
"Sudahlah..., aku tidak boleh cemburu.Aku harus menghilangkan perasaan ini."Ucapnya langsung masuk ke ruangan pribadinya.
Dae hwa pun langsung masuk ke perusahaannya, setelah Felix pergi."Selamat pagi Dae hwa."Sapa Nam ji.
"Selamat pagi juga Nam ji."Jawabnya sambil tersenyum.
"Omong omong..., tadi itu siapa..., apa dia pacarmu?."Tanya Nam ji.
"Bukan, bukan..., dia hanya bos dari perusahaan lama saya dan kami hanya berteman.Tidak pacaran, kau mengerti."Jawab jelas Dae hwa.
"Ouh..., baiklah.....
"Kalau begitu aku permisi dulu."Ucap Dae hwa langsung naik ke lantai 2 menuju ruangannya.
Sesampai ruangannya.Dae hwa pun langsung masuk kedalam dan duduk di kursi kerjanya."Sampai juga akhirnya..., apa pak Jung woo sudah sampai.Aku antarin kopi deh."Bangkit kembali dari kursinya dan langsung menuju kantin yang berada di lantai 1.
Sesampai kantin."Buk..., pesan kopi cappucino nya 1 dan kopi americano nya 1."Pesan Dae hwa.
"Baik..., ditunggu Dae hwa."Jawab Ibuk kantin tersebut langsung membuatkan kopi pesanannya.
Saat Dae hwa sedang menunggu.Tiba tiba Jiy wa datang."Halo Dae hwa..."Panggil Jiy wa sambil membawa kopinya.
"Eh..., kau rupanya Jiy wa.Ada apa?."Tanya Dae hwa menatapnya.
"Aku baru saja membeli kopi dan mau ke meja kerjaku.Tapi aku tadi melihatmu dan aku langsung menghampirimu deh."Jawab Jiy wa tersenyum.
"Ouh..., pantas saja membawa kopi.Kirain lagi ngapain disini."Ucap Dae hwa ikut tersenyum.
"Kalau aku lihat lihat..., kau jadi sering beli kopi ya.Padahal tidak biasanya kau begini."Heran Jiy wa.
"Kopi ini bukan untukku, tapi untuk pak Jung woo.Hari ini aku lagu kepengen kopi juga, jadi aku pesan kopi untukku juga deh."Jawab Dae hwa.
"Ohhh..., pantas saja.Rupanya untuk pak Jung woo toh.Kalau begitu aku duluan ya, karena masih banyak kerjaan."Ucapnya langsung pergi dan melambaikan tangannya.
Dae hwa pun ikut melambaikan tangannya."Ini kopi mu Dae hwa."Ucap ibuk kantin langsung memberikan kopi tersebut kepadanya.
"Terima kasih banyak buk kantin..., ini uangnya."Memberikan uang tersebut dan langsung membawa 2 gelas kopi tersebut.
"Sama sama dan saya terima kasih juga."Tersenyum ibuk kantin.
"Iya buk..., saya permisi dulu."Langsung pergi ke ruang pribadi Jung woo, sambil membawa 2 gelas kopi hangat.
"Untung saja aku masih baik kepadanya, karena kejadian kemarin.Sudahlah Dae hwa, jangan pikirkan soal kemarin, itu sudah berlalu.Kau harus fokus untuk mendapatkan cinta pak Jung woo dan juga jabatan."Ucap Dae hwa.
Sesampai didepan ruang pribadi Jung woo."Permisi pak..., saya Dae hwa boleh masuk ga pak?."Tanya Dae hwa dari luar.
"Masuk...."Jawabnya.
Dae hwa pun langsung masuk kedalam dan langsung meletakkan kopi tersebut seperti biasanya di atas meja Jung woo.
"Ini kopi untuk anda pak..., smoga bapak suka dan ini kopi kesukaan bapak seperti biasanya."Tersenyum Dae hwa sambil memegang kopi miliknya.
"Terima kasih..., kau boleh pergi."Jawab dengan dingin Jung woo.
"Sama sama pak..., saya permisi dulu."Ucap Dae hwa langsung keluar dari ruang kerja Jung woo.
Diluar ruangannya."Apa yang terjadi dengan pak Jung woo ya.Kenapa tiba tiba hawa dingin pak Jung woo muncul lagi..., apa pak Jung ada masalah."Bingung Dae hwa langsung kembali ke ruangannya.
Didalam ruangannya.Dae hwa melamun."Pak Jung woo kenapa ya..., kenapa hari ini pak Jung woo benar benar berbeda dari sebelumnya.Arghh, sudahlah Dae hwa.Jangan hiraukan dia dan kerjakan tugas mu sebagai asistennya."Langsung fokus bekerja sambil meminum kopi miliknya.
"Kurasa ku..., telah jatuh cinta..., pada pandangan yang pertama...."Nyanyi Dae hwa untuk menghilangkan rasa lelahnya.
Siang pun tiba.Dimana Dae hwa sedang baring disofa, setelah mengerjakan berkas berkasnya yang sudah beres semua dan akan diantarkan ke ruangan Jung woo.
Saat Dae hwa sedang berbaring.Tiba tiba ponselnya berdering."Omma omma gahhh."Bunyi nada panggilannya.
"Eh..., siapa yang menelponku ya."Langsung mengambil ponselnya yang ada dimeja kerjanya.
Melihat."Pak Jung woo..., ada apa dengannya."Langsung mengangkatnya.
"Halo pak..., ada apa ya pak?."Tanya Dae hwa sambil duduk di kursi kerjanya.
"Kau bisa datang ke ruanganku dan sekalian bawa berkas yang saya minta kemarin."Jawab Jung woo.
"Baik pak..., saya akan kesana secepatnya."Ucap Dae hwa langsung merapikan berkas berkas yang akan diantar ke ruangan Jung woo.
Sesampai ruangan Jung woo."Saya boleh masuk pak?."Tanya Dae dari luar sambil membawa berkas berkasnya.
"Masuklah."Jawab Jung woo.
Dae hwa pun langsung masuk kedalam ruangan Jung woo.Dan saat didalam, Dae hwa melihat ada sesosok pria tinggi dan tampan sedang duduk disofa dan membawa sebuah koper.
"Eh..., dia siapa.Tidak pernah melihatnya di perusahaan ini."Ucap batin Dae hwa bingung.
Pria itupun tersenyum kepada Dae hwa, karena Dae hwa menatapnya.Dae hwa pun ikut tersenyum, agar tidak canggung.
"Apa yang kau lihat asisten Dae hwa?."Tanya Jung woo sambil melipat tangannya.
"Eh..., tidak kok pak.Ini berkas yang bapak minta pak, saya sudah menyelesaikannya."Jawab Dae hwa langsung memberikan berkas tersebut kepada Dae hwa.
"Halo nona..., siapa namamu?."Tanya pria tersebut.
Menoleh."Nama saya Dae hwa pak..., kalau boleh tau nama anda siapa ya?."Jawab Dae hwa sekaligus bertanya.
"Perkenalkan nama saya Chan woo."Jawab pria tersebut bernama Chan woo.
"Marga kalian sama ya?."Tanya Dae hwa.
"Benar...., tapi saya tidak terlahir dari keluarganya."Jawab Chan woo tersenyum.
"Kenapa tidak...., berarti kau bukan kakak atau adik pak Jung woo ya?."Tanya kembali dae hwa.
"Bukan..., saya anak angkatnya dan sekaligus teman bagi Jung woo."Jawab Chan woo dengan jelas.
"Wah..., hebat hebat."Tepuk tangan Dae hwa.
"Terima kasih banyak gadis cantik."Mengelus rambut Dae hwa.
"Sama sama pak Chan woo.Omong omong kok anda tidak pernah terlihat di perusahaan ini ya?."Tanyanya kembali.
"Saya baru pulang dari Spanyol dan hari ini saya baru kembali di Korea.Makanya saya tidak pernah terlihat disini.Dan apakah kau karyawan baru?."Jawab Chan woo sekaligus bertanya.
"Iya...., makanya saya juga tidak mengenal anda.Saya asisten baru pak Jung woo."Jawab Dae hwa tersenyum.
"Uhuk..., huk...., kenapa kalian mengabaikan ku dan asik mengobrol."Ucap Jung woo kesal.
"Eh..., maaf pak Jung woo.Saya tadi asik mengobrol dengan pak Chan woo, sepertinya pak Chan woo orang yang bergaul."Ucap Dae hwa menunduk dan meminta maaf.
"Sudahlah Jung woo..., kau selalu saja marah dengan hal sepele.Masih tidak berubah dari dulu."Ucap Chan woo membela Dae hwa.
"Iya, iya...., kalau begitu kau kembalilah ke ruangan mu Dae hwa.Aku akan menghubungimu nanti."Ucap Jung woo.
"Baik pak..., saya permisi dulu.Sampai jumpa lagi pak Chan woo."Tersenyum bahagia dan melambaikan tangannya.
"Sampai jumpa juga gadis cantik."Menggodanya.