
"Eh, pak Felix. Ada apa menghubungi saya?." Tanyanya.
"Saya mau bertemu dengan mu. Apa kamu punya waktu nanti malam." Jawabnya dan bertanya kembali kepada Dae hwa.
"Gimana ya pak. Saya tidak bisa pak, karena saya lagi merawat pak Jung woo yang sedang sakit." Jawabnya.
"Sakit apa dia, sampai kau sekhawatir itu dengannya?." Tanya kembali Felix.
"Pak Jung woo tertabrak oleh mobil. Jadi saya sangat khawatir dengannya. Kalau pak Felix mau bertemu dengan saya. Kita bisa bertemu di rumah sakit. Karena saya sedang menjaga pak Jung woo. Maaf banget sekali lagi ya pak."Jawabnya menjelaskannya secara detail.
"Baiklah, lain waktu aku akan saya. Dan saya tutup telponnya." Langsung mematikan ponselnya.
Dae hwa pun langsung duduk kembali di samping Jung woo." Siapa yang menghubungi kamu?." Tanyanya.
"Itu, telpon dari pak Felix." Jawabnya.
"Kenapa dia menghubungi pacarku ini?." Tanyanya.
"Entahlah, dia hanya mau mengajakku bertemu nanti malam. Mungkin ada yang mau di katakan nya. Tapi, aku tidak mau bertemu dengannya, dan aku mengatakan kalau mau bertemu, harus datang ke rumah sakit saja." Jawabnya.
"Syukurlah kamu menolaknya. Padahal aku sangat menyayangi mu. Dan jangan sampai ada yang menghancurkan cinta kita ini." Ucap Jung woo mengelus tangan Dae hwa.
"Iya pak Jung woo. Aku juga tidak akan meninggalkan pak Jung woo." Bahagia Dae hwa dan memasang wajah bahagia di depan Jung woo.
"Oh ya pak Jung woo. Aku mau ke perusahaan dulu deh, karena mau membantu Chan woo juga disana. Apa boleh?." Tanya Dae hwa.
"Boleh kok, asalkan kamu menjaga diri baik baik disana. Dan jangan terlalu bekerja keras disana. Kamu mengerti maksud aku kan." Ucap Jung woo.
"Iya pak Jung woo, aman kok. Aku akan langsung menjaga diriku sebaik mungkin. Kalau begitu, saya ke Perusahaan dulu ya pak." Ucap Dae hwa mengecup kening Jung woo, dan langsung meninggalkan Jung woo.
Setelah Dae hwa pergi." Eh, kenapa dia mengecup kening aku. Dia semakin manis di depan aku." Ucap batin Jung woo malu sampai pipinya memerah.
Dae hwa pun langsung menuju Perusahaan dengan menggunakan Taxi. Sesampai Perusahaan, ia pun langsung masuk kedalam.
"Pagi Dae hwa." Sapa karyawan yang ada di Perusahaan tersebut.
"Pagi juga Jiy wa." Jawabnya sambil berjalan menuju lobi ruang kerja pribadinya.
Saat Dae hwa mau masuk ke ruang pribadinya. Tiba tiba ia bertemu dengan Chan Yeol. "Halo bos Dae hwa." Sapa Chan Yeol sambil menundukkan badannya.
"Halo juga Chan Yeol imut. Kamu kenapa tidak muncul beberapa hari ini?." Tanyanya sambil mengelus rambut Chan Yeol.
"Aduh, jangan begitu dong bos Dae hwa. Saya tidak pernah kelihatan, karena ada urusan pribadi di kampung halaman saya bos Dae hwa. Makanya saya tidak pernah terlihat di sini." Jawab Chan Yeol dengan senyumannya.
"Okey deh. Kalau begitu, ambilkan saya secangkir kopi hangat, dan antarkan ke ruangan saya ya Chan Yeol. Saya duluan." Ucap Dae hwa langsung meninggalkan Chan Yeol dan masuk ke ruang kerjanya.
Didalam ruang kerja Dae hwa." Aku harus menghubungi Nam ji, dan menyuruhnya mengambil berkas berkas yang ada di ruangan Jung woo." Ucap batin Dae hwa langsung menghubungi Nam ji.
"Halo juga Nam ji. Tolong ambilkan berkas berkas yang ada di ruang kerja pak Jung woo, dan antarkan ke ruang kerjaku ya Nam ji. Aku mohon bantuan mu." Jawab Dae hwa sambil melihat berkas lainnya.
"Baiklah sayang. Aku akan langsung mengambilnya." Langsung mematikan ponselnya.
"Okey, dengan begitu, semoga akan beres pekerjaan pak Jung woo. Dan pak Jung woo tidak akan kelelahan." Ucap batin Dae hwa melihat berkas berkas yang akan di lakukan rapat.
45 Menit pun berlalu, dimana Nam ji belum datang juga." Dimana Nam ji sih. Kenapa dia tidak datang datang juga?." Tanyanya sambil melihat jam yang ada di ruangan tersebut.
Saat Dae hwa mau keluar, untuk melihat ruangan Jung woo. Ternyata Nam ji langsung masuk kedalam ruangannya." Maaf membuat mu menunggu lama Dae hwa." Langsung masuk kedalam dan membawa berkas tersebut.
"Astaga, aku baru saja mau menjemput mu. Kenapa kau lama sekali?." Tanyanya kembali duduk di kursinya.
"Tadi aku dapat panggilan untuk menyelesaikan berkas mendadak. Jadi aku harus menyelesaikan berkas itu dulu deh. Maaf membuat mu menunggu lama." Langsung meletakannya di atas meja Dae hwa.
"Pantas saja kau lama sekali. Aku kira kau kenapa." Ucapnya langsung melipat kedua tangannya dan menatap wajah Nam ji.
"Kalau begitu, kau bisa pergi dulu. Dan terima kasih banyak atas berkasnya." Ucap Dae hwa langsung memberikan senyuman kepada Nam ji.
"Aman sayang." Jawabnya langsung keluar dari ruangan Dae hwa, dan berpapasan dengan Chan Yeol yang mau masuk ke dalam ruang Dae hwa.
"Permisi bos Dae hwa. Maaf membuat anda menunggu lama. Tadi antrian nya ramai banget, jadi aku harus menunggunya. Maaf ya bos Dae hwa." Langsung meletakannya di atas meja Dae hwa.
"Terima kasih banyak Chan Yeol. Aku juga mengerti diri mu kok." Jawabnya langsung meminum kopi hangat tersebut.
"Oh ya Chan Yeol. Tolong katakan kepada karyawan lainnya, untuk nanti siang rapat di ruang rapat, dan jangan sampai ada yang terlambat. Katakan kepada semua karyawan. Kamu mengerti kan." Perintah Dae hwa.
"Baik bos Dae hwa. Saya akan langsung menyampaikan informasi ini kepada seluruh karyawan di Perusahaan ini.
"Kalau begitu, saya permisi dulu bos Dae hwa." ikut tersenyum dan langsung keluar dari ruang kerja Dae hwa.
Dae hwa pun kembali meminum Kopinya. Dan melihat berkas yang sudah di antarkan oleh Nam ji." Semua sudah beres, dan aku tinggal memberikannya kepada manager Jiy wa, untuk mengantarkan semua berkas ini." Ucap batin Dae hwa langsung menyusun berkas secara teratur.
Siang pun tiba. Dimana Dae hwa sudah berada di ruang rapat dan semua karyawan sudah berada di dalam ruang rapat tersebut.
"Saya memanggil kalian semua, untuk mewakilkan pak Jung woo yang sedang sakit di rumah sakit. Jadi, ada sedikit hal yang mau saya sampaikan kepada kalian.
"Disini saya mau menugaskan kalian semua z untuk melakukan rapat di berbagai Perusahaan lainnya, yang telah mengajukan berkas kepada Perusahaan kita. Dan kita akan langsung memprosesnya.
"Dengan begitu, saya akan membagi beberapa kelompok. Untuk menghadiri beberapa rapat di Perusahaan yang akan saya berikan kepada kalian." Ucap Dae hwa menjelaskannya secara detail.
Dae hwa pun langsung membagi kelompok kelompok yang akan di tugaskan untuk menghadiri beberapa Perusahaan, yang sudah ia tanda tangani berkas berkas tersebut.
"Disini ada pertanyaan?." Ucap Dae hwa.
"Saya bu manager." Ucap yang tidak lain lagi ialah,