Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
episode 22:Kaget



Sesampai toko pakaian dress."Wah...., indahnya pakaian ini."Ucap Hana terpesona.


"Ini akan membuat si gila kebersihan itu tergila gila padamu."Ucap Eun ji mengedipkan matanya.


"Tanpa pikir panjang.Mari kita langsung pilih dress ya.Biar Hana saja yang memilihnya untuk mu.Karena Hana ini sering memakai dress.Sampai sampai di rumahnya di penuhi dengan dress."Ucap Eun ji kepada mereka berdua.


"Serahkan saja padaku.Aku pandai dalam memilih pakaian.Mari Dae hwa."Menarik Dae hwa ke pakaian dress yang indah.


Setelah berapa jam memilih dress.Akhirnya terpilih juga yang cocok dengan style Dae hwa."Siap...., bagaimana menurut mu Eun ji."Tanya Hana sambil menunjukkan Dae hwa yang sudah berpakaian dress yang begitu indah.



Mengacungkan jempolnya."Beautiful...., aku sampai terpanah melihatnya.Sungguh bagus..., sangat cocok untukmu Dae hwa."Jawab Eun ji tersenyum.


"Terima kasih banyak...., aku sudah tau kalau aku ini memang cantik."Ucap Dae hwa sombong.


"Cuakksss...., tidak usah terlalu percaya diri.Tapi aku akui kau memang cantik sayang.Kalau begitu ini pakaian yang sudah ku pilihkan tadi untuk kau pakai besok."Ucap Hana menunjukkan pakaian yang sudah di pilihnya.


"Wow....banyak banget Hana..., terima kasih banyak."Jawab Dae hwa memeluk Hana.


"Dan terima kasih juga untuk mu Eun ji."Ikut memeluk Eun ji juga.


"Sudah saatnya kita pulang.Gara gara ke mall.Kita sampai bermalam disini, karena memilih style yang cocok untukmu.Ternyata memang sangat cantik anak satu ini."Ucap Eun ji gemas hingga mencubit pipinya.


"Terima kasih banyak Eun ji dan hana.Kalau begitu mari kita pulang....,"Ucapnya.


"Tunggu dulu.Kan belum di bayar..., kau mau kita di tangkap gara gara tidak membayar pakaian ini."Ucap Eun ji.


Mengelus lehernya."Oh ya..., kalau begitu biar aku saja.Kan pakaian ini memang buatku."Jawab Dae hwa tersenyum.


"Siapa bilang kami yang mau bayar.Bayar sendiri dong."Jawab Eun ji melipat tangannya.


"Hem...., iya lah tu."Ucap Dae hwa menuju kasir.


Setelah Dae hwa membayar.Merekapun pulang.Dalam perjalanan menuju pulang."Apa kalian tidak mau menginap di rumahku?."Tanya Dae hwa.


"Tidak usah...., kami akan pulang sendiri."Jawab Eun ji.


"Benar kata Eun ji.Tidak usah Dae hwa.Lagian kau harus menyiapkan diri mu besok.Dengan penampilan mu yang berbeda ini.Okey..."Ucap Hana mendukungnya.


"Terima kasih banyak buat hari ini.Kalau tidak ada kalian aku mungkin tidak akan secantik ini."Ucap Dae hwa terharu.


"Namanya juga sahabat.Sahabat harus saling mendukung.Yakan Eun ji."Ucap Hana bahagia.


"Tentunya."Ucapnya.


Sesampai rumah Dae hwa.Dae hwa turun dari mobil."Kalian hati hati.Aku masuk duluan.Dan jangan lupa besok siang kita video call.Okey."Ucapnya.


"Siap Dae hwa cantik..."Jawab Hana dan Eun ji.


"Setelah mereka pergi.Dae hwa meregangkan badannya."Akhirnya beres juga hari ini.Entah apa wajah pak Jung woo dan wajah lainnya di perusahaan besok.Gimana ya."Ucap batin Dae hwa masuk ke dalam rumahnya.


Dikasur.Dae hwa sedang berbaring dan melamun."Apa aku bisa mendapatkan cinta pak Jung woo.Aku ini kan hanya gadis biasa saja.Untung tadi Hana memilihkan dress ya yang tidak seksi.Kalau tidak Jiy wa akan mengoceh."Ucap batinnya.


Tiba tiba ponselnya berdering.Nada dering WhatsApp nya."Siapa yang mengirimkan pesan."Mengeceknya.


"Eh...ini kan nomornya pak Jung woo.Ada apa."Melihat isi chatannya.


Isi chatannya:


"Apakah popo sudah berubah menjadi laki laki.Apa ada angin badai hari ini.Kenapa nih anak tiba tiba mengirim pesan begini.Tapi aku senang begete.Haahah...."Ucap bahagia Dae hwa sekaligus bingung.


Membalas pesannya."Belum pak.Bapak belum tidur juga."Jawab Dae hwa sekaligus bertanya di chatan tersebut.


Membalas."Belum..., saya hanya mengatakan.Besok jangan telat dan datang ke ruangan saya.Ada yang mau saya katakan padamu."Jawab Jung woo.


Membalas kembali."Baik pak...., selamat malam."Jawab Dae hwa mengirim stiker selamat malam kucing.


"Selamat malam juga."Balas Jung woo dipesan tersebut.


Setelah itu mereka berhenti disitu."Arghh..., seharusnya tadi aku menanyakan lebih banyak lagi.Agar tidak berhenti sampai sini saja.Dasar Dae hwa bodoh."Ucap Dae hwa berguling di kasur karena bahagia.


Disisi lain.Jung woo yang menutupi wajahnya karena salting hingga seluruh wajahnya memerah."Apa yang kukatakan padanya.Dasar jung woo.Dia akan mengira kau mesum.Toge...toge."Salting Jung woo.


Keesokan paginya."Ini sudah waktunya aku pergi ke perusahaan.Karena pak Jung woo sudah berpesan untuk tidak datang terlambat.Aku harus datang tepat waktu.Omong omong baju ini sangat pas denganku.Memang Hana pandai dalam memilih dress.Warna merah muda ini sangat cocok dengan ku.Aku suka...."Ucap bahagia Dae hwa sangat menyukai penampilan barunya.


"Sebelum itu.Aku mampir ke toko kopi dulu deh.Aku lagi ga pengen minum kopi di kantin.Lagi pengen minum di luar.Mumpung masih agak pagi juga."Ucap Dae hwa berangkat ke cafe dulu untuk minum kopi seperti biasanya.


Saat Dae hwa berjalan kaki menuju cafe tersebut.Dae hwa di perhatikan oleh orang sekitar.Karena kecantikannya.Tapi Dae hwa tidak memperdulikannya dan fokus untuk menghadap ke depan.


"Lihat wanita itu...wahhh..., dia sangat cantik."Ucap orang orang di sekitarnya.


"Benar, benar.Andai pacarku secantiknya.Aku pasti akan bahagia setiap harinya."Ucap teman di sekitar dirinya.


Sesampai cafe."Mba..., saya pesan cappucino panas ya 1."Ucap Dae hwa memesannya sambil tersenyum.


"Wah...., anda sangat cantik.Apa anda baru ke salon?."Tanya barista tersebut ikut kagum melihat penampilan Dae hwa.


"Heheheh...., kok tau.Tapi saya hanya mengubah ya sedikit saja.Apa ini tidak cocok?."Jawab Dae hwa sekaligus bertanya.


"Itu sangat cocok dengan anda.Bagus...., kalau begitu di tunggu kopinya nona."Ucap barista pria tersebut.


"Baik..."Ucapnya.


Setelah Dae hwa membeli kopi.Dia pun langsung menuju ke perusahaan sambil membawa kopinya.


Masuk ke dalam perusahaan.Dae hwa langsung di perhatikan oleh banyak karyawan di sana."Lihat...., lihat...siapa dia.Apa dia karyawan baru disini.Kenapa begitu cantik."Ucap karyawan pria di perusahaan tersebut.


"Entahlah...., kenapa dia begitu cantik."Ucap temannya.


"Apa itu Dae hwa?."Tanya Nam ji masih mengenalinya.


Menghampiri Dae hwa."Apa kau Dae hwa?."Tanya bingung Nam ji sekaligus kaget.


"Benar...,apa ini tidak cocok untukku."Jawab Dae hwa sekaligus bertanya.


"Apa!!!...."Terkejut seluruh karyawan di perusahaan tersebut termasuk Jiy wa.


Jiy wa pun ikut menghampirinya dan melihat dari bawah dan melihat wajah Dae hwa."Apa ini benar benar kau...."Kaget Jiy wa masih tidak percaya.


"Kalau bukan aku siapa lagi.Aku hanya mengubah gaya saya sedikit dan sudah membuat kalian seperti ini."Jawab Dae hwa tersenyum sambil meminum kopinya.


memegang dahinya."Kau begitu cantik sampai sampai aku tidak mengenalimu.Tapi aku masih mengenalimu dari suaramu itu.Apa kau mengoperasi wajah mu?."Tanya Jiy wa kembali.


"Untuk apa aku operasi.Itu kan tidak boleh tahu.Aku hanya mengubah gaya rambut ku dan gaya pakaianku saja.Ini cukup bagus juga kok manager Jiy wa."Jawab Dae hwa kembali dengan bahagia.