Just For Me

Just For Me
Cinta Menurut Syahila



Syahila kini nampak cantik hadir disalah satu chanel faforit, dia mengenakan dres berlengan panjang pas ditubuh dan menjuntai di bawah lutut, hiels yang digunakannya juga menambah indah kaki jenjangnya, dres berwarna abu abu gelap itu menunjukan kesan sederhana dan manis pada tubuh Syahila.


"Hari ini kita kedatangan seorang model papan atas yang baru saja pulang dari Prancis untuk pemotretan sampul majalah fasion and Beauty, langsung saja kita panggilkan, Syahila Zenith." Syahila pun keluar dari belakang panggung, Syahila selamat datang di acara kami, silahkan duduk." prisenter itu berjabat tangan dengan Syahila, Syahila pun tersenyum.


"Selamat datang kembali nona Zenith, bagaimana Prancis?"


"Ya, Prancis luar biasa, disana sangat indah tapi lebih indah disini." Rendah Syahila.


"Oh ya, kabarnya waktu di bandara kamu hampir ketinggalan pesawat ya? bagaimana bisa?" Tanya Prisenter itu lagi.


Syahila tersenyum dengan angunnya.


"Iya, hampir, tapi untungnya manager saya bisa menunda beberapa detik."


"Siapa sih yang di tunggu sebenarnya"


"Suami saya, saya tunggu dia karena memang dia berjanji akan datang beberapa menit sebelum keberangkatan, tapi karena ada sesuatu hal dia tidak datang."


"Oh... pasti sedih sekali ya? oh iya ceritakan dong tentang suami kamu yang kabarny seorang profesor dan juga konglomerat di Jerman." Prisenter mulai menanyakan ranah pribadi Syahila, Syahila pun tersenyum kembali dengan manis.


"Ya, suami saya adalah seorang dokter sekali gus profesor neurologi, di salah satu rumah sakit yang memang miliknya sendiri, dia juga memang pemilik salah satu perusahaan makanan di Jerman."


"Apa saja sih, keunggulan suami kamu itu sampai sampai bisa menaklukan hati kamu, oh ya dari pada penasaran seperti apa pria yang dapat menaklukan hati seorang model seperti Syahila Zenith, saya akan tampilkan foto pernikahan kalian 9 bulan lalu."


Foto pernikahan mereka pun terpampang jelas dilayar monitor.


"Siapa nama pangeran kamu ini Syahila?"


"Apa kelebihan seorang Arsal dimata kamu sehingga bisa menaklukan hati kamu?"


"Kak Arsal orangnya tegas, emosian, namun dia sangat lembut didalam, yang membuat saya jatuh cinta sebenarnya adalah prosesnya."


"Bagaimana prosesnya jika kita boleh tau?"


"Kami menikah bukan karena alasan cinta sebenarnya, tapi karena ayah dari kak Arsal lah yang meminta saya untuk menikah dengan dia, suatu hari ibu saya sadar dari koma menahunnya, kak Arsal banyak mengajarkan saya tentang kontak batin antara pasien dengan keluarga, saya menuruti semua yang dia perintahkan, pada akhirnya ibu saya sadar dan dia memeluk saya untuk yang terakhir kalinya, dan disana saya mengerti bahwa hidup bukan karena rasa egois dan kerja keras saja tapi hati dan doa juga penting." Syahila mulai meneteskan air matanya.


"Berarti Arsal memang pria yang hangat dan juga sangat mengerti apa yang kamu butuhkan."


"Iya, dia sangat faham dengan apa yang saya butuhkan, dia pernah meminta saya untuk lebih dekat dengan Allah, dan membuang semua pakaian tak layak, dengan tanda kutip ya... kak." Syahila menerangkan kembali.


"Jujur, saya belum bisa sampai saat ini pun pakaian yang saya kenakan menurutnya masih terbuka, dia mau saya hijab dan meninggalkan profesi saya, saya jawab, saya belum bisa, dia mengerti dengan itu semua, dia bukan sosok yang pemaksa, dia sosok yang hanya ingin batasan, dia hanya ingin saya tau batasan itu saja, dia hanya takut jika suatu saat nanti saya akan dipandang rendah oleh teman bisnisnya, hanya karena penampilan."


"Waw, ternyata seorang yang luar biasa seperti Arsal, mampu berfikir jauh seperti itu, sampai sedetail itu?"


"Meski menikah tanpa cinta, dan apa sekarang masih tanpa cinta?"


"Tidak, sekarang seluruh hati saya, ohh maaf bukan hati, jiwa, raga bahkan hidup saya semuanya untuk dia dan Allah saja."


"Berikan kata- kata untuk sekmen kita kali ini, dari Syahila Zenith."


"Rumah tangga bukan hanya tentang cinta, jika kamu belum cinta berumah tangga lah karena hal lain agar menyeimbangi, karena cinta bertubuh bukan terkikis."