
"Sebenarnya pak, saya lagi pusing kepala saja kok pak.Bapak tidak usah terlalu memikirkannya.Saya hanya pusing sedikit saja kok."Jawab Dae hwa tersenyum agar Jung woo tidak curiga dengannya.
"Apa perlu ku antar, kebetulan saya mau pulang juga.Mending bareng saja."Ucap Jung woo menawarkan tumpangan kepadanya.
"Tidak usah pak, saya terlalu merepotkan pak Jung woo.Saya bisa sendiri kok pak."Jawab Dae hwa langsung menolaknya.
"Naiklah, tidak ada penolakan."Ucapnya.
"Baiklah, saya akan ikut dengan pak Jung woo."Pasrah Dae hwa langsung masuk kedalam mobil Jung woo.
Jung woo pun langsung mengantarkan Dae hwa pulang ke rumahnya.Di sepanjang jalan, Dae hwa hanya diam dan tak mau menatap wajah Jung woo.Sesampai rumah Dae hwa, Dae hwa langsung turun dari mobil Jung woo."Terima kasih banyak pak, hati hati."Ucap Dae hwa langsung masuk ke dalam rumahnya.
"Jelas jelas dia tidak tersenyum sedikit pun.Mungkinkah karena efek dari sakit kepala tersebut.Jadi dia lagi ga mood, kasihan banget sih anak itu."Ucap batin Jung woo langsung menggas mobilnya.
Malam pun tiba.Dimana akan diadakan makan malam bersama, karena kesuksesan perusahaan Jung woo.Dae hwa yang sudah bersiap siap dan sudah memakai pakaian yang rapi."Apa pakaian ini cocok denganku ya.Pakai ini saja deh, lagian kan cuma makan bersama."Ucap batin Dae hwa langsung mengecek ponselnya, untuk melihat lokasi tersebut.
"Disini ternyata makan bersama ya.Nanti aja deh, aku mau istirahat sebentar.Paling mereka datangnya lama juga, dan pak Jung woo tidak memberitahu jam berapa datangnya.Dan itu bukan kesalahanku, kalau aku terlambat.Mau lihat tiktok dulu deh."Ucapnya langsung membuka tik tok sambil rebahan.
15 menit pun berlalu dan dae hwa masih belum berangkat."Dimana asisten Dae hwa?."Tanya Jung woo.
"Kenapa kau mencari Dae hwa, apa kau menyukainya?."Tanya balik Chan woo sambil mengejeknya.
"Apaan sih."Kesal Jung woo.
"Siapa Dae hwa itu?."Tanya Chin so.
"Dia adalah asistennya Jung woo dan Jung woo menyukainya."Ucap Chan woo sambil tertawa.
"Omaygat, apa itu benar Jung woo.Tidak ku sangka sahabat ku akhirnya menyukai wanita."Kaget Chin so.
Karyawan lainnya duduk cukup jauh dan mereka duduk di pinggiran.Sebab itu mereka bisa saling mengobrol secara terbuka.
Disisi lain."Aku pergi sekarang deh, mungkin mereka semua sudah datang dan aku harus pergi sekarang."Ucap Dae hwa langsung berangkat ke lokasi tersebut.
Sesampai lokasi.Dae hwa masih ragu untuk masuk dan berdiri di depan resto tersebut dan kebetulan arah meja semua membelakanginya dan dia berdiri di belakang mereka.
"Bilang aja kalau kau suka dengan Dae hwa.Aku pernah melihat mu salting, karena diantar kopi oleh Dae hwa."Ucap Chan woo mengomporinya.
"Wah, Jung woo ku menyukai seseorang juga ya dan akan meninggalkanku."Ucap Chin so ikut tertawa.
Dae hwa yang masih berdiri dan mendengar pembicaraan mereka soal dirinya."Kenapa mereka membahasku, aku harus mendengarnya sebentar."Ucap batin Dae hwa menahan salting.
"Diam kalian!, aku sama sekali tidak menyukainya.Aku bukan salting, tapi aku hanya mau agar dia terus mengantarkanku kopi dan aku kasihan kepadanya, karena dia hidup tanpa kedua orang tua.Lagian dia juga asistenku.Wajar kalau aku memerintahkannya dan lagi pula, aku hanya menjadikannya sebagai asisten ku saja dan tidak lebih dari itu."Tegas Jung woo.
"Dan satu lagi, kenapa kau sering mengajaknya ke rumah mu dan memperkenalkannya ke ayah mu.Tentu karena kau menyukainya kan?."Tanya Chan woo kembali.
"Aku hanya kasihan kepadanya, karena dia tidak mempunyai kasih sayang dari kedua orang tuanya.Dan aku hanya memanfaatkannya, agar ayah tidak sedih lagi, karena tidak ada orang yang membuat bahagia.Karena ada Dae hwa, ayah jadi bahagia dan mau makan.Aku hanya mau memakainya saja dan jangan bertanya soal aku menyukainya atau tidak.Aku sama sekali tidak menyukainya."Tegas Jung woo berbohong kepada dirinya sendiri.
"Wah, kau jangan terlalu terbuka.Dae hwa orang yang sangat baik, kau jangan jahat dengannya."Ucap Chan woo kepadanya.
"Tau tu Jung woo."Ikutan Chin so.
Saat Dae hwa sudah pergi.Jung woo berbalik badan dan melihat tidak ada siapapun."Kau kenapa?."Tanya Chan woo menatapnya.
"Itu paling hanya ilusi mu saja.Omong omong dimana Dae hwa ya.Kenapa dia tidak datang juga?."Tanya Chan woo kembali.
"Aku akan menghubunginya."Ucap Jung woo langsung berdiri dan langsung menghubungi Dae hwa.
Disisi lain.Ternyata hujan turun dan Dae hwa tidak membawa payung.Dia langsung terdiam di bawah langit yang sudah menurunkan hujan deras.Otomatis pakaian Dae hwa jadi basah."Hikss, Hikss.Kenapa aku tidak diberikan kebahagiaan ya tuhan.Cobaan apalagi ini."Tangis Dae hwa sambil menutupi wajahnya.
Tiba tiba ponselnya berdering.Dae hwa langsung mengambilnya, sambil menutupi ponselnya dengan lengannya, agar ponselnya tidak basah."Pak Jung woo.Aku tidak mau berbicara dengannya."Ucap Dae hwa membiarkannya dan langsung memasukkannya kedalam tasnya.
"Kenapa dia tidak mengangkat telepon dariku.Dan kenapa tiba tiba turun hujan."Bingung Jung woo kembali masuk ke resto tersebut.
"Bagaimana?."Tanya Chan woo.
"Dia tidak bisa di hubungi dan di luar sedang ada hujan deras.Mungkin dia terjebak hujan."Jawabnya kembali duduk.
"Aku sudah lapar nih, bagaimana kalau kita makan dulu."Ucap Chin so.
"Yaudah, mari semaunya kita mulai makan.Bersulang."Ucap Jung woo langsung menaikkan gelas jus apel dan bukan bir, karena dia tidak mau minum bir.
"Bersulang."Ucap semuanya dan langsung memulai makan bersama.
Disisi lain.Dae hwa yang masih berada di bawah hujan dan menundukkan kepalanya.Tiba tiba ada yang memberikannya payung.Dae hwa langsung menatap pria tersebut dan pria itu tidak lain lagi ialah Felix.
"Pak Felix, kenapa anda disini?."Tanya Dae hwa dalam kebasahan.
"Seharusnya saya yang bertanya hal itu kepada mu.Kenapa kau basah basahan disini dan duduk ditengah jalan yang ramai ini?."Tanya Felix balik.
Dae hwa hanya terdiam dan tidak mau menjawab pertanyaan dari Felix."Kalau kau tidak mau menjawabnya, mari kita berteduh dulu dan jangan hujan hujanan disini.bisa bisa kamu demam lagi."Ucap Felix langsung mendirikan Dae hwa.
Mereka berdua langsung berteduh di sebuah cafe dan Felix langsung melepas jaketnya dan memberikannya kepada Dae hwa."Pakailah ini dulu, agar kau tidak terlalu kedinginan.Biar sedikit hangat."Ucapnya.
"Terima kasih banyak pak, pak Felix jadi repot begini."Jadi tidak enakan Dae hwa.
"Sudahlah, pakailah saja.Kau disini dulu, aku akan memesan dua gelas kopi hangat."Langsung berdiri dan langsung membeli kopi tersebut.
"Kenapa disaat aku sudah melupakan pak Felix, pak Felix selalu muncul di hadapanku.Padahal aku sudah tidak mencintainya, tapi saat aku mencintai orang lain.Pak Felix malah muncul dan memberikan perhatian kepadaku.Sadarlah Dae hwa, kau tidak boleh memikirkan cinta dulu."Ucapnya batinnya menyadarkan dirinya sendiri dari masalah cinta.
Saat Dae hwa sedang menunggu dan melamun.Felix pun datang sambil membawa dua gelas kopi latte dan kopi cappucino hangat."Nih minuman mu, minumlah dan hangatkan lah dirimu sebentar.Tunggu hujan reda, baru aku akan mengantarkan mu pulang."Ucap Felix langsung duduk.
Dae hwa melamun dan tidak menyadari kalau Felix sudah datang."Hei....., kau kenapa?."Menyadarkan Dae hwa.
"Eh..., maafkan saya pak Felix."Jawab Dae hwa langsung sadar.
"Kau kenapa melamun?."Tanya balik Felix.
"Saya,