
Setelah Dae hwa masuk ke ruangannya."Apa kau menyukai gadis itu."Tanya Chan woo menatapnya.
"Apa yang katakan...., aku tidak menyukainya."Jawab tegas Jung woo.
"Aku melihat dari matamu, kalau kau sangat mencintai Dae hwa.Tapi kenapa kau terlihat dingin padanya?."Tanya kembali Chan woo.
"Gimana ya...., masa aku mencintai orang yang sudah memiliki pacar dan mereka saling mencintai.Aku sebisa mungkin untuk melupakannya, tapi aku tak bisa."Jawab jujur Jung woo sambil memegang keningnya.
"Wah..., sungguh percintaan yang sangat romantis.Bagaimana kau tahu kalau dia sudah mempunyai pacar?."Tanya kembali Chan woo.
"Entahlah Chan woo..., aku tak mau membahasnya.Sudahlah..., jangan membahasnya lagi."Ucap Jung woo.
"Hem..., baiklah.Omong omong, bagaimana kabar ayahmu?."Tanyanya.
"Ayah baik baik saja..., nanti kita pulang bareng dan mungkin ayahku sangat merindukanmu."Jawabnya.
"Tentu saja ayah rindu denganku..., kan aku bukan orang yang sepertimu.Aku ini kan penyayang."Sombong Chan woo.
"Terserah mu deh..."Kembali fokus mengerjakan berkas berkasnya.
"Bagaimana kabar wanita yang pernah menyukaimu itu?."Intro Chan woo.
"Kenapa kau jadi seperti agen rahasia sih..., masa aku harus menjawab semua pertanyaan aneh mu itu."Ucap Jung woo.
"Tentu saja..., aku ini kan sahabat terbaik mu dan penyemangat mu."Jawab Chan woo sombong kembali.
Disisi lain."Pak Chan woo orang yang baik juga ya..., aku jadi bahagia berada disini.Karena mendapatkan teman yang baik kepadaku.Tapi...., seperti ada yang aneh dari pak Jung woo.Apa ya."Bingung sendiri.
"Oh ya..., kenapa akhir akhir ini, pak Jung woo sangat cuek kepadaku.Kan tidak biasanya seperti itu.Memang sangat peka..., tapi sikapnya menunjukkan dia tidak mau dekat denganku.Kenapa ya."Memikirkannya.
"Arghh...., sudahlah.Aku jadi bingung memikirkannya."Pusing sendiri.
Tiba tiba ponselnya berdering."Omma omma gahh....
"Siapa ya?."Langsung mengangkatnya.
"Halo..."Panggilnya.
"Halo nak Dae hwa..., ini ayah."Jawab yang tidak lain lagi ialah pak Baek woo.
"Eh ayah..., ada apa meneleponku?."Tanyanya.
"Ayah hanya rindu denganmu nak..., apa kau baik baik saja diperusahaan?."Jawab pak Baek woo sekaligus bertanya.
"Aku baik baik saja kok ayah..., ayah tenang saja.Apa ayah mau aku bawakan ramen, sepulang nanti?."Tanya Dae hwa tersenyum.
"Boleh, boleh.Kebetulan ayah lagi kepengen ramen nih.Uang ya akan ayah ganti nanti."Bahagia pak Baek woo.
"Baik ayah..., tidak perlu diganti.Aku akan mengantarnya sepulang nanti.Kalau begitu, sampai nanti ayah."Ucap Dae hwa.
"Iya nak..., ayah tutup telponnya."Langsung mematikan ponselnya.
"Fyuhh..., kirain siapa, ternyata ayah.Aku sangat bahagia memiliki ayah, walaupun bukan ayah tiriku maupun ayah tiriku.Aku sangat bahagia."Girang Dae hwa.
"Aku harus cepat mengerjakan berkas ini, agar aku bisa cepat pulang dan membelikan ramen untuk ayah."Ucapnya kembali fokus mengerjakan tugasnya.
Menjelang malam pun tiba.Dimana Dae hwa sudah membeli ramen dan menuju rumah pak Baek woo.
Sesampai rumah pak Baek woo."Permisi...."Panggil Dae hwa dari luar.
Pintu pun terbuka dan yang membukakan pintu tersebut ialah Chan woo.
Menatapnya."Dae hwa...
"Pak Chan woo...."Sama sama kaget.
"Kenapa kau kemari?."Tanya Chan woo.
"Saya mau mengantarkan ramen kepada pak Baek woo..."Jawabnya sambil mengelus lehernya.
"Dan kenapa pak Chan woo ada disini?."Tanya balik Dae hwa.
"Iya, iya..., kebiasaan manggil pak soalnya.Jawab dulu pertanyaan saya, kenapa kamu ada disini?."Tanya Dae hwa.
"Saya sudah kenal lama dengan Jung woo, dari kecil.Jadi aku sudah kenal lama dengan ayahnya dan aku juga menganggap ayahnya sebagai ayahku juga."Jawabnya dengan jujur.
"Ouhhh...., masuklah."Mempersilahkan masuk.
Dae hwa pun langsung masuk."Ayah..., aku sudah membawakan ramen untuk ayah."Langsung menghampiri pak Baek woo.
"Ayah..."Kaget Chan woo.
Ikut menghampirinya."Kenapa kau ikut memanggil ayah?."Tanya Chan woo bingung.
"Saya sudah lama memanggil ayah dan ini semua karena permintaan pak Baek woo.Kenapa emangnya?.Tanya balik Dae hwa sambil menaikkan alisnya.
"Tidak apa apa sih..., lanjutkan lah."Jawabnya tersenyum.
"Sudahlah..., jangan banyak bicara begini.Terima kasih banyak nak Dae hwa, karena sudah membawakan ayah ramen kesukaan ayah."Bahagia pak Baek woo.
"Sama sama ayah..., tidak perlu segan dengan Dae hwa.Aman kok."Ikut bahagia.
"Kalian memang sangat dekatnya..., aku sampai mau bergabung dengan kalian."Mau ikut bergabung.
"Mari sini..., ayah akan memeluk kalian."Mau memeluk.
"Boleh ayah?."Tanya Dae hwa mematikannya.
"Tentu saja...
Chan woo dan Dae hwa pun langsung memeluk pak Baek woo dalam kebahagiaan."Aku sayang ayah."Ucap mereka bersamaan.
"Eh samaan....
"Iya, hahahahah."Tertawa bersama sama.
"Omong omong..., dimana pak Jung woo?."Tanya Dae hwa kepada Chan woo.
"Dia lagi diruang kerja ya..., pergilah dan bawakan jus didapur.Tadi dia menyuruhku untuk membuat jus dan karena kau sudah disini, antarkan deh."Jawab Chan woo.
"Baiklah..., aku mengantarkan jus ke ruang kerja pak Jung woo dulu ya ayah."Langsung berdiri.
"Baik nak..., hati hati."Mengelus rambut Dae hwa.
Dae hwa mengangguk dan langsung mengambil jus yang ada didapur.Dae hwa pun langsung membawanya ke ruang kerja Jung woo.
Sesampai ruang kerja Jung woo.Dae hwa langsung masuk kedalam."Kenapa kau lama banget sih membawanya."Mengomel karena tidak tahu kalau itu bukan Chan woo tapi Dae hwa.
"Saya Dae hwa pak..."Jawab Dae hwa.
Menaikkan kepalanya."Eh.., asisten Dae hwa.Kenapa kau ada disini?."Tanya Jung woo.
"Tadi ayah menitip ramen dan aku membelikan ayah ramen.Jadi aku bisa disini deh."Jawabnya tersenyum untuk menenangkan suasana.
"Tidak usah repot repot..., terima kasih dan pergilah."Ucap dingin kembali Jung woo dan tidak mau menatap wajah Dae hwa.
"Bapak kenapa ya..., kalau dilihat lihat.Bapak aneh dari hari yang lalu."Tanya Dae hwa bingung.
"Saya tidak apa apa..., saya hanya banyak pikiran dan keluarlah."Tegas Jung woo.
Sontak Dae hwa kaget."Eh..., maafkan saya pak.Saya akan pergi sekarang."Menunduk dan langsung keluar dari ruang kerja Jung woo.
Dae hwa pun langsung keluar dari ruang kerja Jung woo.Didalam ruang kerja Jung woo."Astaga Jung woo..., apa yang kau lakukan.Kenapa kau membentak Dae hwa..., astaga."Mengerutkan keningnya.
Disisi lain.Dae hwa yang kesal dan langsung keruang tamu untuk mengambil tasnya."Apa kau sudah mengantarkan jus kepada Jung woo?."Tanya Chan woo.
"Sudah..., aku pulang dulu."Jawab Dae hwa murung.
"Kau kenapa nak..., kenapa tiba tiba wajahmu seperti itu?."Tanya pak Baek woo.
"Tidak apa apa ayah..., aku baru ingat.Kalau ada urusan dirumah, aku pulang dulu."Langsung menggandeng tasnya dan langsung keluar dari rumah tersebut.