
Tiba tiba ada yang keluar dari kamar mandi, dan mengenakan handuk badan, yang terlihat roti sobeknya.
"Sayang, kamu sudah bangun ternyata." Ucap Jung woo, yang sedang mengeringkan rambutnya.
Sontak Dae hwa melihat perut roti sobek Jung woo, dan pipi Dae hwa langsung memerah. Dan Dae hwa langsung memalingkan wajahnya.
"Kamu tidak lihat kalau aku sudah bangun begini." Jawab Dae hwa tidak mau menatapnya.
Dan tiba tiba saja Jung woo duduk disamping, dan langsung memeluknya dari belakang. "Kamu kenapa buang muka begitu sayang. Apa kamu marah kepadaku?." Tanya Jung woo pura pura tidak mengetahuinya.
"Aku tidak marah kok, kalau begitu aku mau turun dulu, untuk menyiapkan makan malam." Ucap Dae hwa langsung turun ke bawah, seperti kucing kecil.
"Pftt, dia benar benar sangat menggemaskan. Aku jadi tidak tahan melihatnya." Ucap batin Jung woo, dan pipinya ikut memerah juga.
Di meja makan. Dae hwa langsung membuat makan malam, dan mengenakan celemeknya.
"Buat apa ya untuk makan malam ini, apa aku membuat ayam kecap saja ya. Iya deh, kebetulan ada ayam dikulkas." Ucapnya langsung mengambil bahan bahan dan sayuran juga.
Setelah beberapa menit. Dae hwa hampir selesai memasak makanannya. Dan Dae hwa risih dengan rambutnya yang mengenai matanya, dan tiba tiba Jung woo datang, dan mengikat rambut Dae hwa dari belakang.
Sontak Dae hwa melihat ke belakang. "Terima kasih sayang." Tersenyum Dae hwa sambil mengaduk aduk masakannya.
"Sama sama sayang. Omong omong, kamu masak apa, sampai harumnya masuk ke kamar?." Tanya Jung woo memeluk memeluk pinggang Dae hwa.
"Masak ayam kecap, dan sayur capcay sayang. Semoga kamu suka ya sayang." Jawab Dae hwa kembali tersenyum.
Dae hwa pun selesai membuat makan malam, dan langsung meletakkan dipiring, lalu di letakkan diatas meja.
"Makan malam sudah siap." Bahagia Dae hwa.
"Harum apa ini, sampai membuat ayah ingin mencobanya?." Tanya pak Baek woo langsung menghampiri mereka berdua.
"Eh, ayah. Ini ayam kecap dan sayur capcay ayah. Mari kita makan bersama ayah." Jawab Dae hwa langsung mempersilahkan ayahnya duduk.
"Ayah sangat suka dengan ayam kecap manis, apalagi kalau dipadukan dengan sayur capcay. Ehm, tentu akan tambah enak." Bahagia pak Baek woo.
Dan mereka langsung menikmati makan malam bersama. "Ehm, kan benar dugaan ayah. Ini benar benar enak. Menantu memang hebat." Bahagia pak Baek woo sambil mengunyah makanannya.
"Baguslah kalau ayah suka. Kalau ayah suka, aku jadi ikut bahagia melihatnya. "Tersenyum kembali Dae hwa sambil mengunyah makanannya juga.
"Oh ya, kapan kalian akan memiliki anak. Ayah sudah tidak sabar untuk memiliki cucu. Dan cepatlah kalian mempunyai anak, sebelum ayah nanti tidak ada, dan nanti kan ayah bisa melihat cucu pertama ayah." Tanya pak Baek woo.
Sontak Jung woo dan Dae hwa langsung saling bertatapan, dan Dae hwa tersedak. "Huk, uhuk, uhuk." Batuk Dae hwa.
"Ini sayang, diminum air putihnya." Ucap Jung woo langsung sigap, dan memberikan air putih kepada Dae hwa.
"Terima kasih banyak sayang." Meminumnya dengan lega.
"Ayah,