perut indah jung dan mulai mendekatinya sambil merapikan kacamatanya agar melihat dengan jelas.
"Apa aku harus membuka kacamataku ya.Agar terlihat jelas.Lagi pula aku tidak rabun, aku hanya memakainya karena aku sangat menyukainya.Buka deh, biar lebih jelas lihatnya."Ucap batin Dae hwa membuka kacamatanya agar melihatnya dengan jelas.