Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
Episode 50: Tidak Berbicara



Jiy wa dan Nam ji langsung menghampiri Jung woo."Iya pak. Ada apa ya pak?." Tanya Jiy wa.


"Apa kalian tadi ada bersama Dae hwa?." Tanya balik Jung woo.


"Kami baru saja membicarakannya pak. Kami belum ada bertemu dan mengobrol dengan Dae hwa pak." Jawab Nam ji.


"Emangnya dua kenapa pak, dan biasanya dia makan siang bersama kami juga?." Tanya mereka juga kepada Jung woo.


"Sudahlah, kalian bisa pergi sekarang." Perintah Jung woo dan tidak mau menjawab pertanyaan mereka berdua.


"Baik pak, kami duluan." Ucap mereka berdua langsung pergi dari hadapan Jung woo.


Disisi lain. Di ruang kerja Dae hwa." Aduh, lapar banget lagi. Harus ditahan Dae hwa, kau harus tahan, karena kau harus berusaha melupakan pak Jung woo. Ingat Dae hwa, ingat." Ucapnya sambil mengetuk kepalanya sendiri.


Sore pun tiba. Dimana Dae hwa sudah siap bekerja dan bergegas untuk cepat pulang. Saat mau keluar Perusahaan, lagi lagi ia bertemu dengan Jung woo. Dan Dae hwa berusaha tidak menatapnya dengan menundukkan kepalanya.


Jung woo yang melihatnya pun heran, ia ingin memanggil Dae hwa, tapi takut mengganggu keadaannya." Aku mau memanggilnya soal kenapa di selalu menundukkan kepalanya hari ini dan tak tersenyum lagi.


"Tapi aku harus mengerti perasaannya sekarang dan dia juga tidak mengantarkan kopi ke ruangan saya. Biasanya dia selalu mengantarkannya, tanpa di minta." Ucap batin Jung woo hanya melihatnya.


"Aku sangat lapar. Mending aku hubungi Eun Ji dan Hana deh." Sudah keluar dari perusahaan dan langsung menghubungi sahabatnya.


Tersambung." Halo gaes, bisakah kalian datang ke tempat makan biasa kita. Aku akan mentraktir kalian dan ada hal yang mau aku katakan pada kalian." Ucap Dae hwa langsung ke inti, agar tidak berlama lama.


"Baiklah, baiklah. Kebetulan kami juga sudah pulang dari perusahaan, kami akan langsung kesan dengan Hana." Jawab Eun ji.


"Terima kasih banyak sayang, aku tutup telponnya sekarang." Langsung mematikan ponselnya.


1 Jam pun berlalu. Mereka sudah sampai dan sudah meminum sebuah kopi dingin." Hikss, seperti itulah kisahnya." Ucap Dae hwa sambil menangis, karena menceritakan hal tentang Jung woo.


"Astaga, beraninya dia membuat sahabat ku menangis. Aku harus memberinya pelajaran." Ucap Eun ji kesal dengan Jung woo.


"Sabarlah Eun ji, jangan sensi dulu. Kau harus menahan emosi mu, karena kita masih berada di resto." Ucap Hana menenangkannya.


Eun ji langsung duduk kembali." Aku kesal melihat pria yang selalu menyakiti sahabat baikku ini. Aku tidak tega melihatnya."Ucap Eun ji menatap wajah Hana.


"Aku tahu, kalau kau kesal dengan pria yang selalu menyakiti Dae hwa. Tapi kau harus mengontrol emosi mu dulu sayang." Jawab Hana mengelus pundak Eun ji, agar lebih tenang.


"Sudahlah Dae hwa, jangan terlalu dipikirkan. Kami akan selalu ada disisi mu sayang. Jangan menangis lagi." Ucap Hana juga menenangkan Dae hwa yang masih sedikit menangis.


Dae hwa langsung menatap mereka berdua." Baiklah." Jawabnya langsung mengusap air matanya dan meminum kopi dinginnya.


"Bagaimana perasaan mu sekarang. Ceritakanlah kepada kami, dan jangan sungkan sungkan, karena kita ini sahabat?." Tanya Eun ji.


"Seharusnya aku membantu sahabatku. Benar, aku akan akan membantunya, agar cintanya kembali. Ini pasti ada kesalah pahaman, diantara mereka berdua. Tidak mungkin langsung kecewa dan ingin melupakan. Aku harus membantu Dae hwa dan mencari tahu soal Jung woo." Ucap batin Eun ji tersenyum tipis.


"Sabarlah Dae hwa sayang, sedikit demi sedikit, lupakan dia dan kau akan terbiasa melupakannya." Ucap Hana kembali menenangkannya.


"Baiklah, terima kasih banyak buat kalian, karena sudah mau mendengarkan curhatanku. Kalian memang yang paling terbaik." Ucap Dae hwa bahagia, karena masih memiliki sahabat yang menyayanginya dan Dae hwa langsung memeluk mereka berdua.


"Kami kan sahabat mu, tentu kami akan selalu membantu mu dan akan mendengarkan semua isi hati mu." Ucap Hana ikut tersenyum.


"Terima kasih banyak lagi buat kalian." Ucap Dae hwa sangat bahagia dengan kehadiran sahabatnya.


4 Hari pun berlalu, dimana Dae hwa masih belum ada berbicara dengan Jung woo dan sekarang, di pagi hari di perusahaan.


"Astaga, kenapa sih dengan asisten Dae hwa. Sudah 4 hari dia tidak mengantarkanku kopi dan tidak pernah menyapaku sekalipun. Ada apa sih dengannya. Saya harus berbicara langsung dengannya." Ucap batin Jung woo sedikit kesal dengannya.


Disisi lain. Di ruangan Dae hwa." Ini sudah 4 hari, dimana aku ga pernah menyapa dan mengantarkan kopi kepada pak Jung woo. Tapi kenapa aku tak bisa melupakan pak Jung woo juga ya. Astaga Dae hwa bodoh, kau sudah sangat mencintainya. Dasar Dae hwa." Ucapnya langsung mengacak acak rambutnya sendiri karena pusing dengan dirinya sendiri.


Sore pun tiba. Dimana Dae hwa selalu berjumpa dengan Jung woo, dan kali ini Jung woo menahan tangan Dae hwa, dan Dae hwa langsung menatapnya?" Ada apa ya pak Jung woo?."Tanyanya.


"Bisakah nanti malam kita bertemu di cafe yang pernah kita datangi. Ada yang mau saya katakan pada anda dan tidak ada penolakan." Jawab Jung woo sedikit memaksanya.


"Baiklah, saya akan kesana. Tapi lepaskan tangan bapak." Jawabnya tanpa ekspresi.


"Oh ya, maaf." Langsung melepaskan tangannya dari tangan Dae hwa.


Dae hwa langsung pergi menggunakan taxi. Di perjalanan." Apa yang mau di katakan pak Jung woo ya, sampai mengajakku ke cafe. Kenapa aku langsung menerimanya, dasar Dae hwa goblok." Marah sendiri dan mengejek dirinya sendiri.


Malam pun tiba. Dimana Dae hwa sudah bersiap siap untuk datang ke Cafe dan mengenakan pakaian simple. Dae hwa pun langsung berangkat menuju Cafe yang sudah ditujukan Jung woo lewat pesannya.


Sesampai Cafe. Dae hwa langsung masuk kedalam dan di dalam sudah ada Jung woo yang menunggunya. Dae hwa pun langsung duduk di hadapannya.


Dae hwa sedikit terkejut, karena Jung woo tidak sendirian. Tapi membawa sahabat wanitanya. Dae hwa yang belum tahu, kalau wanita tersebut adalah sahabat Jung woo. Mengira bahwa bahwa ia adalah pacar Jung woo.


"Maaf membuat kalian menunggu lama." Ucap Dae hwa langsung duduk di hadapannya dan wanita tersebut duduk disamping Evano.


"Halo, saya Chin so, sahabat Jung woo." Memperkenalkan dirinya kepada Dae hwa.


"Eh, ternyata dia sahabatnya pak Jung woo ternyata. Aku kira dia pacarnya pak Jung woo. Pantas saja mereka terlihat sangat dekat, ternyata mereka sahabatan." Ucap batin Dae hwa jadi melamun.


"Halo, kenapa kamu melamun?." Tanya Chin so menyadarkannya.


"Eh, maaf. Nama saya,