
"Terima kasih banyak pak Baek woo.Saya memang sudah terbiasa seperti ini pak, jadi lebih mudah aja."Jawab Dae hwa tersenyum lebar.
"Kemana ibu dan ayahmu?."Tanya kembali pak Baek woo.
"Ehm...,"Mengelus lehernya.
"Sudahlah ayah...., jangan tanyakan hal hal yang begitu sulit untuk di jawab.Aku masih ada urusan dengannya tentang masalah pekerjaan.Ayah makanlah cemilan dan minuman nya.Kami ke ruang kerja dulu."Ucap Jung woo membela Dae hwa.
"Pak Jung woo membela saya...., apa pak Jung woo sudah memiliki perasaan kepadaku."Ucap batin Dae hwa senyum sendiri.
"Baiklah...., kalian pergilah.Dan untuk nak Dae hwa, terima kasih banyak atas cemilan dan minuman nya ini."Jawab pak Baek woo tersenyum kepada Dae hwa.
"Tidak apa apa pak Baek woo.Aku duluan."Ucap Dae hwa mengedipkan matanya.
Mereka berdua pun menuju ke ruangan Jung woo.Saat Dae hwa masuk ke dalam ruang kerja jung woo.Dae hwa tercengang dengan pemandangan didalam ruang Jung woo yang di penuhi dengan buku yang begitu banyak hingga menjulang tinggi."Wah...., apa ini semau buku pak Jung woo?."Tanya Dae hwa kagum.
"Benar..., aku sudah membaca semuanya sejak aku berumur 5 tahun dan yang di meja ku ini adalah buku baru yang baru ku baca kemarin."Jawab Jung woo langsung duduk di kursi kerja nya.
"Kau duduklah di sofa sebelah sana."Ucap Jung woo menunjukkan nya dan Dae hwa langsung menurut dan langsung duduk di sofa tersebut.
"Apa saya boleh membaca buku buku ini pak?".Tanya Dae hwa kembali.
"Baca saja tapi jangan coba coba untuk membaca di sebelah kanan itu."Jawab Jung woo sedang membaca buku milik nya.
"Kenapa emangnya pak?."Tanya kembali Dae hwa penasaran.
"Sudahlah...., jika di jelaskan kau juga tidak akan mengerti."Jawab Jung woo kembali.
"Baik pak...., kita mulai saja tentang pembahasan kita sekarang pak."Ucap Dae hwa tersenyum untuk menenangkan suasana.
1 jam pun berlalu.Dimana akhirnya mereka siap juga membicarakan soal pekerjaan di perusahaan.Dae hwa yang mengantuk dan berusaha menahan nya.Dan tiba tiba pak Baek woo masuk ke ruang kerja nya Jung woo.
"Permisi...."Masuk pak Baek woo.
Sontak berdiri."Eh pak Baek woo, ada apa pak?."Tanya Dae hwa langsung kembali segar.
"Bisakah nak Dae hwa menginap disini saja,karena ini juga sudah larut malam."Jawab pak Baek woo ingin Dae hwa tinggal di rumah tersebut.
"Eh...., kenapa tiba tiba pak.Saya tidak bisa dan lagian saya tidak ada sangkutan dengan keluarga bapak.Saya hanya hidup di keluarga yang pas pasan saja,tentu tidak akan cocok dengan keluarga bapak."Jawab Dae hwa tidak enakan plus salting.
"Bisakah anda meluangkan waktu anda untuk hari ini saja...., saya mohon."Ucap pak Baek woo memasang wajah menyedihkan.
Memegang keningnya."Ayah...., asisten Dae hwa tidak mau dan jangan memaksa nya ayah."Ucap Jung woo menjelaskan kepada ayah nya.
"Diam kau."Ucap pak Baek woo memarahi Jung woo yang tidak mendukungnya.
"Jika kau tidak mau, jangan memaksakan dirimu.Jika kau mau pulang, biar ku antar saja dan jangan dengarkan kata ayahku."Ucap Jung woo menatap nya.
"Ini adalah kesempatan ku untuk mendapatkan restu dari ayah pak Jung woo, agar aku bisa dekat dengan pak Jung woo.Aku harus menerima tawarin dari pak Baek woo.Hanya ada sekali seumur hidup di dunia popo."Ucap batinnya dae hwa masih memikirkan hal lucu.
"Kau kenapa diam asisten Dae hwa."Tanya Jung woo melihat Dae hwa melamun.
"Eh..., tidak apa apa kok pak saya menginap disini sehari saja kok.Lagian ini sudah larut malam juga dan ayah pak Jung woo juga menginginkan nya jadi gapapa deh."Jawab Dae hwa tersenyum.
"Terima kasih banyak nak Dae hwa...., kau memang yang terbaik di bandingkan anak kandungku sendiri."Ucap pak Baek woo mengejek Jung woo anaknya sendiri.
"Ayah..."
"Sudahlah..., mari bapak tunjukkan kamar untukmu,karena kebetulan saya punya kamar lebih."Ucap pak Baek woo menunjukkan kamar untuknya.
"Terima kasih banyak pak Baek woo, jangan terlalu repot pak."Tersenyum Dae hwa tidak enakan.
"Saya duluan ya pak Jung woo."Ucap Dae hwa tidak lupa memberi salam kepada Jung woo.
"Baiklah...., kau duluan lah."Jawab Jung woo.
Sesampai kamar yang di tunjukkan oleh ayah Jung woo."Ini kamar mu nak Dae hwa."Ucap pak Baek woo menunjukkan kamar tersebut kepada Dae hwa.
Lagi lagi Dae hwa kagum dengan keindahan kamar tersebut."Wah...., indah banget.Apa kamar ini pernah di tinggali seseorang pak?."Tanya Dae hwa sambil menatap sekeliling kamar tersebut karena keindahan nya.
"Ini kamar istri saya dulu dan ini adalah pakaian pakaiannya.Nak Dae hwa bisa memakainya untuk di pakai malam ini.Kan nak Dae hwa tidak membawa pakaian kan."Jawab pak Baek woo sekaligus bertanya sambil menunjukkan isi lemari tersebut.
"Wah...., pakaian ibunya pak Jung woo begitu indah ya pak.Saya sampai kagum melihatnya.Apa dulu istri bapak juga suka memakai dress seperti ini?."Tanya kembali Dae hwa.
"Benar nak...., makanya saya sangat mencintainya.Dan begitu, ibu Jung woo sangat baik dan cantik persis seperti mu nak.Makanya bapak seperti melihat sesosok istri bapak di dalam dirimu."Jawab pak Baek woo tersenyum.
"Terima kasih banyak pak Baek woo.Saya jadi malu mendengarnya."Ucap Dae hwa salting hingga pipinya memerah.
"Omong omong nak Dae hwa.Panggil saja saya dengan sebutan ayah, karena saya kurang nyaman dengan sebutan bapak.Apa kau bisa mengatakannya?."Tanya pak Baek woo.
"Eh..., baik pak, maksudnya baik ayah."Jawab Dae hwa tersenyum malu.
"Nah begitu kan saya senang mendengarkan nya.Kalau begitu saya permisi dulu dan mandilah dengan memakai pakaian dari istri saya."Ucap pak Baek woo langsung pergi meninggalkan Dae hwa di kamar tersebut.
"Baik pak Jung woo."Bahagia Dae hwa.
Setelah pak Baek woo pergi.Dae hwa langsung menutup pintu kamarnya dan Dae hwa langsung berbaring di kasur tersebut."Begini rasanya di manjakan oleh keluarga.Aku tidak pernah merasakan semua kenyamanan ini dan aku jadi terharu.Baru menjadi asisten saja, saya sudah salting.Bagaimana jika saya menjadi istri pak Jung woo.Argghhh dasar botak, botak."Salting Dae hwa menutupi wajahnya yang memerah.
"Aku mandi dulu deh dan mencoba pakaian ibu pak Jung woo.Mana tau cocok untukku."Ucap batin Dae hwa langsung berdiri dan menuju kamar mandi.