
Setelah Dae hwa pergi dari rumah Jung woo.
"Ada apa dengan nak Dae hwa?."Bingung pak Baek woo.
"Entahlah yah..., aku akan menanyakannya kepada Jung woo.Sebentar ya yah."Langsung pergi ke ruang kerja Jung woo.
Sesampai rumah kerja Jung woo."Apa aku boleh masuk?."Tanya Chan woo dari luar.
"Masuklah..."Jawab Jung woo sedang pusing.
Chan woo langsung masuk ke dalam ruangan Jung woo."Ada apa dengan dae hwa..., kenapa dia langsung pulang, setelah dari ruanganmu.Ada apa?."Tanya Chan woo meminta penjelasan.
"Aku tidak sengaja membentaknya dan dia mungkin terkejut dan marah.Aku yang salah...., maafkan aku."Jawab Jung woo sambil mengerutkan keningnya.
"Kau selalu saja begitu..., pantas saja kau tidak memiliki pacar sampai sekarang.Kau saja begitu."Ucap Chan woo mengejeknya.
"Kau sedang mengejekku ya?."Merasa.
"Tidak kok..., aku hanya mengatakan seseorang saja kok.Kalau kau merasa..., berarti memang kau."Jawab Chan woo sambil melipat kedua tangannya.
"Sudahlah..., aku lagi pusing nih."Ucap Jung woo.
"Apa aku perlu membawakan mu minuman Baygon, biar aku tidak pusing lagi."Ucap Chan woo.
"Stress kau ya..., sana sana."Usir Jung woo.
"Sebelum itu..., kau harus menjawab pertanyaanku dulu.Kau menyukai asisten Dae hwa ya?."Tanya Chan woo sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Apa sih yang kau pertanyakan itu..., sangatlah tidak masuk akal.Pergilah."Ucap Jung woo tegas langsung mengusirnya.
"Baiklah..., tapi jangan sampai kau membiarkan Dae hwa direbut oleh pria lain.Nanti kau akan jomblo seumur hidupmu."Ucap Chan woo langsung keluar dari ruang kerja Jung woo.
Disisi lain.Dae hwa yang sedang berjalan kaki menuju rumahnya dalam keadaan kesal."Dasar..., dia pikir dia siapa.Seenaknya saja membentakku.Aku ini kan wanita.Dasar."Menendang batu batu kecil yang ada dibawah.
"Aku tidak akan menyapanya lagi dan aku tidak mau berbicara kepadanya, sebelum dia yang menanyakannya."Sangat kesal Dae hwa sambil melipat tangannya.
Sesampai rumah.Dae hwa langsung masuk ke kamarnya dan langsung berbaring di kasurnya dan melamun.
"Kenapa pak Jung woo sangat sensi ya hari ini dan dari kemarin lalu.Apa ada yang salah denganku."Bingung sendiri Dae hwa.
"Sudahlah..., aku tidak boleh memikirkan orang yang belum tentu menyukaiku."Ucapnya langsung mengambil ponselnya dan melihat wechat.
Tiba tiba ada pesan masuk yang berisikan.
"Ini aku Felix..., apa kau punya waktu besok.Aku mau mengajakmu makan bersama lagi."Ucap Felix.
"Kenapa pak ceo jadi perhatian begini dan selalu mengajakku makan.Apa pak ceo sudah mulai menyukaiku.Aku tidak boleh menyukainya lagi, karena aku sudah sangat menyukai pak Jung woo."Ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku lagi tidak mau bertemu siapapun, kecuali sahabatku."Langsung membalas sedang sibuk dan tidak bisa bertemu ,maaf."
Tiba tiba wechat dari grup sahabatnya masuk dan berisikan pesan.
"Apa kalian punya waktu besok..., aku mau mengajak kalian untuk minum minum.Apa kalian punya waktu."Ucap Hana yang mengajak duluan.
"Nah..., kalau bareng sahabatku, aku baru mau.Pasti mau dong."Dae hwa langsung membalas iya tanpa pikir panjang.
"Lokasi akan ku kirimkan besok."Pesan dari Hana.
"Baiklah."Jawab Eun ji dan Dae hwa bersamaan mengirim pesan tersebut.
Keesokan paginya.Dimana Dae hwa sudah berada di kantornya.Dan Dae hwa sedang mengerjakan berkasnya.
"Masuklah..."Jawab Dae hwa fokus mengerjakan berkasnya.
Nam hi langsung masuk kedalam ruang kerja Dae hwa."Ada apa Nam ji?."Tanya Dae hwa menatapnya.
"Ini ada kopi untukmu dan ini bukan dariku."Jawab Nam ji langsung meletakkan kopi tersebut diatas meja Dae hwa.
"Jadi dari siapa?."Tanya Dae hwa.
"Ini dari pak ceo..., saya disuruh untuk mengantarkannya ke ruangan mu, karena pak ceo sedang sibuk dan katanya sebagai tanda permintaan maafnya.Emangnya pak ceo melakukan kesalahan apa kepadamu?."Jawab Nam ji sekaligus bertanya.
"Tidak ada apa apa kok..., hanya masalah antara bos dan asisten doang.Jangan berfikir yang aneh aneh.Terima kasih banyak Nam ji sudah repot repot."Jadi tidak enakan Dae hwa.
"Sama sama Dae hwa..., aku duluan."Langsung keluar dari ruang kerja Dae hwa.
"Kenapa pak Jung woo selalu saja peka begini.Mau marah..., tapi bikin sayang.Arghh."Salting sendiri sambil memeluk kopi pemberian Jung woo.
Disisi lain.Diruangan Jung woo."Apa Dae hwa akan menerima kopi yang aku berikan ya.Pasti dia tidak menerimanya, karena dia masih marah denganku.Dasar Jung woo bodoh..., beraninya kau membentak seorang wanita."Ucapnya menyesal sendiri.
Siang pun tiba.Dimana Dae hwa mau makan siang di kantin.Di kantin, Dae hwa berpapasan dengan sahabat Jung woo, yaitu Chan woo.
"Asisten Dae hwa."Panggil Chan woo langsung menghampirinya.
"Eh Chan woo..., apa kau mau makan siang juga?."Tanyanya.
"Iya nih..., aku lapar banget kebetulan."Jawab Chan woo tersenyum.
"Hahahah..."Tertawa Dae hwa.
"Kenapa kau tertawa gitu?."Bingung Chan woo langsung menatapnya.
"Kamu begitu lucu ketika memasang ekspresi kelaparan.Dan itu membuatku tertawa deh."Jawab Dae hwa tertawa kecil.
"Aku kan memang lucu."Percaya diri Chan woo setelah dipuji oleh Dae hwa.
"Sudah deh..., aku juga sudah lapar.Bu..., seperti biasa dan antar ke meja ya bu."Pesan Dae hwa seperti biasanya.
"Baik Dae hwa."Tersenyum buk kantin tersebut.
"Eh..., saya samakan dengannya juga ya buk."Ucap Chan woo memesan dengan menu yang sama seperti Dae hwa.
"Baik...
"Kenapa memesan makanan sama seperti ku?."Tanya Dae hwa langsung duduk dikursi.
"Kan aku baru datang juga..., dan aku sudah lupa dengan perusahaan ini dan makanannya.Jadi aku samakan saja denganmu, kan kau sudah cukup lama disini."Jawab Chan woo terus menatap wajah Dae hwa.
"Jangan menatap saya dengan tatapan seperti itu.Sudah seperti hewan yang sedang meminta makanan kepada majikannya.Hahahah."Tiba tiba tertawa Dae hwa.
"Hahahahah...."Ikut tertawa Chan woo melihat Dae hwa tertawa.
Mereka berdua tidak tahu, kalau ada Jung woo dari kejauhan yang sedang melihat mereka dan memandang Dae hwa dari jauh.
"Dia terlihat bahagia bersama orang yang sefrekuensi dengannya.Apa aku masih boleh menyimpan rasa kepadanya.Apa sebaiknya aku tidak mencintainya saja ya tuhan."Ucap batin Jung woo terus memandangi mereka dari kejauhan.
"Sudahlah..., tidak ada gunanya aku disini.Aku harus kembali ke ruanganku."Ucapnya langsung kembali ke ruang pribadinya.
"Kau sangat lucu asisten Dae hwa..., kenapa kau belum mempunyai pasangan?."Tanya Chan woo.
"Itu....