Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
Episode 52: Menunggu



"Sebenarnya Dae hwa, aku sangat mencintai mu. Aku sangat mencintai mu, sejak pertama berjumpa. Aku adalah pria bodoh, yang tidak berani mengungkapkan perasaanku kepada wanita. Aku adalah pria terburuk di dunia ini. Pria buruk." Ucapnya menjelekkan dirinya sendiri dan sangat menyesal dengan perbuatannya sendiri.


"Aku harus mengejarnya. Dia belum jauh pasti." Ucapnya kembali mencari Dae hwa dan berlari sekuat tenaga.


Saat Jung woo mencari cari. Jejak Dae hwa tidak ada dan ia tidak bisa menemukan Dae hwa.


"Astaga, dia dimana sih. Pasti dia sedang menangis. Yatuhan, apa yang telah aku lakukan, pada gadis yang begitu mencintaiku." Merasa bersalah kembali dengan dirinya, sampai memukul tiang yang ada di pinggir jalan.


Disisi lain. Dae hwa pun sampai di rumahnya, dan ia langsung masuk kedalam. Dae hwa langsung menangis di tempat tidurnya, dan menutupi wajahnya dengan bantal." Hiksss, Hikss. Kenapa aku tidak bis mendapatkan cinta, dari orang yang aku cintai. Kenapa tuhan." Ucapnya marah dengan dirinya sendiri.


Ditengah kesedihannya. Tiba tiba ponselnya berdering, dan Dae hwa langsung mengambilnya dan melihatnya." Astaga, kenapa sahabatku menghubungiku sih. Aku lagi tidak mau mengobrol dengan siapapun." Ucapnya membiarkan ponselnya berdering.


Tiba tiba ada lagi yang menghubungi ponselnya dan Dae hwa kembali melihatnya. Dan itu adalah panggilan dari Jung woo." Kenapa dia menghubungiku sih. Sudahlah, tidak ada gunanya juga." Membiarkannya kembali.


Disisi lain." Astaga, dia tidak mau mengangkat teleponnya. Apa sebegitunya, ia benci kepadaku." Ucap Jung woo.


"Aku harus menuju rumahnya. Mungkin dia sudah ada di rumah." Langsung menggas mobilnya dan menuju rumah Dae hwa.


Sesampai rumah Dae hwa. Jung woo langsung keluar dari mobilnya dan langsung memencet bel rumah Dae hwa.


"Siapa yang memencet bel sih. Mengganggu saja." Ucapnya langsung bangkit dari tempat tidurnya dan menuju ke depan pintu.


Saat Dae hwa mau membukanya." Dae hwa, bisakah kau membukakan pintunya. Akan saya jelaskan semuanya dan mohon buka pintunya, jika kau ada didalam." Ucap Jung woo dari luar.


"Eh, pak Jung woo. Kenapa dia sampai ke sini sih. Aku lagi badmood untuk berbicara dengan siapapun. Aku mau tidur saja." Ucap batin Dae hwa kembali ke kamarnya dan langsung tidur.


"Apa dia tidak ada di rumah. Kenapa tidak ada jawaban. Dia pasti sangat membenciku." Ucap Jung woo.


"Aku harus pulang dulu, dan aku akan kemari lagi." Ucapnya kembali naik ke mobilnya dan menuju rumah.


Keesokan paginya." Hua, sudah pagi ya." Bangun Dae hwa membuka matanya perlahan lahan.


"Aku ga mau datang ke Perusahaan dulu deh. Aku tidak mau bertemu dengan pak Jung woo. Mending aku di rumah aja deh." Ucap Dae hwa langsung ke kamar mandi, untuk membilas wajahnya.


Disisi lain. Jung woo yang sudah ada di perusahaan dan sudah berdiri di depan ruang kerja Dae hwa." Biasanya dia sudah datang. Kenapa di belum datang juga ya. Aku harus menunggunya disini." Ucap Jung woo sambil melipat kedua tangannya dan menunggu kedatangan Dae hwa.


Siang pun tiba. Dimana Jung woo masih berdiri di depan ruang kerja Dae hwa." Kenapa dia masih tidak datang ya. Padahal ini sudah siang, dan sudah lewat jam kerja.


"Apa dia tidak datang, karena tidak mau berjumpa denganku ya. Apa dia sangat marah denganku ya." Ucapnya sambil melihat jam ditangannya dan melihat di sekitar.


Tiba tiba ada yang datang dan ia adalah Chan woo." Hei Jung woo. Kenapa kau ada di depan ruangan Dae hwa. Ada apa dengan mu?." Tanya Chan woo berdiri di sampingnya.


"Ada hal yang mau aku katakan pada asisten Dae hwa, dan ini sangat penting. Bagaimana kalau kita mengobrol di kantin.


"Ada apa dengan Jung woo. Kelihatannya, dia tidak semangat hari ini." Ucap batin Chan woo bingung dengan Jung woo.


Sesampai kantin. Ternyata di kantin, ada Chin so yang sedang duduk sendirian. Jung woo dan Chan woo pun, langsung menghampirinya.


"Eh, Jung woo dan Chan woo. Dari mana saja kalian?." Tanyanya.


"Aku tadi bertemu dengan Jung woo, sedang di depan ruang kerja Dae hwa. Dia sangat aneh tuh." Jawab Chan woo menjawab pertanyaan dari Chin so.


"Ada apa dengan mu Jung woo. Apa kemarin malam, kau baik baik saja dengan Dae hwa?." Tanyanya kepada Jung woo.


"Maksud mu, kemarin Jung woo dan Dae hwa, makan berdua gitu?." Tanya Chan woo sedikit bingung dengan Chin so.


"Kemarin malam, aku, Jung woo dan Dae hwa sedang makan malam dan tiba tiba aku ada telepon dan itu adalah urusan mendadak. Jadi aku meninggalkan mereka deh, dan entah apa yang mereka bahas, setelah aku pergi." Jawab Chin so menjelaskannya.


"Kau kenapa Jung woo. Dan kenapa dengan kau dan Dae hwa. Jelaskan pada kami, dan jangan menyembunyikannya kepada kami." Ucap Chan woo menatap wajah Jung woo yang hanya diam dari tadi.


"Katakanlah Jung woo. Kita ini kan sahabat, dan jangan menyembunyikan apapun pada kami." Ucap Chin so juga penasaran.


"Sebenarnya, saya mencintai Dae hwa." Jawabnya dengan pelan.


"Apa!." Kaget Chan woo dan Chin so.


"Jangan kuat kuat, atau yang lainnya akan mendengarkan pembicaraan kita." Ucap Jung woo melipat kedua tangannya.


"Bagaimana kami tidak terkejut. Kau adalah pria yang sangat dingin dan tidak pernah jatuh cinta. Tiba tiba mencintai dengan asistennya sendiri. Itulah yang membuat kami sangat terkejut." Jawab Chin so.


"Sejak kapan kau mencintainya. Dan padahal, waktu kemarin itu, kita makan malam bersama dan kami menanyakan, apa kau mencintai Dae hwa. Kau malah menjawab dengan kata kata, seperti sangat tidak mencintainya. Kenapa tiba tiba menyukainya?." Tanya Chan woo dengan rinci kepada Jung woo.


"Aku menyukainya sejak pertama mengenalnya dan soal yang aku katakan saat makan malam itu, itu semua tidak benar. Aku hanya tidak mau, kalian mengejekku, karena bisa mencintai wanita dan menyukai asistenku sendiri." Jawab Jung woo sambil meminum kopi latte, yang sudah ia pesan.


"Kenapa kami mau mengejek mu. Justru kami, akan sangat bahagia, karena sahabat ku, sudah bisa mencintai seseorang dan sangat mencintai Dae hwa. Kami tidak akan melarang mu, kan kami bisa siapa siapa mu." Ucap Chin so ikut bahagia.


"Benar yang di katakan Chin so itu. Kau memang cocok dengan Dae hwa. Tapi kenapa kau malah bersedih begini?." Tanyanya kepada Jung woo.


"Sebenarnya, ada kesalahan yang aku lakukan padanya." Jawab Jung woo.


"Kesalahan apa?." Tanya mereka berdua.


"Waktu kita makan malam itu,