
Setelah mengobati luka Dae hwa langsung mengambil sesuatu, dan itu adalah pengering rambut.
"Untuk apa itu?." Tanya Dae hwa.
"Untung mengeringkan rambut kamu tentunya sayang." Jawab Jung woo.
"Tunggu dulu sayang, aku mau mengenakan pakaian dulu, nanti masuk angin akunya." Ucap Dae hwa langsung berdiri.
"Mari aku gantikan pakaian kamu sayang, nanti terjadi yang aneh aneh lagi." Ucap Jung woo langsung menuntunnya.
"Tidak perlu sayang, aku bisa sendiri." Ucap Dae hwa, langsung mengambil pakaiannya, dan masuk ke ruang ganti, dengan wajah yang memerah.
Setelah Dae hwa mengenakan pakaian tidurnya, Dae hwa langsung duduk di tempat tidur. "Sudah sayang." Ucap Dae hwa dengan bahagia.
"Baguslah sayang. Kalau begitu, akan aku keringkan rambut kamu, dan kamu diam saja." Ucap Jung woo duduk dibelakangnya, sambil mengeringkan rambut Dae hwa dengan perlahan lahan.
"Oh ya sayang, apa kamu mau membantuku?." Tanya Dae hwa.
"Bantu apa sayang. Aku akan membantu kamu, karena kamu adalah istri aku?." Tanyanya.
"Bagaimana kalau kita mendekatkan Eun ji dan Chan woo. Kelihatannya mereka saling menyukai deh, dan tentunya mereka harus pacaran dong. Soalnya mereka kebesaran gengsi sayang." Jawab Dae hwa terus terang.
"Boleh sayang, asalkan itu baik untuk mereka berdua. Kapan dan bagaimana kita mendekatkan mereka?." Tanya Jung woo kembali.
"Bagaimana kalau kamu menghubungi Chan woo, dan mengatakan kalau ayah sedang sakit, dan tentunya dia akan pulang kan, dan soal Eun ji, serahkan saja kepadaku sayang. Aman deh." Ujar Dae hwa dengan bahagia.
Jung woo tiba tiba saja mencium pipi Dae hwa. "Apa yang kamu minta, akan aku turuti sayang." Ucap Jung woo dengan wajah yang sedikit memerah.
"Maafkan aku sayang, namanya aku ingin melahap mu." Ujar Jung woo langsung memasang wajah manja, layaknya panda.
Dae hwa langsung berbalik badan, dan menatapnya, yang berekspresi seperti panda.
"Astaga, dia benar benar sangat lucu. Bagaimana ini ya tuhan." Ucap batin Dae hwa langsung menundukkan kepalanya, dan menutupi wajahnya.
"Kamu kenapa sayang, apa aku melakukan kesalahan kepadamu?." Tanya Jung woo langsung memegang tangannya.
Dae hwa pun menatapnya. "Ehm, aku mau kamu sayang." Jawab Dae hwa langsung memeluk Jung woo.
"Eh, katanya kamu gak mau dengan aku, karena kamu masih malu." Ucap Jung woo sedikit bingung dengannya.
Tiba tiba saja Dae hwa langsung menidurkan Jung woo, dan Dae hwa berada diatasnya.
"Apa kamu tidak menginginkan aku. Apa kamu tidak mau mencobaku?." Tanya Dae hwa langsung manja dengannya.
Sontak Jung woo kaget, dan pipinya langsung merona. "Apa yang kamu katakan itu sih sayang. Aku masih tidak mengerti dengan ucapan kamu itu?." Tanya Jung woo bingung, tapi memegang pinggang Dae hwa.
"Apa kamu tidak mau memiliki anak dariku?." Tanya Dae hwa kembali, dan terus memasang wajah manja.
"Tentu saja aku mau sayang. Aku sangat ingin mempunyai anak dari kamu, dan memiliki anak yang cantik dan tampan seperti kita berdua." Jawab Jung woo langsung bersemangat.
Tiba tiba Dae hwa langsung berbaring disampingnya, dan tidak lagi berada di atasnya. Jung woo pun langsung menyampingkan badannya, untuk menatap wajah Dae hwa.
"Kenapa kamu