
"Manager Dae hwa..., apa saya boleh memanggil mu dengan sebutan itu lagi?."Tanya Felix sambil mengunyah makanannya.
"Hahaha..., gapapa pak.Lagian kita kan teman, aman itu pak."Jawab Dae hwa tersenyum tipis kepadanya.
"Dan ada satu lagi manager Dae hwa.Kenapa kau tidak mau berpacaran, padahal dulu kau sangat menginginkan berpacaran?."Tanya Felix.
"Kan sudah saya bilang tadi pak, dan saya mau fokus untuk bekerja dan menikmati hidup dulu pak."Jawab Dae hwa sambil mengelus lehernya.
"Apa kau tidak mau berpacaran dengan si tampan ini?."Tanya Felix sambil menaikkan alis sebelah nya.
"Hahahaha..., pak ceo ada ada saja.Saya tidak suka lagi dengan bapak, jadi pak ceo tenang saja, karena saya sudah menyukai pria lain."Jawab Dae hwa sambil tertawa.
"Wah..., pria itu pasti beruntung, karena disukai oleh wanita secantik kau ini."Ucap Felix terus terang kepada Dae hwa.
"Hahaha...., pak ceo bisa saja."Ucap Dae hwa.
"Omong omong..., apa kau tidak mau kembali ke perusahaan?."Tanya Felix menatapnya.
"Bukannya tidak mau pak..., saya sudah nyaman dengan perusahaan yang sekarang dan sudah tidak ada lagi yang macam macam dengan saya.Saya sudah sangat bahagia di perusahaan baru saya pak."Jawab Dae hwa tidak ada penyesalan sama sekali.
"Ternyata perusahaan mu sekarang, memang sangat bagus ya.Makanya kau sangat betah disana."Ucapnya.
"Tentu dong pak ceo...., dan diperusahaan baru saya.Saya memiliki banyak teman."Jawab Dae hwa sambil meminum minuman nya.
Setelah mereka berbincang bincang.Dae hwa pun langsung keluar dari restoran tersebut bersama Felix.
"Apa kau mau pulang bersama saya, manager Dae hwa?."Tanya Felix.
"Tidak usah pak..., saya mau cari angin dulu."Jawab Dae hwa tidak enakan.
"Apa benar?."Memastikan.
"Iya pak ceo..., aman deh.Pak ceo duluan saja, saya mau cari angin dan rumah saya dekat dari sini kok."Jawabnya tersenyum.
"Baiklah..., kalau begitu saya duluan ya manager Dae hwa."Ucap Felix melambaikan tangannya lalu masuk ke dalam mobilnya.
"Iya pak..., hati hati."Jawabnya ikut melambaikan tangannya.
Felix pun langsung pergi meninggalkan Dae hwa.Setelah Felix pergi.
"Aku mau jalan jalan dulu deh, sekalian menurunkan makanan ini ke usus ku."Ucap Dae hwa langsung berjalan jalan.
Saat Dae hwa baru berjalan dari restoran tersebut.Tiba tiba ponselnya berdering.
"Omma omma gahh...."Bunyi nada dering nya.
"Eh..., siapa yang menghubungi ku."Mengambil ponselnya dan melihat nya.
"Pak Jung woo...., ada apa ya."Langsung mengangkatnya.
"Halo pak..., ada apa ya pak?."Tanya Dae hwa.
"Apa kau sudah pulang dari restoran tersebut?."Tanya balik Jung woo.
"Sudah pak..., kenapa emangnya pak?."Jawab Dae hwa sekaligus bertanya.
"Ini ayah meminta mu datang ke rumah..., katanya dia mau berjumpa dengan mu dan mengajak mu bermain dengan si Katy.Saya tidak bisa membujuk ayah, untuk tidak bertemu dengan mu.Tapi ayah malah marah marah.Apa kau bisa datang sebentar saja?.
"Eh..., bisa banget pak.Saya akan kesana sekarang dan kebetulan saya juga rindu dengan Katy..., kalau begitu saya matikan ponselnya ya pak."Jawab Dae hwa bahagia, karena akan berjumpa dengan Jung woo.
"Ini kesempatan ku lagi untuk mendekati pak Jung woo."Ucap Dae hwa langsung menaiki taxi yang lewat.
Sesampai rumah Jung woo.Dae hwa langsung memencet bel rumah nya.
Ternyata yang membukakan pintu tersebut ialah Jung woo."Kau sudah datang...
"Sudah pak."Jawab Dae hwa tersenyum bahagia.
"Masuklah...
Dae hwa pun langsung masuk ke dalam dan ternyata didalam sudah ada ayah Jung woo yang menunggu di ruang tamu dan duduk dengan tenang.
"Halo ayah..."Panggil Dae hwa langsung menghampiri nya.
"Nak Dae hwa..., akhirnya kau datang juga sayang."Langsung berdiri dan memeluk Dae hwa.
"Ayah pikir Jung woo tidak akan mau memanggil mu, ternyata dia mau mengikuti perintah ayah juga."Ucap pak Baek woo melepaskan pelukan tersebut dan mencubit pipi Dae hwa.
"Hahaha..., aku juga lagi rindu nih sama Katy.Apa Katy ada disini?."Tanya Dae hwa.
"Dia sedang ada di kamar ayah..., kalau kau mau ambil.Ambillah."Jawab pak Baek woo sangat bahagia dengan kehadiran Dae hwa.
"Apa kalian terus berduaan saja dan tidak menganggap saya."Ucap cemburu Jung woo.
"Eh..., maaf pak Jung woo, saya jadi lancang di rumah anda sendiri.Pak Jung woo duduklah, akan saya buatkan jus untuk kalian berdua."Ucap Dae hwa mempersilahkan Jung woo duduk dan langsung menuju ke dapur.
Setelah Dae hwa ke dapur dan di ruang tamu hanya ada pak Baek woo dan Jung woo yang saling bertatapan.
Duduk."Ayah jangan terlalu sayang dengan Dae hwa..., Dae hwa itu sudah memiliki pasangan dan dia mencintai seseorang tersebut.Jadi ayah tidak bisa selamanya dengan nya."Ucap Jung woo.
"Apa benar Dae hwa sudah menyukai pria lain dan bukan menyukai mu.Makanya ungkapkan perasaan mu kepada Dae hwa, jika kau menyukainya."Ucap pak Baek woo masih tidak percaya.
"Aku tidak menyukainya ayah..., lagi lagi ayah seperti itu."Ucap Jung woo buang muka.
"Ayah bisa melihat dari wajahmu..., kalau kau menyukai Dae hwa.Katakan perasaan mu, atau kau tidak akan mendapatkan nya."Ucap ayahnya mendukung nya.
"Sudahlah ayah..., aku lagi tidak mau membahas soal percintaan.Aku mau fokus bekerja dulu."Tegas Jung woo.
Disisi lain, Dae hwa yang sedang menyiapkan jus jeruk untuk Jung woo dan pak Baek woo.
"Jus jeruk memang paling menyegarkan.Smoga aja pak Jung woo dan pak Baek woo menyukainya."Ucap Dae hwa senyum senyum sendiri.
Setelah Dae hwa menyiapkan jus jeruk tersebut.Dae hwa pun langsung membawa jus tersebut ke ruang tamu.
"Jus jeruk sudah siap..."Tersenyum Dae hwa langsung meletakkan jus jeruk di atas meja.
"Wah..., ayah sangat menyukai jus jeruk.Nak Dae hwa memang yang paling peka deh."Bahagia pak Baek woo langsung mengambil jus jeruk tersebut.
Meminum nya."Wah..., manis nya pas dan tidak terlalu manis.Nak Dae hwa hebat deh."Memberikan jempol.
"Minumlah dengan pelan pelan ayah..., nanti kesedak."Ucap Jung woo.
"Aku tahu."Jawabnya.
"Ini punya pak Jung woo, saya ambilkan."Ucap Dae hwa memberikan jus tersebut kepada Jung woo.
"Terima kasih banyak..., aku mau ke ruang kerja ku dulu."Jawab Jung woo mengambil jus tersebut dan langsung pergi ke ruang kerja.
Setelah Jung woo pergi."Ada apa dengan pak Jung woo ya.Dari kemarin pak Jung woo cuek banget, tidak seperti biasanya."Ucap batin Dae hwa melamun.
Menyadarkan nya."Nak Dae hwa..., kenapa melamun?."Ucap pak Baek woo.
"Eh..., tidak apa apa kok ayah.Kalau begitu habiskan dulu jus jeruk nya.Aku mau ke kamar ayah dulu, untuk memanggil Katy."Jawab Dae hwa langsung ke kamar pak Baek woo.