Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
episode 17:Kopi Panas



"Hem....tidak ada kok.Saya hanya tersenyum karena penampilan mu hari ini sangat bagus.Aku kasih jempol deh."Jawab Dae hwa sambil mengacungkan jempolnya dan tersenyum.


Mengelus lehernya dan tiba tiba pipinya memerah."Terima kasih banyak bu manager.Ini adalah pakaian yang dipilih oleh ibu saya."Ucap Chan yoel.


"Wah....., selera ibumu cukup bagus juga.Lain kali ajak aku untuk bertemu ibu mu bersama teman ku."Ucap Dae hwa.


"Baik bu manager."Tersenyum bahagia chan yoel karena di puji Dae hwa.


"Jangan panggil saya dengan sebutan bu manager.Panggil saja dengan bu Dae hwa saja."Ucapnya kembali.


"Baik bu Dae hwa."Jawab Chan yoel.


"Nah gitu kan enak di dengar."Tersenyum.


"Dae hwa...., kopi pesanan mu sudah siap dan kopi americano sudah siap."Panggil dari kejauhan ibu kantin tersebut.


"Eh....kopi pesanan saya sudah siap.Apa kopi americano itu milikmu?."Tanya Dae hwa kepada Chan yoel.


"Benar bu.Jadi kita ambil sama sama saja, sekalian Kembali berkerja bareng."Jawab Chan yoel.


Merekapun kembali bekerja bersama dan menuju ke meja mereka masing masing.


"Omong omong bu dae hwa.Apa bu Dae hwa sudah lama bekerja disini?."Tanya Chan yoel sambil memegang kopinya.


"Saya baru bekerja beberapa hari disini.Makanya tadi saya meminta bantuan karyawan saya, untuk membantu saya.Karena saya juga baru disini."Jawab Dae hwa.


"Ouh...., pantas saja tadi kelihatannya bu Dae hwa kebingungan memperkenalkan karyawan disini."Ucap Chan yoel tersenyum.


"Heheheh....., wajar saja.Namanya juga baru.Toh nanti akan kenal dengan semaunya."Jawab Dae hwa sambil merapikan kacamatanya.


"Kalau di lihat lihat bu Dae hwa sangat cantik hari ini."Ucap Chan yoel mengatakannya sambil malu.


"Heh..., kenapa tiba tiba mengatakan hal seperti itu.Saya tidak cantik seperti wanita wanita di luaran sana.Saya hanya wanita berkacamata yang culun."Ucap Dae hwa tidak mau dikatakan seperti itu.


"Bu Dae hwa memang cantik kok.Sekali kali bu Dae hwa boleh mencoba ber-make up.Pasti akan sayang cantik kalau bu Dae hwa ber make up."Ucap jujur Chan yoel.


"Terima kasih banyak atas pujiannya Chan yoel.Lain kali saja saya akan mencoba hal itu.Kalau begitu saya duluan dulu ya karena sudah mau dekat ruangan pak Jung woo."Jawab Dae hwa tersenyum sambil membawa hati hati kopi yang hangat.


"Baik bu Dae hwa."Tersenyum Chan yoel.


Sesampai ruangan Jung woo."Permisi pak saya masuk."Masuk Dae hwa ke dalam.


"Ini pak kopi yang anda minta.Eh...kenapa pak Jung woo terdiam dan membelakangi saya.Ada apa ya."Ucap Dae hwa pelan pelan menghampirinya.


Dan tenyata Jung woo sedang tertidur sambil mengarah ke kaca luar perusahaan."Eh...pak jung woo tertidur.Dia bilang, tidak boleh tertidur di perusahaan.Eh..., malam dia bosnya yang tertidur di perusahaan.Dasar tempe bacem."Ucapnya menjetikkan hidung Jung woo sambil memegang kopi tersebut.


Tiba tiba Jung woo terbangun akibat jentik kan Dae hwa dan seketika itu dae hwa yang terkejut reflek menjatuhkan kopi tersebut ke dada Jung woo.Alhasil dada Jung woo memerah.


"Eh...., astaga..."Terjatuh kopi karena Dae hwa terkejut.


"Maafkan saya pak.Maafkan saya."Terus menunduk.


"Akan saya bantu mengobati luka panas ya pak.Sebentar ya pak, akan saya cari kan kotak p3k."Ucapnya panik takut Jung woo marah besar dan tidak enakan.


"Tidak usah.Biar saya saja yang mengobatinya sendiri."Jawab Jung woo mengelap bajunya.


"Tidak boleh seperti itu pak.Saya harus mengobatinya.Karena ini kesalahan saya sendiri."Mencari di lemari kerja Jung woo.


"Ketemu."Berhasil menemukan kotak obat tersebut.


"Bolehkah bapak membuka kancing atas baju bapak.Agar saya bisa mengobatinya dengan salep ini."Ucap Dae hwa sambil memegang obat salep tersebut.


"Biar saya saja yang mengobatinya.Kau kembalilah ke ruanganmu."Ucap Jung woo pipinya memerah karena dadanya akan di obati oleh Dae hwa.


"Tidak apa apa pak.Biarkan saya saja yang mengobatinya.Bapak tinggal diam saja."Ucap tegas Dae hwa ingin membantu mengobatinya karena kesalahannya.


"Baiklah jika kau memaksa."Ucap Jung woo membuka kancing baju atas dan semakin ke bawah dan separuh dada.Kancing baju ya terbuka.Dae hwa yang melihatnya seketika pipinya memerah karena melihat postur tubuh Jung woo yang begitu indah.


"Makk...., badan pak Jung woo sangat indah.Aku tidak bisa terus menatapnya.Bisa bisa aku di kira mesum lagi."Ucap batin Dae hwa salting hingga pipinya memerah.


Jung woo yang buang muka karena tidak ingin wajahnya yang memerah itu ketahuan oleh Dae hwa dan Dae hwa kembali fokus untuk mengobati luka Jung woo.Dae hwa yang berdekatan dengan wajah Jung woo membuat Jung woo tidak tahan dengannya.


"Ini akan sedikit sakit pak.Jadi di tahan ya pak."Ucap Dae hwa memulai mengolesinya.


"Ugh..."Sakit Jung woo.


"Bapak harus menahannya.Sabar ya pak.Maafkan saya."Ucap Dae hwa meminta maaf.


"Itu bukan karena sakit.Tapi kau yang membuat ku seperti ini.Kau mengolesinya dengan lembut.Itu yang membuatku tidak tahan."Ucap batin Jung woo menahan nafsunya dengan wajah semakin memerah.


Nah..., sudah siap pak."Menjauh karena sudah beres.


"Maafkan saya pak.Karena sudah membuat bapak seperti ini."Ucap Dae hwa terus meminta maaf sambi menunduk dengan pipi yang masih memerah.


"Tidak apa apa.Kalau begitu kembali lah bekerja."Jawab Jung woo membalikkan badannya.Membelakangi Dae hwa untuk memperbaiki kancing bajunya.


"Baik pak.Terima kasih banyak,kalau begitu saya permisi dulu pak Jung woo."Menunduk dae hwa lalu pergi meninggalkan Jung woo.


Setelah Dae hwa pergi dan Jung woo kembali membalikkan badannya dan menutupi wajahnya."Apa aku menyukai anak culun itu.Astaga...., bagaimana aku mengungkapkannya.Aku tidak boleh menyukainya.Tapi kenapa aku malah menyukainya.Tempe tahu, tempe tahu."Salting Jung woo sambil menutupi wajahnya.


Disisi lain di ruangan Dae hwa.Dae hwa yang juga salting di meja ya juga menutupi wajahnya karena salting dan membayangkan kembali adegan tadi dan dia mengingat dengan perut bagus yang di miliki Jung woo.


"Astaga dae hwa....., kenapa perut pak Jung woo sebagus itu.Aku tidak berhenti terus menatapnya.Apa aku menyukai pak Jung woo.Benar, aku menyukai pak Jung woo dari sejak aku bekerja disini."Ucapnya membayangkan kejadian tadi.


"Fiksss....., aku benar benar menyukai pak Jung woo.Ini pertama kalinya aku sampai begini dan pipi ku terlihat memerah.Apa pak Jung woo menyadarinya kalau aku sedang salting karena postur tubuhnya yang indah itu."Pipinya kembali memerah karena membayangkan kejadian tadi.


"Aku harus mengejar cinta pak Jung woo, bagaimanapun caranya.Agar cinta ku tidak seperti masa lalu di perusahaan lama.Karena aku tidak berani mengungkapkannya.Sekarang sedikit demi sedikit aku harus perhatian kepada pak Jung woo.Agar aku tidak sakit hati lagi karena tidak duluan mengejarnya."Ucap Dae hwa sudah bertekad bulat untuk mendekati Jung woo duluan.