
Setelah meletakannya. "Apa sudah cocok pak?." Tanya penjaga kembali.
"Ehm, sangat cocok. Kalau begitu, kalian bisa pergi sekarang." Jawab Jung woo.
"Baik pak, kami permisi pak dan bu." Langsung menundukkan badannya, dan langsung keluar dari ruang pribadi Jung woo.
Setelah mereka pergi. Jung woo pun langsung menutup pintu tersebut. "Dengan begini, aku bisa melihat kamu setiap hari sayang." Ucap Jung woo langsung memeluk Dae hwa dari belakang.
"Terserah kamu deh sayang. Yang penting kamu bahagia, kalau begitu, aku mau bekerja dulu sayang. Soalnya aku mau jadi rajin, hehehehe." Ucap Dae hwa langsung duduk di kursinya yang berada tepat disamping Jung woo.
Jung woo duduk di kursi kerjanya juga, sambil menatap Dae hwa yang sedang bekerja. "Jangan menatapku seperti itu sayang. Kerjakan pekerjaan kamu." Ucap Dae hwa fokus bekerja.
"Baik sayang." Langsung nurut dan fokus juga ke pekerjaannya.
Malam pun tiba. Dimana Dae hwa ketiduran dimeja kerjanya. Jung woo pun langsung menatapnya. "Kasihan banget istriku. Kelelahan karena bekerja." Ucap Jung woo menghampiri Dae hwa, dan mengelus rambutnya.
"Kamu lelah ya sayang. Kalau begitu, kita pulang sekarang." Langsung menggendong Dae hwa dibelakang badannya, dan mereka berdua langsung keluar dari perusahaan.
Semua karyawan memandangi mereka berdua. "Soswet bangetnya, sepasang Joli itu. Sungguh romantis." Ucap karyawan berbisik sambil senyum senyum.
Jung woo pun langsung pulang bersama Dae hwa yang sedang tertidur. Sesampai rumah, Jung woo kembali menggendong Dae hwa ke dalam rumah.
Di dalam rumah. Ayahnya yang sedang membaca koran, langsung melihat Jung woo yang sedang menggendong Dae hwa. Sontak pak Baek woo langsung berdiri dan menghampiri mereka berdua.
"Dia tidak apa apa ayah, hanya mengantuk saja dan jadinya dia tidur di perusahaan. Jadinya kami pulang saja." Jawab Jung woo.
"Ayah kira kenapa, kalau begitu bawa langsung dia ke kamar. Nanti terjadi yang aneh aneh." Perintah pak Baek woo.
"Iya ayah, ini mau aku antar ke kamar kami." Ucap Jung woo langsung naik ke kamarnya, dan langsung masuk ke kamar mereka berdua.
Di kamar, Jung woo langsung meletakkan Dae hwa di tempat tidur. "Fyuh, siap juga akhirnya. Kamu berat banget sayang. Hahahah." Ucap Jung woo duduk disamping Dae hwa yang sedang tidur, dan Jung woo langsung mencium kening Dae hwa.
"Ehm, ibu, ibu. Jangan pergi ibu, jangan tinggalin Dae hwa." Ucap Dae hwa mengigo tentang ibunya.
Sontak Jung woo langsung menatap wajah Dae hwa. "Apa kamu merindukan ibu kamu sayang. Kamu begitu kuat, menjalani semua hidup kamu. Padahal kamu tidak didampingi oleh siapapun, tapi kamu kuat. Kamu memang wanita yang hebat, dan aku sangat beruntung karena kamu ada disisi aku."
"Entah berapa kali aku mengatakan, kalau aku benar benar beruntung memiliki wanita seperti kamu, dan aku sangat mencintai kamu sayang." Ucap Jung woo memegang kedua tangan Dae hwa, dan mengelusnya dengan lembut.
Malam pun tiba. Dimana Dae hwa baru bangun, akibat kelelahan. Dae hwa pun membuka matanya pelan pelan, dan langsung duduk, dan melihat sekitar.
"Eh, kenapa aku bisa ada di kamar. Kan tadi aku di perusahaan?." Kebingungan dirinya.
Tiba tiba ada yang keluar dari kamar mandi, dan mengenakan handuk badan, yang terlihat roti sobeknya.
"Sayang,