Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
Episode 63: Ketahuan Chan Yeol



"Eh, kenapa tiba tiba kau menanyakan soal itu?." Tanya balik Dae hwa langsung kaget.


"Karena saya melihat bu bos sangat dekat dengan pak bos. Apa kalian berpacaran?." Jawabnya sekaligus bertanya dengan serius.


"Saya," Langsung terhenti karena Jung woo langsung bangun dari tidurnya.


"Ehm." Ucap Jung woo langsung membuka matanya dan mengusapnya.


Sontak Dae hwa dan Chan Yeol langsung menatapnya." Eh, pak Jung woo sudah bangun." Langsung duduk dan membantunya duduk menyender di dinding.


"Eh, Chan Yeol. Ada apa kemari?." Tanya Jung woo langsung menatapnya.


"Saya mau melihat keadaan pak bos saja. Bagaimana dengan keadaan bapak sekarang." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Saya sudah mendingan. Beberapa hari lagi, saya sudah boleh pulang." Jawabnya dengan tersenyum.


"Saya tadi mendengar, kalau kamu bertanya kepada Dae hwa. Apakah kami punya hubungan. Benar kan." Ucap Jung woo untuk memastikannya.


"Benar pak. Apa pak bos dan bu bos punya hubungan?." Tanyanya kembali membahas pertanyaan tersebut.


"Benar, kami sudah berpacaran. Baru beberapa hari kami berpacaran, dan saya sangat menyayanginya." Jawab jujur Jung woo langsung terus terang di hadapan Chan Yeol.


"Pak Jung woo." Malu Dae hwa sampai pipinya memerah.


"Ouh, pantas saja kalian sangat akrab. Ternyata sudah berpacaran. Selamat untuk pak bos dan bu bos ya. Semoga kalian bisa saling bersama." Ikut bahagia Chan Yeol.


"Terima kasih banyak Chan Yeol. Saya harap, sementara ini, kamu menyembunyikannya dulu. Dimana nanti saya dan Dae hwa sudah siap untuk memberitahukannya ke semua orang. Disitulah kami akan memberitahukannya kepada yang lainnya."


"Kamu paham dengan maksud saya kan." Ucap Jung woo kepadanya.


"Baik pak bos. Saya tidak akan memberitahukan soal ini, kepada siapapun." Langsung menundukkan kepalanya.


"Baguslah kalau begitu. Kalau begitu, kamu bisa kembali ke Perusahaan, dan siapkan berkas berkas yang harus di siapkan nantinya." Ucapnya kembali fokus.


"Baik pak bos. Kalau begitu, saya pamit dulu ya pak bos dan bu bos." Kembali menundukkan kepalanya dan langsung keluar dari ruang istirahat Jung woo.


"Hati hatilah." Ucap Dae hwa dari dalam dan melambaikan tangannya.


Setelah Chan Yeol pergi." Kenapa kamu malah menyuruhnya pulang. Dia kan baru datang?." Tanya Daerah kepadanya.


"Dia itu kan manager di Perusahaan. Sudah jadi tanggung jawabnya, untuk menjaga Perusahaan." Jawabnya kembali menatap wajah Dae hwa.


"Omong omong, apa kamu bertemu dengan Chan woo di Perusahaan?." Tanya Jung woo kepadanya.


"Aku sama sekali tidak ada melihat Chan woo kok. Mungkin dia ada urusan diluar, dan mungkin, setelah beres di Perusahaan, dia langsung pergi entah kemana." Jawabnya.


"Kalau begitu, apa pak Jung woo mau makan buah. Biar saya kupasin jeruknya?." Tanyanya.


"Boleh." Langsung menurut dan ikut tersenyum.


"Baiklah, saya akan mengupasnya untuk pak Jung woo." Mengambil jeruk dan mengupas kulit jeruk tersebut.


"Aaaaa, ehm." Bagaimana rasanya. Apa manis?." Tanyanya langsung memasukkan jeruk tersebut ke mulut Jung woo.


Jung woo pun langsung mengunyahnya." Manis banget. Apalagi kalau lihat kamu, itu tambah manis." Jawabnya menggombal.


"Gombal terus. Sudahlah, nih makan lagi." Ucapnya dalam keadaan pipinya yang memerah.


"Aku suka kalau melihatnya malu seperti itu. Aku benar benar mencintai wanita ini. Dan aku sudah gila dibuatnya." Ucap batin Jung woo senyum senyum sendiri sambil mengunyah jeruk tersebut.


"Sudah aman, karena sudah aku tangani dengan baik. Selagi ada aku, Perusahaan akan baik baik saja." Jawabnya sambil menyuapi jeruk tersebut kepada Jung woo.


"Memang pacarku pandai sekali dalam hal mengurus Perusahaan. Tidak sia sia aku mempunyai kamu sayang." Mengelus pipi Dae hwa sambil mengunyah jeruknya.


"Sudahlah, jangan suka menggoda deh. Kita ini baru pacaran. Bisa bisa kita putus dan pak Jung woo tidak akan bersama ku lagi. Bisa saja seperti itu." Ucap Dae hwa sambil menaikkan alisnya.


"Tidak, aku sangat menyayangi mu. Dan kita boleh putus. Aku akan segera melamar mu, dan cintaku tidak akan berubah, sampai maut menjemputku." Tegas Jung woo langsung memeluk Dae hwa.


"Aku tidak akan putus. Tidak akan." Tegas kembali Jung woo di dalam pelukan Dae hwa.


"Pak Jung woo begitu mencintaiku. Aku juga sangat mencintainya. aku juga takut kehilangannya, dan aku juga tidak mau putus darinya. Aku benar benar berharap, kita akan terus bersama sampai maut memisahkan kita." Ucap batin Dae hwa merespon pelukan Jung woo dan mengelus pundak Jung woo dengan lembut.


"Apa kau mendengarkanku. Aku katakan, kalau aku sangat mencintai mu. Kau paham kan." Ucapnya.


"Aku paham, dan aku juga mencintai pak Jung woo." Jawabnya dengan bahagia.


Dae hwa pun langsung melepaskan pelukan tersebut." Pak Jung woo tenang saja. Aku tidak akan meninggalkan pak Jung woo, dan kita akan hidup selamanya." Memegang pipi Jung woo dengan kedua tangannya.


"Terima kasih banyak sayang." Mengecup kening Dae hwa.


"Sama sama sayang." Ucap Dae hwa ikut mencium di bagian pipi Jung woo.


"Kalau begitu, pak Jung woo mau apalagi. Mau aku pijitin?." Tanyanya.


"Boleh deh. Kebetulan kaki aku sangat sakit nih." Jawabnya.


"Baiklah bos. Aku akan langsung memijiti kamu." Langsung memijat kaki Jung dengan lembut.


"Bagaimana dengan hubungan mu dengan Felix?." Tanya Jung woo tiba tiba.


"Eh, kenapa tiba tiba menanyakan hal itu?." Tanya balik Dae hwa sambil memijat kaki Jung woo.


"Aku hanya ingin tahu. Kan kamu juga pacar aku. Aku berhak tahu dong." Jawabnya terus menatap wajah Dae hwa.


"Kami hanya sebatas teman saja kok pak Jung woo, tidak lebih dari itu. Karena aku sudah terlanjur sakit dengannya. Dan itu adalah sebuah pembelajaran bagiku." Jawabnya menjelaskannya secara detail.


"Aku tidak akan membuat kamu seperti dulu lagi Dae hwa. Kali ini, aku akan membahagiakan mu dan tidak akan pernah mengecewakan mu." Ucap batin Jung woo.


"Bagaimana kalau kita jalan jalan di sekitaran Rumah Sakit. Apa pak Jung woo mau?." Tanya Dae hwa.


"Asalkan kamu bahagia. Aku juga ikut bahagia." Jawab Jung woo tersenyum kepadanya.


"Baiklah, akan saya ambil kursi rodanya dulu." Langsung berdiri dan mengambil kursi roda yang berada di samping kanannya.


"Mari pak Jung woo. Biar saya bantu." Ucap Dae hwa langsung membantu Jung woo duduk di kursi roda.


Setelah Jung woo duduk di kursi rodanya. Dae hwa pun langsung mendorongnya ke luar." Biar pak Jung woo tidak bosan. Dan kita akan melihat lihat di sekitaran Rumah Sakit ini." Bahagia Dae hwa.


Merekapun langsung melihat lihat di sekitaran Rumah Sakit. Dan Dae hwa menyapa orang orang yang ada di Rumah Sakit tersebut." Hai nek." Sapa Dae hwa kepada orang orang yang berasal di Rumah Sakit.


"Halo nak." Jawab nenek tersebut dengan senyuman.


"Apa pak Jung woo mau ke taman belakang rumah sakit?." Tanya Dae hwa kepadanya.


"Aku,