
Berbalik badan."Ada apa asisten Dae hwa?."Tanya Jung woo.
"Apa saya boleh....., apa saya boleh ke rumah pak Jung woo.Saya mau menemui Katy?."Tanya Dae hwa menghampirinya.
"Kenapa tiba tiba menanyakan Katy?."Tanya Jung woo balik.
"Saya hanya rindu dengannya pak...., karena sudah tidak pernah melihatnya."Jawab Dae hwa sambil mengelus lehernya.
"Baiklah...., akan saya antarkan nanti.Aku duluan."Jawab Jung woo langsung keluar dari ruang kerja Dae hwa.
"Baik pak Jung woo."Bahagia Dae hwa kembali ke meja kerjanya.
Jam 21.00 pun tiba.Dimana Young Soon sudah selesai menyelesaikan berkasnya dan Dae hwa langsung keluar dari ruangannya.
Sesampai ruangan Jung woo."Halo pak...., apa saya boleh masuk?."Tanya Dae hwa dari luar sambil membawa berkasnya.
Tidak ada jawaban."Kenapa tidak ada jawaban ya...., masuk aja deh."Langsung masuk kedalam dengan perlahan lahan.
Didalam ruangan Jung woo."Eh...., pak Jung woo.Pantas saja tidak ada jawaban.Kenapa pak Jung woo ganteng banget ya tuhan....., beginilah rasanya jatuh cinta kembali.Arghhh."Ucap batin Dae hwa salting hingga pipinya memerah.
"Aku harus membangunkan pak Jung woo...., agar tidak pulang lebih lama lagi."Ucapnya.
"Pak...., bangun pak.Ini sudah lama pak...., pak."Menggoyangkan badan Jung woo dengan perlahan.
"Aku sangat mencintainya...., aku tidak bisa jauh darinya."Ucap Jung woo berkata sambil tidur atau bisa dibilang berbicara saat tidur.
"Eh...., kenapa pak Jung woo ya.Kenapa ngomong ngomong saat tidur.Aku harus membangunkannya."Bingung Dae hwa langsung menggoyangkan kembali badan Jung woo.
"Pak....."Teriak Dae hwa sambil menggoyangkan badan Jung woo.
Sontak Jung woo terbangun karena kaget."Eh....."Membuka matanya perlahan lahan dan langsung memandang Dae hwa.
"Kenapa kau disini?."Tanya Jung woo.
"Saya mau mengantarkan berkas yang bapak suruh dan ini sudah malam.Mendingan kita pulang dulu pak."Jawab Dae hwa tersenyum.
"Maafkan saya..., mari kita pulang sekarang."Langsung berdiri dan merapikan jasnya.
Jung woo pun langsung jalan duluan dan dibelakangnya ada Dae hwa yang sudah meletakkan berkas tersebut diatas meja Jung woo.
Merekapun langsung menuju rumah Jung woo.Di perjalanan menuju rumah Jung woo...., Dae hanya diam dan memandang kaca mobil di sampingnya.
"Apa yang dikatakan pak Jung woo tadi ya...., siapa yang dibayangkan pak Jung woo saat tidur ya.Kenapa perasaan ku jadi begini ya."Ucap Dae hwa sambil menaruh tangannya sebagai penyangga pipinya.
"Dae hwa...."Panggil Jung woo.
Dae hwa yang melamun tidak mendengarkan panggilan Jung woo."Dae hwa...."Panggil Jung woo sekali lagi dengan nada tinggi.
"Eh..., iya pak.Ada apa pak?."Kaget Dae hwa langsung menatap wajah Jung woo yang sedang menyetir.
"Kau melamun?."Tanya balik Jung woo.
"Ga kok pak....., kenapa emangnya pak?."Jawab Dae hwa sekaligus bertanya.
"Tidak ada apa apa...., aku hanya bertanya saja.Sudahlah."Langsung kembali fokus menyetir.
Sesampai rumah Jung woo.Dae hwa dan Jung woo langsung masuk kedalam."Ayah...."Panggil Dae hwa langsung menghampiri pak Baek woo.
"Nak Dae hwa...."Bahagia pak Baek woo langsung memeluk Dae hwa.
"Aku lagi sibuk ayah..., jadi aku tidak bisa kemari deh.Omong omong dimana Katy ayah?."Tanya Dae hwa.
"Baru datang sudah menanyakan Katy."Cemburu pak Baek woo.
"Hahahah...., masa ayah cemburuan sama kucing sih.Aku bisa datang kemari, juga karena berkat pak Jung woo."Tersenyum Dae hwa.
"Jung woo...., kemarilah."Panggil ayahnya.
Jung woo langsung menghampiri ayahnya dan duduk di sampingnya."Ada apa ayah?."Tanyanya.
"Kenapa kau tidak mau berpacaran dengan nak Dae hwa saja?."Tanya ayahnya balik.
"Ayah...., apa yang ayah katakan ini sih.Dae hwa lagi sibuk dan aku lagi tidak mau berpacaran dulu, karena sibuk bekerja ayah."Jawab Jung woo sedikit tegas.
"Pak Jung woo...., jangan terlalu membentak ayah.Dan ayah..., yang di katakan pak Jung woo itu benar.Kita harus mengembangkan perusahaan ini dulu dan baru berfikir soal itu ayah."Ucap Dae hwa membela Jung woo.
"Baiklah, baiklah.Nak Dae hwa..., Katy ada di kamar Chan woo dan Chan woo ada disana.Mending kamu kesana aja dan mengobrol dengan Chan woo."Jawab pak Baek woo memberitahu keberadaan Katy.
"Kenapa lagi lagi Chan woo sih ayah...., malas banget jumpa dia.Mau gimana lagi deh..., aku sudah rindu dengan Katy.Aku keatas dulu dan sampai nanti ayah dan pak Jung woo."Ucapnya langsung berdiri dan langsung menuju kamar Chan woo.
Sesampai kamar Chan woo.Dae hwa langsung mengetuk pintu tersebut dan tidak mengeluarkan suaranya, sebelum pintu dibukakan.
Pintu pun terbuka dan Chan woo langsung menatap wajah Dae hwa."Eh...., adikku.Kenapa kau datang ke kamarku.Apa kau rindu denganku?."Tanya Chan woo dengan percaya diri.
"Astaga..., apaan sih.Aku hanya rindu dengan Katy.Awas."Langsung masuk ke kamar Chan woo dan mendorong Chan woo dari jalannya.
"Jahat banget sih..., langsung ke inti."Ikut menyusul Dae hwa.
Dae hwa langsung menggendong Katy dalam pelukannya."Katy sayang...., aku rindu banget sama kamu.Apa kamu ga rindu sama aku."Peluk Katy dengan lembut.
"Meong..."Jawab kucing tersebut pertanda rindu.
"Kan..., kau juga merindukanku.Aku juga merindukan mu sayang."Mengelus elus Katy dengan lembut.
"Aku mau turun dulu...., bay Chan woo."Ucap Dae hwa langsung keluar dari kamar Chan woo dan Chan woo mengikutinya.
"Tunggu aku dong."Ucap Chan woo menyusulnya.
Sesampai bawah."Ayah...., aku sudah membawa Katy nih.Dia semakin lucu banget."Ucap Dae hwa langsung duduk disamping pak Baek woo.
"Wah...., memang dia semakin lucu sayang.Ayah saja sampai gemas dengannya.Dia mirip sekali dengan Jung woo."Memuji Jung woo.
"Ayah...."Malu Jung woo sambil menyenggol ayahnya.
"Apa...., jangan malu malu gitu dong.Dia kan asisten mu."Jawab ayahnya tersenyum karena berhasil mengejek Jung woo hingga malu didepan Dae hwa.
"Sudahlah...., aku mau ke dapur dulu ya ayah.Aku mau membuat sesuatu untuk ayah.Pak Jung woo peganglah Katy dulu."Langsung meletakkan Katy dipaha Jung woo dan Dae hwa langsung menuju dapur.
Didapur.Dae hwa langsung memasak ramen kesukaan pak Baek woo, agar pak Baek woo senang.
"Kebetulan di sini ada banyak macam untuk membuat ramen...., jadi aku akan membuat ramen deh."Memulai memasak.
"Aku akan memasak untuk ayah, pak Jung woo dan Chan woo.Mereka pasti akan menyukainya."Senyum sendiri Dae hwa dan memulai masak.
Saat Dae hwa sedang memasak ramennya, tiba tiba ada yang memanggilnya dan dia adalah....