
Dae hwa pun langsung menuju kamar pak Baek woo.Sesampainya.
"Wah..., kamar pak Baek woo sangat besar ya.Aku sampai terpukau melihatnya.
Saat Dae hwa sedang melihat keindahan kamar pak Baek woo.Tiba tiba ada yang menggelitiki kakinya.
"Eh...,"Menoleh ke bawah.
"Kau rupanya Katy..., mengagetkan saja.Sini biar aku peluk."Ucap Dae hwa langsung tersenyum dan menggendong Katy yang manja kepadanya.
"uyyu..., uyyu."Gemas Dae hwa sambil mengelus Katy.
"Kau sudah ditemukan dan kita akan langsung ke ruang tamu.Ayahmu sudah menunggumu tau."Ucap Dae hwa langsung keluar dari kamar tersebut.
Menuju ke ruang tamu."Ayah..., Katy sudah ditemukan ayah."Ucap Dae hwa langsung duduk disamping pak Baek woo.
"Dia sangat penurut padamu ya..., memang kau anak yang baik."Ucap pak Baek woo mengelus rambut dae hwa.
"Terima kasih banyak ayah..., ini semua berkat ayah.Jadinya aku bisa bertemu Katy deh."Jawab Dae hwa tersenyum bahagia.
"Ayah mau keluar dulu untuk membeli sesuatu ke supermarket.Kau disinilah dulu."Ucap pak Baek woo.
"Eh..., tidak usah ayah.Biar aku saja yang membelinya.Ayah mau beli apa, biar aku belikan?."Tanya Dae hwa.
"Nanti kau repot lagi nak."Tidak enakan pak Baek woo.
"Tidak apa apa ayah..., aku sama sekali tidak keberatan.Lagi pula aku bahagia begini, juga karena bantuan pak Baek woo.Jadi aku mau membantu ayah."Jawab Dae hwa memegang tangan pak Baek woo.
"Terima kasih banyak nak Dae hwa.Kalau begitu, ini uangnya dan tolong belikan ayah mie instan ya.Ayah lagi kepingin."Ucap pak Baek berbisik.
"Soalnya setiap ayah minta itu kepada Jung woo..., dia selalu saja melarang ayah.Katanya nanti ayah kena penyakit dan apa lah itu.Bisakah kau membelikan ayah mie instan itu nak?."Tanya pelan pak Baek woo.
"Wah..., aku juga lagi pengen yah.Kalau begitu akan kubelikan dan kita makan diam diam.Bagaimana ayah."Ucap Dae hwa menaikkan alisnya.
"Oke."Mengedipkan matanya.
"Aku pergi dulu ayah."Langsung pergi dan melambaikan tangannya.
Dalam perjalanan menuju supermarket."Ayah pak Jung woo begitu menggemaskan.Aku jadi teringat ayah dan ibu.Mungkin ayah dan ibu sudah bahagia disana dan aku tidak boleh sedih.Kalau aku sedih, nanti ayah dan ibu pasti ikutan sedih.Jadi aku harus tetap bahagia dikehidupan ini."Ucap batin Dae hwa senyum sendiri.
Sesampai supermarket dan Dae hwa langsung masuk kedalam supermarket tersebut.
Setelah beberapa menit.Akhirnya Dae hwa siap belanja juga dan saat mau keluar.Dae hwa bertemu dengan Chan Yeol.
"Eh..., bu manager."Ucap Chan Yeol.
"Eh Chan Yeol..., apa kau mau membeli di supermarket ini?."Tanya Dae hwa.
"Iya bu manager..., dan bu manager abis belanja disini ya?."Jawab Chan Yeol sekaligus bertanya.
"Iya nih..., lagi kepengen mie instan."Tersenyum.
"Sama dong bu manager..., saya juga lagi pengen makan mie instan.Laper soalnya."Memegang perutnya.
"Hahahah..., kalau begitu aku duluan ya dan jangan terlambat besok untuk bekerja.Kau mengerti."Ucap Dae hwa menepuk pundak Chan Yeol.
"Siap bu manager...., hati hati dijalan bu manager."Melambaikan tangannya.
"Okey mang....
Sesampai rumah Jung woo."Aku kembali."Ucap Dae hwa langsung masuk kedalam.
Menghampiri dae hwa."Kau sudah kembali nak..., kalau begitu mari kita masak bareng didapur."Ucap pak Baek woo langsung menarik tangan Dae hwa menuju dapur.
"Iya ayah..., jangan terburu buru."Tersenyum bahagia Dae hwa.
"Nanti keburu Jung woo datang dan kita tidak jadi makan deh."Jawabnya.
Sesampai dapur."Aku melakukan apa ayah?."Tanya Dae hwa menatapnya.
"Kau memotong bawang dan cabai saja."Jawab pak Baek woo.
"Ayah tidak boleh makan cabai terlalu banyak.Nanti ayah sakit perut tau."Ucap Dae hwa.
"Baik baik..., maksudnya yang pakai cabai itu, untukmu nak."Jawab pak Baek woo mengelus kembali rambut dae hwa.
Merekapun bersama sama memasak mie instan dengan bahagia.Selang beberapa menit, akhirnya mie merekapun jadi juga.
"Fyuhh..., jadi juga mienya ayah.Sepertinya ini sangat enak..., aku jadi tidak sabar mencicipinya."Ucap Dae hwa sudah sangat selera dengan mie buatan pak Baek woo.
"Kalau begitu kita makan bersama...., sebelum mienya dingin, nanti jadi ga enak lagi.Yukk..."Jawab pak Baek woo langsung duduk di kursinya.
Dae hwa pun ikutan duduk dan langsung mencicipi mie buatan pak Baek woo."Ehm..., ini enak banget ayah.Rasanya seperti disurga."Ucap Dae hwa sangat bahagia dengan rasa tersebut.
"Terima kasih banyak nak..., syukurlah kalau kau suka dengan buatan ayah."Jawabnya.
"Tentu saja aku suka ayah..., orang buatan ayah kok."Ucap Dae hwa kembali menyeruput mie tersebut.
Saat mereka sedang menikmati makan mie mereka.Tiba tiba Jung woo datang sambil melipat tangannya.Sepertinya Jung woo marah, karena ayahnya memakan mie instan.
"Ayah!!!!....
Bersamaan menoleh kearah Jung woo.Seketika itu juga dae hwa tersedak.
"Hukkk...., Hukkk."Langsung mengambil segelas air putih dan langsung meminumnya.
"Akhhhh..., leganya.Ada apa pak ceo memanggil ayah.Ayah sedang makan mie instan tu."Tanya Dae hwa sambil mengelap mulutnya.
Pak Baek woo hanya terdiam."Kenapa ayah memakan mie instan..., kan sudah ku larang dan kenapa ayah masih memakannya?."Tanya Jung woo.
"Ayah kan lagi kepengen dan kebetulan Dae hwa juga menginginkannya.Jadi kami makan bersama deh, daripada ayah sendirian makannya."Jawab pak Baek woo kenali memakan mienya.
"Benar tu pak Jung woo..., saya mau menemani ayah saja."Jawab Dae hwa sambil tersenyum untuk menenangkan suasana hati Jung woo.
"Bagaimanapun ayah tidak boleh memakannya.Nanti ayah kena penyakit, siapa yang mau menjaga ayah."Memegang keningnya.
"Jika ayah sakit..., saya yang akan menjaga ayah pak.Saya siap menjaga dan merawat ayah."Ucap Dae hwa mengangkat tangan kanannya.
"Benar tu..., jangan membesar besarkan masalah dong Jung woo.Kau tidak mau melihat ayahmu ini bahagia.Lagian ini kan hanya sekali kali saja."Ucap pak Baek woo.
"Iya, iya..., kalian boleh makan mie instan.Tapi jangan berlebihan, okey."Pasrah Jung woo.
"Kyah...., kita boleh makan mie instan ayah."Bahagia Dae hwa dan langka bertosan dengan pak Baek woo.
"Berhasil.....
"Sudahlah..., kalau kau sudah siap Dae hwa.Kau datanglah keruangku nanti, setelah kau siap menghabisi makanan itu.Ada yang mau kukatakan padamu."Ucap Jung woo dengan dingin.
"Baik pak Jung woo....
Jung woo pun langsung kembali keruangan kerjanya.
Setelah Dae hwa menghabisi mie tersebut dan pak Baek woo sudah kekenyangan."Enak juga ya nak Dae hwa mie instannya.Kapan kapan kita makan lagi ya."Ucap pak Baek woo kekenyangan sambil mengelus perutnya.
"Iya ayah..., tapi jangan keseringan, nanti ayah kena penyakit."Jawab Dae hwa membilasi piring kotor.
"Iya nak Dae hwa..., jangan terlalu cerewet dong, seperti Jung woo.
"Aku hanya mencemaskan ayah saja dan dengarkanlah kata anak ayah.Okey...."Jawab Dae hwa.
"Iya, iya...., ayah mengalah deh.
"Kalau begitu ayah mau kekamar dulu ya.Soalnya udah kekenyangan nih dan mau tidur juga."Ujar pak Baek woo langsung berdiri.
"Baik ayah...."Jawabnya.
Pak Baek woo pun langsung masuk ke kamarnya.Dan Dae hwa pun selesai juga membilasi piring kotor tersebut.
Mengelap tangannya yang basah ke kain lap."Siap juga..., aku harus menghampiri ruangan pak Jung woo.Apa yang mau dikatakan pak Jung woo ya, sampai harus bertemu diruangannya "Ucap Dae hwa langsung menuju ke ruang kerja Jung woo.
Sesampai ruang kerja Jung woo."Permisi pak..., saya boleh masuk?."Tanya Dae hwa sambil mengetuk pintu.
"Masuklah."Jawabnya.
Dae hwa pun langsung masuk kedalam."Ada apa pak..., kenapa pak Jung woo menyuruh saya kesini?."Tanya Dae hwa sambil mengelus tangannya sendiri.
Melipat tangannya."Sebenarnya....