
Saat mereka masuk ke dalam mobil bersama.Dae hwa langsung duduk di bangku depan dan tepat di samping Jung woo yang membawa mobil tersebut.
Saat mereka di dalam, tiba tiba Jung woo mendekatinya."Eh..., pak Jung woo mau ngapain ya.Apa pak Jung woo mau mencium ku, aku menerima nya."Ucap batin Dae hwa menutup matanya.
Jung woo heran."Jangan aneh aneh..., saya cuma mau memasang sabuk pengaman mu ini dan jangan berfikir yang aneh aneh."Ucap Jung woo langsung memasangkan sabuk pengaman tersebut dan duduk kembali di kursinya.
"Eh..., aku salah paham.Toge, toge.Gimana ini, aku udah tutup mata lagi, malunya."Ucap batin Dae hwa malu sampai menutupi wajahnya yang memerah.
"Maafkan saya pak, maafkan saya.Saya tidak akan melakukan yang macam macam."Jawab Dae hwa mengkibas wajahnya yang salting dengan tangannya.
Jung woo yang melirik nya, langsung menurunkan kaca jendela mobil yang berada di samping Dae hwa.Seketika itu Dae hwa kaget, karena Jung woo yang begitu peka kepadanya.
Menatap kaca jendela mobil."Eh..., kenapa pak Jung woo tahu kalau aku kepanasan.Aku kepanasan gini, juga karena salting kepadanya."Dalam hati Dae hwa melirik Jung woo.
Jung woo pun langsung menggas mobilnya, untuk mengantarkan Dae hwa pulang.
"Pak..."Panggil Dae hwa.
"Iya...
"Bolehkah bapak mengantarkan saya ke cafe in love."Ucap Dae hwa.
"Ada urusan apa kau kesana?."Tanya Jung woo.
"Saya ada urusan dengan seseorang pak, jadi antarkan saja saya ke sana ya pak."Jawab Dae hwa tersenyum.
"Baiklah..."Datar Jung woo kepadanya.
"Pasti anak ini akan berjumpa dengan bos lamanya dulu.Kenapa dia tidak mau memberitahu ku.Dia pasti memang punya hubungan spesial dengan bos lamanya, makanya dia tidak mau memberi tahu kepadaku."Ucap batin Jung woo cemburu dan memasang wajah datar.
"Kenapa pak Jung woo ya..., apa aku salah omong, atau pak Jung woo tau, kalau kemarin aku berjumpa dengan pak Felix."Bingung dae hwa sambil melirik Jung woo.
"Sebenarnya saya mau bertemu dengan pak Felix pak..., karena kami sudah lama tidak bertemu dan katanya pak Felix mau mengatakan sesuatu kepadaku, mungkin itu penting dan sekalian berjumpa."Ucap Dae hwa menjelaskan nya kepada Jung woo, walau Jung woo tidak menanyakan hal itu.
"Aku tidak menanyakan soal hal yang tidak penting itu, dan itu bukan urusanku."Jawab Jung woo.
"Maafkan saya pak..., saya hanya bingung melihat wajah pak Jung woo yang tiba tiba dingin begitu."Ucap Dae hwa mengelus lehernya merasa tidak enak.
Jung woo hanya diam dan fokus menyetir."Aneh..., pak Jung woo kenapa ya?."Bingung dae hwa sambil mengelus dahinya.
Sesampai cafe tersebut."Sudah sampai."Ucap Jung woo.
"Terima kasih banyak pak Jung woo..., maaf merepotkan anda.Sekali lagi terima kasih banyak pak."Ucap Dae hwa tersenyum lebar dan langsung turun dari mobil tersebut.
Dae hwa pun langsung masuk ke cafe tersebut dan Jung woo melihat dari dalam mobilnya."Apa aku harus menyerah, untuk tidak menyukainya."Ucap batin Jung woo cemburu.
"Aish..., sudahlah.Aku harus pulang sekarang juga."Ucapnya langsung menggas kembali mobilnya dan pergi dari tempat tersebut.
Disisi lain, Dae hwa yang langsung masuk ke cafe tersebut dan Felix langsung melambaikan tangannya untuk memanggil Dae hwa.Dae hwa pun langsung datang menghampiri nya.
"Maaf membuat pak Felix menunggu lama."Ucapnya langsung duduk tepat di samping nya.
"Tidak apa apa, saya juga baru datang kok, jadi jangan merasa tidak enakan.Kalau begitu pesanlah minuman yang kau inginkan, biar ku bayar."Jawab Jung woo tersenyum tipis.
"Pelayan..., pesan kopi cappucino nya 1 dan mochi nya 1."Pesan Dae hwa.
"Baik..., ditunggu nona."Jawab pelayan tersebut.
Disisi lain, Jung woo yang tidak tenang di perjalanan, karena memikirkan Dae hwa.
"Aishh..., kenapa aku malah kepikiran asisten Dae hwa sih.Apa aku mulai menyukainya, tidak boleh.Jelas jelas dia masih menyukai bos lamanya itu, tapi entah kenapa, aku tidak tenang melihatnya bertemu dengan pak Felix itu.Aku harus putar kembali dan menyamar, agar tidak ketahuan oleh dae hwa.Aku mau mengawasi mereka.Ya..., aku harus kesana."Ucap Jung woo langsung memutar kembali mobilnya dan kembali ke cafe tadi.
Sesampai cafe tersebut."Aku harus memakai masker dan kacamata.Kebetulan aku menyimpan nya, untuk berjaga jaga."Langsung mengenakan aksesoris tersembunyi tersebut.
Jung woo pun langsung masuk ke cafe tersebut dan duduk di bangku paling belakang, sambil melihat mereka berdua sedang bercanda tawa.
"Jelas jelas asisten Dae hwa masih mencintainya.Apa aku masih punya ruang di hatinya."Ucap batin Jung woo benar benar cemburu melihat mereka berdua.
Disisi lain.
"Omong omong pak..., bagaimana nasib mantan pak ceo itu?."Tanya Dae hwa sambil melipat tangannya.
"Sepertinya dia sudah bersama pria lain..., aku sudah tidak mementingkan soal itu lagi."Jawab Felix sambil menghela nafasnya.
"Sabarlah pak ceo..., semua pasti ada kebaikan nya kok."Ucap Dae hwa menyemangati nya.
"Apa kau sudah punya pacar?."Tanya Felix langsung ke inti.
"Eh..., kenapa pak ceo menanyakan soal itu.Saya belum mempunyai pacar, bahkan saya tidak ingin pacaran."Jawab Dae hwa sambil membalikkan bola matanya.
"Hahahah..., kau masih sama saja seperti dulu ya, tidak ada beda nya."Tertawa Felix.
"Ya memang ga berbeda dong pak, kan ga mungkin saya berubah seperti lucinta luna, aneh pak ceo ini."Jawab Dae hwa membuat lelucon.
"Hahaha..., cantikan juga kamu daripada lucinta luna."Ucap Felix tersenyum.
"Bapak bisa aja...
Saat mereka sedang mengobrol, makanan pun tiba dan langsung di letakkan di atas meja mereka.
"Ini makanan anda..., silahkan di nikmati."Ucap pelayan tersebut langsung meletakkan makanan tersebut.
"Terima kasih banyak."Jawab Felix dan Dae hwa bersamaan.
"Sama sama."Jawab pelayan tersebut langsung meninggalkan tempat tersebut.
Jung woo yang sudah memesan segelas kopi cappucino seperti biasanya dan terus menatap mereka dari kejauhan dan sangat fokus memandangi mereka.
"Si Felix itu malah menggoda Dae hwa ku, tidak bisa kubiarkan.Tapi aku tidak punya hubungan apapun.Aku memang harus menyerah dari nya.Lebih baik sekarang aku fokus untuk bekerja dan tak memikirkan cinta lagi, karena semua cinta itu tidak ada dan hanya kepalsuan yang ada didalam dirinya.Aku jadi stress lama lama disini, mending aku pergi deh."Ucap kesal Jung woo langsung keluar dari cafe tersebut dengan wajah nya yang begitu dingin.
Saat Dae hwa mau makan, dia melihat pria yang berpakaian serba hitam dan menutupi wajahnya."Aku seperti mengenal pria tersebut, tapi siapa ya, tidak mungkin deh aku kenal dengannya."Ucap batin Dae hwa menatap pria tersebut yang sedang lewat untuk keluar dari cafe tersebut.
Dae hwa tidak tahu kalau itu adalah Jung woo yang mengawasinya tadi."Hei Dae hwa..., kenapa anda melamun?."Tanya Felix menyadarkan nya yang sedang melamun.
"Eh..., gapapa kok pak.Kalau begitu mari kita nikmati makanan ini."Jawab Dae hwa kembali fokus untuk makan dan mengobrol kepada Felix.