Just For Me

Just For Me
Kedekatan



Semenjak pertemuan kedua mereka di Apartemen milik Arbella, Tama semakin dekat dengan Arbella, Tama rela pekerjaan nya di handle orang lain, sementara dirinya membangun memori kembali dengan Arbella.


"Hay, nona kau mau kemana?" Sapa Tama pada Arbella yang sedang menunggu seseorang di depan jalan menuju apartemennya.


"Aku menunggu taksi, namun sedari tadi tidak ada yang lewat."


"Baiklah, bagaimana jika aku yang mengantar mu? kau mau kemana?"


"Tidak aku akan merepotkan mu." Namun Tama turun dari balik kemudinya.


membuka pintu mobil bagian depan, memaksa Arbella masuk, dan Tama segera kembali ke tempat kemudinya.


"Katakan saja kau mau kemana nona, aku bersedia mengantar mu, hari ini aku juga sangat bosan."


"Tuan, sebenarnya aku ingin berbelanja ke swalayan untuk membeli beberapa keperluan, dan setelah itu kembali ke apartemen."


"Baiklah, aku juga ada keperluan membeli sesuatu kesana, jadi ayolah."


Sepanjang perjalanan merek bercerita tentang kehidupan masing masing, namun lebih banyak Tama yang bercerita.


"Ya bahkan aku sangat mencintai wanita itu, aku pergi dengan alasan yang mungkin tidak bisa diterimanya, dan aku terima bila dia sekarang melupakan ku."


"Beruntung sekali wanita itu, bahkan aku pun belum pernah merasakan di cintai sedalam itu, tuan lalu bagaimana kehidupan wanita itu sekarang? dia sudah menikah?"


"Belum, dia mungkin masih menunggu ku, tapi aku masih berusaha, agar dia kembali pada ku."


Mereka pun sampai di swalayan yang mereka tuju,Arbella mengambil troli untuk memasukan barang belanjaannya.


Tama masih setia berdiri di belakangnya, mengawasi dan menjaga separuh hati nya


"Tuan Tama, apakah kau ingin makan sesuatu untuk makan malam?"


"Kau mau memasak untuk ku?"


"Ya tentu anggap saja ucapan terimakasih dari ku."


"Aku mau, buatkan saja apa yang kau bisa, aku dengan senang hati akan memakannya."


Mereka pun memilih bahan bahan dan kebutuhan masing masing, dengan polosnya Arbella bertanya tertunjuk pada satu kemasan yang Tama ambil.


"M, kenapa?"


"Oh, tidak memang persediaan mu habis sampai harus membelinya sebanyak ini."


"Tidak, tapi aku hanya memakainya 3 kali sehabis cuci dan langsung di buang."


"Seboros itu?"


"Aku hanya tidak nyaman jika terlalu lama ku pakai."


Mereka pun tiba di kasir, dan lagi Tama yang membayar semua keperluan Arbella.


Arbella sempat menolak, namun Tama tak bisa di tolak.


Saat tiba di apartemen Tama segera menurunkan belanjaan miliknya dan Arbella.


Setelah memasuki ruang apartemen Arbella, Arbella baru sadar kalau air di apartemen nya mati, dan teknisi baru bisa datang besok.


"Tuan maaf, tapi air disini mati, teknisi baru bisa datang besok."


"Gunakan saja Apartemen ku, ayo, masak di ruangan ku saja."


Mereka pun sampai di apartemen milik Tama.


Kesan hangat dan segala hal yang Arbella suka ada disana.


"Yaman sekali di sini."


"Tentu, manusia butuh kenyamanan untuk tinggal bukan?"


"Ya kau benar."


Arbella pun memasak, mereka menikmati waktu berdua dengan bercengkrama, bercanda sampai Arbella lupa kalau hari telah larut dan Arbella tertidur di sofa, mungkin ini kenyamanan yang di maksud Arbella.


Tanpa sungkan Tama mengendong Arbella menuju kamarnya, meletakkannya di kasur empuk miliknya dan menyelimuti Arbella, dia ingin sekali mengecup bibir ranum milik istrinya namun ia sadar, Arbella bukan istrinya sekarang.