Just For Me

Just For Me
Keanehan Syahila



Rasanya setelah mengetahui bahwa aku telah hamil 5 Minggu membuat ku sangat lemah dan menghabiskan keseharian ku di tempat tidur dan kamar ini. Ayah mertua ku sangat senang ketika ia tau ia akan memiliki cucu yang kedua.


Cucu pertamanya adalah seorang gadis manis berusia 1 tahun bernama Feliscia dia anak dari Adivara dan Farasa.


Aku meminta kak Arsal untuk pergi hanya sekedar melihat Jaco kuda kami yang berada di villa, entah mengapa aku suka sekali melihat Jaco, saat terakhir kami berkunjung ke villa kak Arsal melarang ku berkuda padahal aku ingin sekali menunggang.


Malam ini mood ku kembali memburuk, aku terus muntah dan tidak berselera makan. Kak Arsal dengan nampan berisi makanan sibuk merayu ku untuk makan.


" Ayolah sayang, apakah makan saja membuat mu takut, sayang jika kamu tidak makan maka baby kita akan kelaparan, kamu tidak kasian padanya yang susah payah bertahan disana membentuk tubuh? dia butuh banyak energi untuk itu." Suami ku kau terlalu luas menjelaskan semuanya hingga aku ingin segera muntah.


Aku berlalu menuju kamar mandi, aku memuntahkan semuanya. Dia memijat pundak ku, aku merasa nyaman, aku membalikan badan dan memeluknya sedikit menghirup aroma tubuhnya membuat ku sedikit melupakan rasa mual di dalam perut ku.


Aku menatap suami ku meminta persetujuan untuk dia membuka bajunya, entah mengapa otak ku menjadi cabul begini, aku memikirkan kegiatan ku dengannya, aku ingin sekali sekujur tubuh ku di belai olehnya, dan yang terpenting aku ingin tubuhnya menyatu dengan ku.


Sesuatu yang aneh mulai menyerang diri ku aku begitu bersemangat dengan dirinya, sementara tadi tubuhku lemas bahkan tidak bergairah sama sekali.


" Sayang, bisa kau menyentuh ku disini?" aku bertanya padanya sambil menunjuk dada ku yang sedikit kaku.


" Kenapa? apa sedikit kaku?" Dia mulai sedikit meremasnya dengan lembut, namun suara desahan ku membuat nya sedikit mulai bergairah.


"Sayang, kenapa aku menjadi seperti ini, aku ingin sekali kau menyentuh ku, seluruh tubuh ku terasa sangat aneh, mau kah kau melakukannya untuk ku? aku menginginkan mu."


"Tentu sayang, aku akan melakukannya malam ini untuk mu, tapi setelah itu kau harus makan, apa yang mau ku sentuh lagi selain ini?"tanya nya mulai mengejek perubahan ku yang semakin dikuasai birahi.


"Ahh... uhhh... emmmhhh." aku mencengkeram sprei aku menahan rasa nikmat saat dia mulai mencumbu seluruh tubuh ku, bahkan saat ia melakukannya aku ingin dia melakukannya lebih kuat, namun ia takut aku akan terluka.


"Ahhh... sayang, pelan saja, ak... aku takut akan terjadi sesuatu pada baby kita jika terlalu keras kau menghentakannya." ucap ku memburu.


"Ahhh... aku tidak bisa menahan aku ingin terus melakukan nya."


"Aku juga ingin lebih gila dari ini, namun ada nyawa didalam sana." Akhirnya dia memelankan gerakannya, namun aku yang justeru malah tidak bisa menahannya, aku menggoyangkan pinggang ku dan ya... kami pun jatuh pada puncak nya.


Dia selesai dan mengeluarkan senjatanya, namun aku mengambil dan membelainya seperti membelai sesuatu yang sangat aku cintai.


"Sayang, sudahlah kau berjanji mau makan kan, ini sudah cukup ayo kita makan." Dia membereskan dan mengelap sisa cairannya dengan tisu namun aku malah ingin mencium aroma cairan miliknya yang tersisa di tangan ku saat mengelusnya tadi.


"Sayang ayo makan aku kan menyuapi mu."


Aku disuapi dengan keadaan ya kalian tau lah dengan tangan kotor.


Aku makan dengan tenang dan lumayan banyak, namun yang menjijikan di sini aku menyukai aroma cairan milik suami ku rasanya aroma itu membuat ku nafsu pada makanan.


Suami ku melihatnya jijik, ya... meskipun itu miliknya sendiri.


" Mengapa kau menjadi semenjijikan ini? padahal sebelum kau hamil menyentuh milik ku dengan tangan saja kau urung, tapi sekarang kau menikmati cairan dan memujanya untuk mengembalikan nafsu makan mu."


" entah lah, aku juga bingung."