Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
episode 43: Sarapan



Saat Dae hwa melihat ke belakang.Ternyata ia adalah Chan woo.


"Pagi Dae hwa cantik..."Sapa Chan woo tersenyum bahagia.


"Astaga Chan woo...., aku kira siapa tadi.Jangan mengatakan perkataan itu.Aku tidak suka."Ucap Dae hwa sangat tidak suka dengan ucapan dari Chan woo.


"Baiklah Dae hwa...."Ucapnya.


"Nah...., kalau itu baru aku mau.Yuk masuk."Ucap Dae hwa langsung masuk ke perusahaan.


Didalam perusahaan."Kenapa kau ngos ngosan Dae hwa?."Tanya Chan woo menatapnya.


"Tidak apa apa..., aku tidak mau naik taxi, jadi jalan aja dan sekalian lari aja deh.Aku kira sudah terlambat..., ga tau ya masih pagi."Jawab Dae hwa membalikkan bola matanya.


"Ouh...., bilang dong dari abad zaman purba."Ucap Chan woo bercanda.


"Udah miring otak mu itu...., ada ada saja."Jawab Dae hwa heran dengannya.


Tiba tiba mereka berdua berjumpa dengan Jung woo."Eh..., pak Jung woo.Pagi pak."Salam Dae hwa sambil menundukkan badannya.


"Pagi juga."Jawab Jung woo sambil menaruh kedua tangannya di saku celananya.


"Kenapa kau bersama Dae hwa, Chan woo?."Tanya Jung woo kepada Chan woo.


"Kami berjumpa saja tadi, saat mau masuk ke perusahaan.Jadi masuk bareng aja deh."Jawab Chan woo.


"Dae hwa...., apa kau bisa masuk sebentar ke ruanganku."Ucap Jung woo.


"Bisa pak..."Tersenyum Dae hwa tanpa beban.


"Mari...."Langsung masuk ke ruangan pribadinya.


"Apa aku boleh masuk?."Tanya Chan woo.


"Kau disini dulu."Jawab Jung woo.


"Wleee...., diluar aja ya Chan woo."Ejek Dae hwa langsung masuk kedalam ruangan Jung woo.


Didalam ruangan Jung woo.Jung woo langsung duduk dikursi pribadinya."Ada apa bapak menyuruh saya kemari?."Tanya Dae hwa.


"Berkas yang kau buat kemarin, ada kesalahan dan harus dibuat ulang."Jawab Jung woo langsung mengeluarkan berkas tersebut.


"Kenapa bisa ada kesalahan pak.Padahal kemarin, udah saya periksa dan baik baik saja?."Tanya Dae hwa bingung.


"Entahlah..., mungkin kau keliru dan ini berkas yang harus dibuat ulang dan jangan sampai terjadi kesalahan kedua."Ucap Jung woo langsung memberikan berkas tersebut kepada Dae hwa.


"Baik pak...., apa saya boleh pergi sekarang?."Tanyanya kembali.


"Silahkan..."Jawabnya.


"Oh ya pak..., apa bapak mau secangkir kopi seperti biasanya?."Tanya Dae hwa kembali.


"Buatkanlah."Jawab Jung woo tanpa ekspresi.


"Baik pak..., ditunggu kopi anda.Akan saya antarkan secepatnya."Langsung keluar dari ruang pribadi Jung woo.


Diluar ruangannya."Apa yang kau bicarakan dengan sahabatku..., sampai selama itu?."Tanya Chan woo.


"Apaan sih...., kepo banget."Ucap Dae hwa langsung meninggalkannya.


"Ihhh...., nyebelin banget sih kau Dae hwa."Kesal sendiri Chan woo.


Dae hwa pun langsung menuju kantin.Sesampai kantin, perut Dae hwa bunyi."Aduh...., pake bunyi lagi nih perut.Tadi gak sarapan soalnya.Mending aku makan dulu deh."Ucap Dae hwa sambil memegang perutnya yang kosong.


"Buk..., aku pesan sarapannya 1 dan kopi americano nya 2 buk."Pesan Dae hwa sambil tersenyum.


"Nanti antar ke meja sana ya buk."Menunjuk meja yang akan didudukinya.


Dimeja.Dae hwa menunggu sarapannya dan minumannya."La..., la la la."Nyanyi Dae hwa sambil membuka ponselnya.


Tiba tiba ponselnya berdering."Eh..., pak ceo...., kenapa meneleponku."Langsung mengangkatnya.


"Halo pak...., ada apa ya?."Tanya Dae hwa.


"Pagi Dae hwa...., kau sedang dimana?."Tanya Felix.


"Aku lagi kerja pak...., kenapa tiba tiba menghubungi saya pak?."Jawab Dae hwa sekaligus bertanya.


"Tidak ada...., aku hanya mau mendengarkan suara mu saja."Jawab Felix dengan malu.


"Apaan sih pak ceo ini.Aneh banget deh..., amit amit deh."Ucap batin Dae hwa merasa jijik sendiri dengan orang yang pernah disukainya.


"Dae hwa..., kenapa kau diam saja?."Tanya Felix.


"Eh..., gapapa pak...., ini saya lagi sibuk banget.Maaf ya pak, saya matikan ponselnya dulu.Dah pak."Ucap Dae hwa langsung mematikan ponselnya.


"Kenapa dengan Dae hwa ya...., aneh banget."Ucap Felix disana.


Disisi lain."Kok aku jadi ga suka ya jadinya, lihat pak Felix begitu.Aku sudah menyukai pak Jung woo..., jadi begini deh."Tersenyum sendiri Dae hwa.


Makanan pun tiba."Ini makanan anda Dae hwa."Langsung meletakkannya di atas meja Dae hwa.


"Terima kasih banyak buk kantin...., saya udah kelaparan nih."Jawab Dae hwa langsung mengambil sarapannya.


"Sama sama...., ibuk duluan."Langsung pergi dari meja Dae hwa.


"Udah lapar banget nih...., makan dulu deh."Langsung menyantap sarapannya.


Dae hwa pun langsung makan sarapannya."Ehm..., enaknya ya tuhan.Lapar banget nih."Ucap Dae hwa menikmatinya.


Selesai sarapan.Dae hwa langsung mengelap mulutnya yang berantakan dan langsung berdiri dan membawa kopi pesanan Jung woo.


"Smoga pak Jung woo tidak menunggu lama deh."Langsung menuju ruang pribadi Jung woo.


Sesampainya."Permisi pak...., kopi nya udah sampai.Apa saya boleh masuk?."Tanya Dae hwa dari luar.


"Masuk..."Jawabnya.


Dae hwa pun langsung masuk kedalam sambil membawa kopi tersebut."Ini kopi anda pak...."Langsung meletakkan kopinya diatas meja Jung woo.


Jung woo menatapnya dan melihat ada sebiji nasi yang menempel di sekitar mulut Dae hwa.Jung woo langsung berdiri dan mendekati wajahnya.


"Eh...., kenapa dengan pak Jung woo...., kenapa dia mendekatiku.Apa dia mau menciumku."Ucap batin Dae hwa dan pipinya langsung memerah.


Dae hwa langsung menutup matanya.Jung woo yang melihatnya merasa bingung."Ini di mulutmu ada sebiji nasi.Kenapa kau menutup matamu...., jangan memikirkan hal yang aneh aneh."Ucap Jung woo membersihkan mulut Dae hwa dan kembali duduk.


"Astaga...., maaf banget pak.Maaf..., saya duluan pak."Malu Dae hwa langsung keluar dari ruangan Jung woo dalam keadaan sangat malu dan pipinya sangat memerah.


Sesampai ruangan Dae hwa.Dae hwa langsung duduk di sofa."Astaga Dae hwa...., apa yang kau lakukan tadi.Jelas jelas pak Jung woo tidak mencium mu..., kenapa kau malah tutup mata.Dasar Dae hwa tidak tahu malu."Mengejek dirinya sendiri.


"Arghhh...., aku jadi malu untuk berpapasan dengan pak Jung woo lagi."Menutupi wajahnya yang memerah.


Disisi lain."Kenapa dengan anak itu..., apa dia mengharapkan ciuman dari ku.Astaga...., aku bisa gila karena ekspresi wajahnya tadi."Salting jung woo juga dan menutupi wajahnya.


"Sudahlah...., sadar Jung woo.Dia sudah menyukai orang yang disukai.Kau harus sadar."Menampar dirinya sendiri agar sadar khayalannya.


"Aku tidak boleh menyukainya...., aku tidak mau menjadi orang ketiga dalam percintaan mereka."Ucap Jung woo kembali fokus dan mengerjakan berkasnya kembali.


Tiba tiba ada yang mengetuk pintunya...., dan dia adalah....