Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
episode 42: Janjian



Tiba tiba ada yang menepuk pundaknya dari samping dan ternyata ia adalah Chan woo sahabatnya.


Jung woo reflek kaget dan langsung melihat ke arah sumber."Eh..., Chan woo.Ada apa kemari?."Tanya Young Soon.


"Aku tadi mampir ke supermarket untuk membeli kopi instan nih.Sedangkan kau, kenapa disini?."Jawab Chan woo sekaligus bertanya.


"Aku lagi cari angin malam saja."Jawabnya tanpa ekspresi.


Chan woo langsung duduk disampingnya."Kau kenapa...., kenapa wajahmu murung begitu?."Tanya Chan woo menatapnya.


"Aku tidak apa apa..., jangan banyak tanya.Mending kita pulang sekarang."Ucap Jung woo langsung berdiri dan meninggalkan Chan woo.


"Tunggu aku...., dasar Jung woo badak."Kesal Chan woo langsung mengejarnya dari belakang.


Disisi lain.Dae hwa yang menuju rumahnya."Apa aku merasa bersalah, karena sudah meninggal pak Jung woo.Dari ekspresi pak Jung woo..., sepertinya pak Jung woo kecewa denganku.Bagaimana ini ya..., aku jadi tidak bis mendekati pak Jung woo, gara gara Eun ji dan Hana."Kesal sendiri Dae hwa sambil menghentakkan kakinya karena kesal.


Sesampai rumahnya, sahabatnya sudah menunggu di depan pintu dan membawa bir, juga makanan ringan."Dae hwa..., akhirnya kau datang juga sayang."Peluk Hana bahagia.


"Masuklah..., pasti kalian sudah menunggu lama disini."Ucap Dae hwa masih kesal dan langsung masuk kedalam, setelah membukakan pintu rumahnya.


Eun ji dan Hana pun langsung masuk juga dan duduk di sofa ruang tamu."Kau kenapa Dae hwa...., kelihatannya kau sedang ada masalah.Ada apa?."Tanya Eun ji menatapnya.


"Aku tidak apa apa..., ada apa kalian kemari?."Tanya Dae hwa langsung duduk disamping mereka berdua.


"Kami sangat rindu denganmu dan ada yang mau kami katakan padamu."Jawab Hana langsung mengeluarkan bir tersebut.


"Katakan..., aku sudah ngantuk nih."Ucap Dae hwa tidak sabar.


"Kenapa cepat cepat sih..., kau tidak mau bersama kami ya?."Tanya Eun ji terus menatapnya.


"Aku lagi badmood banget nih...., bawaannya ngantuk banget."Jawab Dae hwa dengan ringan.


"Pantas...., yaudah nih, minum dulu dan makan makanan ringan ini."Hana langsung memberikannya kepada Dae hwa.


"Terima kasih banyak...., aku akan mencobanya."Langsung meminum bir tera dan langsung mengemil makanan ringannya.


"Ehm..., enak banget.Tau aja kalian."Ucap Dae hwa kembali bahagia, karena mengemil makanan ringan.


"Aku tahu..., kalau kau sedang ngambek dan badmood begini.Kau akan mencari cemilan, makanya kami membawakannya."Ucap Hana menaikkan alisnya.


"Yap."Ikut Eun ji.


"Terima kasih banyak sayangku."


"Omong omong..., kenapa kau bisa badmood begini?."Tanya Hana penasaran.


"Sudahlah..., jangan menanyakan hal itu lagi.Mending katakan, ada apa dengan hal yang mau kalian katakan.Katakan secepatnya."Ucap Dae hwa menaikkan alisnya.


"Kemarin..., aku melihat pak Felix sedang senyum senyum sendiri dan mencium sebuah foto yang ada di ponselnya.Kami lihat dari kejauhan..., sepertinya itu foto mu deh."Jawab Hana dengan jujur.


"What...., ga mungkin.Jangan prank gitu dong."Tidak percaya Dae hwa.


"Benar lho..., yakan Eun ji."Ucap Hana.


"Benar tu..., kalau tidak percaya..., makanya kerja di tempat kami lagi, kalau kau tidak percaya."Ucap Eun ji melipatkan tangannya.


"Ya, ya..., aku percaya dengan kalian.Kalian puas."Jawab pasrah Dae hwa.


"Nah gitu dong dari tadi...., coba senyum"Ucap Hana bahagia.


Dae hwa pun langsung tersenyum karena perintah dari sahabatnya."Gitu kan enak dilihatnya.


"Terserah mu saja deh...., yang terpenting kami sudah mengatakannya kepadamu."Ucap Eun ji membalikkan bola matanya.


"Sudahlah..., Kalau begitu lanjutkan saja minum dan makanan kita.Jangan bertengkar seperti ini dong."Ucap Hana melerai mereka berdua.


"Iya, iya."Ucap bersamaan Eun ji dan Dae hwa.


"Btw..., Bagaimana dengan percintaan mu dengan bosmu itu?."Tanya Eun ji.


"Ya seperti itu deh...., cinta monyet dan aku tidak sempat menyatakan cintaku kepada pak Jung woo.Ga kesampain mulu..., aku malu tahu."Jawab Dae hwa malu dan menutupi wajahnya.


"Jangan malu malu gitu dong...., kami ini kan sahabatmu.Kau bebas bercerita kepada kami."Ucap Hana menenangkannya.


"Ngomong-ngomong...., tadi aku jumpa dengan sahabatnya bosku dan dia sedang menanyakan kalian berdua, karena aku membahas kalian berdua."Ucap Dae hwa sambil mengemil cemilannya.


"Siapa...?"Tanya Eun ji dan Hana bersamaan.


"Namanya Chan woo...., dia kelihatannya seperti pria yang suka bermain dengan wanita.Tapi dia baik kok...., jadi tenang saja.Mungkin saja dia jodoh dari kalian berdua."Jawab Dae hwa tersenyum tipis.


"Dasar...., kau selalu saja mengerjai kami.Dasar."Kesal Eun ji.


"Ya, ya...., aku ga akan tertawa lagi deh."Ampun Eun ji dan Hana kepada Dae hwa.


"Aku jadi penasaran dengan pria yang membahas kami berdua deh.Aku ingin berjumpa dengannya.Yakan Hana."Penasaran Eun ji.


"Bagaimana kalau besok, aku akan mengajak kalian dan aku juga akan mengajak Chan woo.Besok sore..., bagaimana?."Tanya Dae hwa.


"Baiklah...., akan kami usahakan datang besok.Yakan Hana."Ucap Eun ji menaikkan alisnya.


"Jelas dong...."Ucap Hana bahagia.


"Terima kasih banyak sayang..., kalau begitu, mari kita lanjutkan minum dan mengemil ini."Ucap Dae kembali meminum birnya dan mengemil makanan ringan.


"Mari...."Sorak Hana dan Eun ji.


Keesokan paginya.Dimana mereka bertiga tertidur di sofa, karena ketiduran, akibat mabuk kemarin malam.


Dae hwa langsung bangun dan membuka matanya pelan pelan."Huah..., jam berapa ini."Membuka matanya pelan pelan.


"Eh..., ini sudah pagi...., hey Eun ji dan Hana.Kalian bangunlah..., apa kalian tidak bekerja."Membangunkan Eun ji dan Hana dengan keras.


"Huah...., apa ini sudah pagi atau malam?."Tanya Hana membuka matanya perlahan lahan.


"Ini sudah pagi goblok..., bangun."Teriak Dae hwa langsung berdiri dan membereskan botol botol dan kemasan snack yang berserakan.


Eun ji pun ikutan bangun dan terkejut, karena berada dirumah yang berbeda."Ini dimana..., ini bukan rumahku kan?."Tanya Eun ji masih belum sadar.


"Kau dirumah ku Eun ji pikun.Dasar pelupa.., cepat kalian pulang dan bersiap siap bekerja.Nanti aku terlambat lagi deh."Jawab Dae hwa langsung masuk ke kamar mandi untuk bersiap siap.


"Baiklah..., kami pulang dulu.Dah sayang."Eun Ju dan Hana langsung pulang dan meninggalkan rumahnya.


Setelah beberapa menit.Dae hwa pun siap mandi dan sudah berpakaian rapi.Tanpa sarapan, Dae hwa langsung bergegas ke perusahaan dengan berlari dan tidak mau menaiki taxi.


Sesampai perusahaan.Dae hwa sangat lelah dan ngos ngosan."Hah..., huh...."Dae hwa langsung menghela nafasnya.


Saat Dae hwa sedang kelelahan.Tiba tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang.


Saat Dae hwa melihat ke belakang.Ternyata ia adalah....