
Tiba tiba ada yang mengetuk pintunya...., dan dia adalah Chan woo.
Tanpa basa basi, Chan woo langsung masuk kedalam."Halo sahabatku."Panggil Chan woo.
"Astaga Chan woo...., kau selalu saja mengagetkanku.Ada ada saja."Ucap Jung woo sontak kaget.
"Maaf sih...., aku memang sengaja.Hahahaha."Jawabnya langsung duduk disofa dan tersenyum bahagia.
"Ada apa kemari?."Tanya Jung woo sambil melihat berkasnya.
"Kenapa emangnya kalau aku kemari...., aku kemari kan karena menyayangi mu sahabatku."Jawab Chan woo.
"Aku lagi sibuk banget nih....., kenapa kau tidak menemani ayah saja?."Tanya Jung woo.
"Aku bosan di rumah,.karena ayah sedang sibuk dengan kerjaannya sendiri."Jawab Chan woo sambil membalikkan bola matanya.
"Jadi kau mau ngapain disini...., bisakah kau mengambilkan ku kopi dingin.Aku haus nih."Tanya Jung woo.
"Baiklah...., aku juga mau jalan jalan nih.Aku duluan."Langsung pergi untuk mengambilkan segelas kopi dingin untuk Jung woo.
Disisi lain.Dae hwa yang sedang fokus mengerjakan berkasnya yang ada kesalahan."Banyak banget ya tuhan...., bagaimana mengerjakannya ini.Apa bisa selesai ya...., bingung banget aku.Otomatis aku begadang nih, disini.Gapapa deh, asalkan pak Jung woo bahagia."Ucap batin Dae hwa senyum sendiri.
Disisi lain.Chan woo yang sudah membeli kopi dan ia membawa 2 gelas kopi."Satu kopi dingin ini...., akan ku berikan kepada Dae hwa deh.Dae hwa sudah aku anggap seperti adikku sendiri."Ucap batin Chan woo senyum sendiri dan langsung menuju ruang pribadi Dae hwa.
"Halo Dae hwa...., apa aku boleh masuk?."Tanya Chan woo sambil membawa kopi tersebut.
"Masuklah."Jawab Dae hwa sambil mengerjakan berkasnya.
Chan woo pun langsung masuk kedalam."Halo adikku Dae hwa...."Langsung meletakkan kopi tersebut diatas meja Dae hwa.
"Kenapa tiba tiba menganggapku menjadi adik?."Tanya Dae hwa.
"Karena mulai sekarang...., kau akan ku jadikan adikku.Apa boleh?."Tanya Chan woo meminta izin.
"Boleh saja sih....., yaudah.Asalkan kamu bahagia."Jawab Dae hwa sambil membalikkan bola matanya.
"Diminum Kopinya ya adikku yang paling cantik...., kau pasti lelah kan."Menyuruh Dae hwa meminum kopi tersebut.
"Iya, iya...., nanti akan aku minum.Apa boleh kamu keluar sebentar.Aku lagi sibuk...., banget."Ucap Dae hwa.
"Baiklah...., tapi diminum Kopinya ya adikku.Aku pergi dulu, dahhh."Tersenyum bahagia dan langsung keluar dari ruang pribadi Dae hwa.
"Bayyyy..."Jawab Dae hwa ikut tersenyum.
Setelah Chan woo pergi."Baik juga Chan woo...., aku minum kopinya dulu deh.Soalnya haus juga."Langsung meminum kopi dinginnya.
"Ehm...., enak banget kopinya.Chan woo memang tahu saja yang aku inginkan."Ucap batinnya sangat menikmatinya kopi dingin dari Chan woo.
"Setelah aku sudah minum...., aku harus kuat untuk mengerjakan berkas berkasnya.Semangat Dae hwa langsung mengerjakan berkasnya kembali.
Malam pun tiba.Dimana Dae hwa masih berada di perusahaannya dan begadang.Sedangkan Chan woo sudah pulang.
"Huah...., ngantuk banget.Mana masih sedikit lagi berkas ini.Aku harus semangat."Menyemangati dirinya sendiri.
"Ngantuk banget...., padahal tadi aku udah minum kopi dingin.Kenapa masih ngantuk ya.Apa aku tidur sebentar ya...., tidur bentar deh."Ngantuk berat Dae hwa langsung tidur dimeja kerjanya dan tangannya dijadikan sebagai bantal.
Disisi lain.Ternyata Jung woo belum pulang dan sedang mengerjakan berkasnya juga."Apa Dae hwa sudah pulang....., aku harus mengeceknya."Langsung berdiri untuk menuju ruangan Dae hwa.
Sesampai ruang kerja Dae hwa."Permisi...., apa saya boleh masuk?."Tanya Jung woo dari luar.
Tidak ada jawaban."Apa dia sudah pulang ya.Aku coba buka pintunya deh."Langsung membuka pintu tersebut.
Jung woo pun langsung masuk kedalam."Eh...., apa dia tidur?."Mengeceknya dan mendekatinya.
"Benar...., dia ketiduran.Dia pasti kelelahan karena mengerjakan berkas ini.Apa aku terlalu memaksanya."Ucap batin Jung woo merasa bersalah.
Merapikan rambut Dae hwa yang menutupi matanya."Cantik banget sih....., pas tidur aja masih cantik."Kagum Jung woo ikut tersenyum.
Jung woo sadar dan langsung menjauhinya."Aku tidak boleh menyukainya....., dia sudah menyukai orang yang sangat ia cintai.Aku tidak boleh menganggu hubungan mereka."Ucap batin Jung woo langsung keluar dari ruang pribadi Dae hwa.
Setelah Jung woo keluar dari ruang kerja Dae hwa.Dae hwa langsung membuka matanya."Astaga...., apa itu benar benar pak Jung woo tadi...., kenapa pak Jung woo mengatakanku cantik.Arghhhhh."Salting Dae hwa hingga pipinya memerah.
"Padahal aku tadi sudah bangun dan aku lihat ternyata pak Jung woo masuk.Jadi aku pura pura tidur deh.Ternyata pak Jung woo mengatakan kalau aku cantik.Aku salting mak...., yeah."Salting Dae hwa sambil menari nari salting.
"Apa pak Jung woo menyukaiku....., aku akan mengatakan cinta ku kepada pak Jung woo secepatnya."Salting Dae hwa langsung duduk dan menatap komputer.
"Lihat wajah mu ini Dae hwa...., kenapa memerah begini.Begini ternyata rasanya jatuh cinta lagi.Arghhhh dasar Rozi."Ucapnya salting kembali dan menutupi wajahnya.
"Sudahlah Dae hwa...., kau harus menyiapkan berkas berkas mu dan kau bisa pulang secepatnya.Okey....., semangat."Kembali fokus mengerjakan berkas berkasnya.
Tiba tiba ada yang mengetuk pintunya dan ternyata ialah Jung woo yang balik lagi ke ruangan Dae hwa.
"Apa saya boleh masuk?."Tanya kembali Jung woo dari luar.
"Eh..., itu pak Jung woo.Aku harus terlihat biasa saja."Ucap batin Dae hwa merapikan pakaiannya dan mengubah wajahnya menjadi wajah tanpa ekspresi.
"Masuk...."Jawab Dae hwa sambil mengetik komputer tersebut.
Jung woo pun langsung masuk kedalam."Apa berkasnya sudah siap?."Tanya Jung woo langsung duduk disofa.
"Sedikit lagi pak...., ada hal apa bapak kesini?."Jawab Dae hwa sekaligus bertanya.
"Saya kira anda sudah pulang, jadi saya mau mengecek kesini.Dan anda masih disini...., lebih baik lanjutkan saja besok.Kau pasti lelah kan."Jawab Jung woo menatapnya.
"Tidak apa apa kok pak...., ini juga akan selesai sebentar lagi kok pak.Aman pak."Tersenyum Dae hwa ikut menatapnya.
"Apa kau yakin?."Tanya kembali Jung woo.
"Yakin pak...., aman."Memberikan jempolnya dengan keadaan bahagia.
"Nanti kamu ke ruangan kerja saya saja.Kita pulang bareng."Ucap Jung woo.
"Eh..., tidak usah pak.Nanti bapak akan repot, tidak usah pak."Ucap Dae hwa tidak enakan dengannya.
"Ikut saja...., aku tidak akan melakukan apapun kepadamu.Jangan takut."Jawab Jung woo agar Dae hwa mempercayainya.
"Baiklah pak...., saya akan ikut."Pasrah Dae hwa.
"Kalau begitu saya duluan, karena masih harus mengerjakan berkas lainnya.Kalau kamu sudah siap kabarin aja."Ucap Jung woo mau keluar dari ruangan Dae hwa.
Saat Jung woo mau keluar dari ruang kerja Dae hwa.Tiba tiba Dae hwa memanggilnya.
"Tunggu pak Jung woo."Panggil Dae hwa langsung berdiri.
Berbalik badan."Ada apa asisten Dae hwa?."Tanya Jung woo.
"Apa saya boleh.....