Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
episode 14:Salting kembali



"Sebenarnya....., rapat mu hari ini sangat bagus asisten dae hwa."Jawab Jung woo melipatkan tangannya.


"Apa...., bapak cuma mengatakan itu saja?."Tanya bingung Dae hwa.


"Ada satu lagi dan siapkan berkas ini kembali dan buatkan lah aku kopi kembali jangan lupa kopi cappucino dingin."Ucap Jung woo memerintahkannya.


"Baik pak."Menunduk lalu keluar ruangan untuk mengambil secangkir kopi.


Menuju kantin."Aneh banget memang pak Jung woo.Sulit di tebak ya."Ucap batin Dae hwa terlihat bingung.


Setelah membeli kopi dan masuk ke ruangan jung woo."Permisi pak.Ini kopi anda."Ucap Dae hwa langsung meletakkannya.


"Apa ada yang lain pak?."Tanya Dae hwa.


"Terima kasih dan kembalilah ke ruangan mu."Jawab Jung woo.


"Baik pak."Menunduk lalu pergi ke ruangannya.


Diruangan Dae hwa yang langsung duduk dan melamun sebentar."Omong omong Selera minum pak Jung woo hampir sama denganku.Sama sama menyukai yang dingin."Ucap batin Dae hwa.


"Sudahlah.Aku harus mengerjakan berkas berkas penyiapan produk kami untuk perusahaan get to.Aku harus menyiapkannya segera."Kembali fokus mengerjakannya.


Malam pun tiba dimana Dae hwa siap membereskan berkasnya dan bergegas pulang.


Berdiri."Ini sudah waktunya.Aku akan pulang secepatnya."Keluar dari ruangannya.


Menuju ke keluar perusahaan dan ternyata di luar perusahaan sudah ada Jung woo yang menunggunya.


"Eh....pak Jung woo, kenapa bapak disini?."Tanya Dae hwa.


"Saya tadi mau sekalian pulang dan ternyata saya mengingat mu.Tentu saja aku tidak akan membiarkan wanita pulang sendirian malam malam dan lagian rumahmu cukup jauh juga.Jadi biarkan saya yang mengantarkan mu pulang."Ucap Jung woo sambil bersenderan di mobilnya.


"Tidak usah pak...., saya bisa pulang sendiri kok."Tersenyum Dae hwa merasa ga enak.


"Naiklah.Kebetulan pak supir sedang ada urusan jadi saya yang menyetir.Naiklah..."Ucap Jung woo menyuruhnya naik.


"Baik pak."Wajah pasrah.


Didalam mobil menuju rumah Dae hwa."Omong omong asisten Dae hwa.Anda tinggal bersama siapa?."Tanya Jung woo sambil menyetir.


"Saya tinggal sendirian di rumah pak.Ibu dan ayah saya sudah meninggal sejak saya berumur 10 tahun dan setelah itu saya di besarkan oleh nenek saya dan saat berumur 15 tahun nenek saya meninggal dunia.Jadi saya harus bekerja disaat sekolah dan sepulang sekolah harus bekerja untuk kehidupan saya sendiri pak."Jawab Dae hwa menjelaskannya dengan jujur.


"Eh..., maaf ya pak.Saya jadinya malah curhat."Mengelus lehernya karena malu.


"Tidak apa apa.Lagian saya yang bertanya tentu harus di jawab dengan jujur jangan di pendam pendam."Ucap Jung woo.


"Kalau boleh tau.Bapak tinggal bersama siapa pak?."Tanya Dae hwa yang juga bertanya karena dirinya sudah di pertanyakan.


"Saya tinggal dengan ayah saya dan ayah saya menyukai lukisan lukisan dan bunga bunga.Sampai dirumah saya sudah seperti museum.Ibu saya sudah meninggal saat saya berumur 4 tahun dan saya di besarkan oleh ayah saya."Jawab Jung woo mengatakannya dengan wajah datarnya.


"Ouhh...., saya jadi penasaran dengan ayah pak Jung woo."Penasaran Dae hwa sambil tersenyum.


"Lain kali saya akan mengajakmu ke rumah saya jika ada keperluan kerja saja.Karena kita tidak punya hubungan apapun."Ucap datar kembali Jung woo yang tak pernah tersenyum.


"Apa kau punya no ponsel.Saya mau memintanya karena jika ada hal kepentingan soal perusahaan saya bisa menghubungi mu dengan cepat dan tidak perlu mendatangi mu lagi."Ucap Jung woo sekaligus bertanya.


"Oh.Ada kok pak, ini pak."Memberikan ponselnya sambil menata kacamatanya.


Setelah memberikan no ponsel Dae hwa kepada Jung woo."Dengan begini saya bisa menghubungi mu dan hanya sebatas pekerjaan ingat."Ucap Jung woo sambil menyetir.


Dae hwa mengangguk."Baik pak.


Sesampai rumah Dae hwa dan Dae hwa langsung turun dari mobilnya."Terima kasih banyak pak karena sudah merepotkan anda."Menunduk Dae hwa dan berterima kasih kepada Jung woo.


Jung woo langsung pergi meninggalkan Dae hwa diluar rumahnya."Sudah tidak mengatakan sama sama.Malah langsung pergi,dasar tempe bacem."Kesal Dae hwa langsung masuk ke dalam rumahnya.


Disisi lain."Aku baru tau kalau anak itu seperti itu.Tapi kalau di lihat lihat dia cukup baik juga dan anak yang rajin."Ucap batin Jung woo terpesona dengannya.


Keesokan harinya di perusahaan.Dae hwa yang sudah pergi pagi pagi karena mau minum kopi capuccino panas di kantin perusahaan.


Dikantin."Segarnya minuman ini.Membuatku tergila gila."Nyanyi Dae hwa di kantin sendirian karena tidak ada orang.Dae hwa datang jam 05.00 dan hanya ada dia dan ibu kantin yang tersenyum melihatnya bernyanyi.


"Bu kantin.Kenapa kopi ini begitu enak.Kan saya jadinya jadi pengen lagi."Ucap Dae hwa kepada ibu kantin.


"Lain kali ibuk akan membuatkan yang lebih enak lagi.Karena besok ada varian baru dari kantin ibuk."Jawab buk kantin.


"Varian baru apa buk?."Tanya Dae hwa penasaran dengan varian baru kopinya.


"Kopi matcha dengan paduan caramel di atasnya."Jawab buk kantin tersenyum.


"Wah....., itu sangat enak buk.Besok aku harus datang pagi pagi agar mendapatkan bagian kopi matcha tersebut.Aku harus."Sudah bertekad untuk datang pagi lagi besok.


"Baiklah, baiklah.Ibuk akan menyisakannya untuk mu.Jadi tidak perlu datang sepagi ini.Heheheh."Tertawa tipis ibuk kantin.


"Oke buk.Kalau begitu saya permisi dulu ibuk."Berdiri lalu kembali ke ruang kerjanya.


"Hati hati dan selamat bekerja."Ucap dari kejauhan bu kantin tersenyum.


Setelah Dae hwa pergi."Cuma anak itu yang datang terlalu pagi dan begitu ramah.Gadis yang culun..."Tersenyum bu kantin.


Sesampai di ruangan Dae hwa dan Dae hwa langsung duduk dan meminum kembali kopinya.


"Aku tidur sebentar deh.Sepertinya masih ngantuk gara gara kecepatan datang nih.Mumpung belum ada orang..., tidur ah."Ucap Dae hwa tidur dengan kepala diletakkan di atas meja dengan tangan sebagai bantalnya dan membuka kacamatanya agar lebih nyaman saat tidur.


20 menit pun berlalu dan Dae hwa masih tertidur dan Jung woo datang ke ruangannya dengan di saksikan Dae hwa yang sedang tidur.


"Krek...."Bunyi buka pintu.


"Astaga..., anak ini malah tidur di perusahaan.Apa anak ini datang terlalu cepat hingga tertidur begini.Kalau di lihat lihat dia lumayan cantik juga kalau melepas kacamatanya."Tatap Jung woo dekat.


Menghindar."Jung woo pekok.Lagi lagi kau salting dengan anak culun ini.Astaga."Menutupi wajahnya yang memerah.


"Aku harus pergi.Sebelum dia menyadarinya,kalau aku ada disini."Ucap Jung woo tidak jadi membangunkannya dan langsung pergi meninggalkan ruangan Dae hwa.