Just For Me

Just For Me
Tahab Perubahan II



Arsal membuka pintu apartemennya.


"Assalamualaikum, Syahila kamu ada dimana?" Teriak Arsal saat masuk kedalam rumah. Tak ada sahutan dari Syahila, ya... tadi Syahila tadi menelpon Arsal agar cepat kembali karena malam ini mendadak Syahila harus terbang ke LA untuk pemotretan.


Suara pintu terbuka....


Syahila datang dari ruang tamu, yang bertanda ia juga baru dari luar.


"Ohh kak, kau sudah kembali, ku kira baru akan kembali nanti malam." Sambut Syahila, ia menaruh beberapa kantong belanjaan di atas meja makan.


"Kau mau minum apa? kau pasti lelah seharian bekerja, ku buatkan orange jus mau?" tanya Syahila lagi, namun Arsal masih mematung menatap Syahila.


"Kau mau pergi malam ini?" tanya Arsal.


"ehm.. em.." Syahila mengangguk.


"Bersama siapa? berapa lama? dan untuk apa? kau baru mengatakaannya saat kau akan pergi, seharusnya kau mengatakannya seminggu atau dua hari sebelumnya bisa kan?" Arsal mengintrogasi Syahila dengan pertanyaan.


"Bersama dengan Claris, beberapa teman model ku dan juga beberapa orang yang akan mendandani ku, aku pergi kurang lebih 4 hari, hanya untuk acara fasion show dan juga beberapa pameran." Syahila meletakan orange jus yang ia buat di hadapan Arsal.


Syahila setiap hari memang selalu menyajikan Jus buah bahkan sayuran untuk Arsal, dengan teliti setiap hari dia juga mengatur pola makan Arsal tanpa pengetahuan Arsal, dia menyajikan makanan makanan sehat dan berkualitas pada bekal dan menu harian Arsal.


"Maaf, aku baru memberi tahu mu tadi, aku lupa, sebab beberapa hari ini perusahaan yang menyewa jasa sebagai model meminta untuk menganti ulang tampilan ku pada sampul kemasan produknya." Jelas Syahila yang kini juga duduk dihadapan Arsal.


"Pergilah, kebetulan aku juga akan sangat sibuk mengurus semua proyek proyek ku diluar selama beberapa minggu, jadi jika kau pergi, itu akan lebih baik, aku tidak akan menyusahkan mu, untuk menyiapkan ini dan itu sesuai keperluan ku." Ucap Arsal lalu pergi ke kamarnya.


Arsal pergi dan mengganti bajunya, Syahila sudah terlebih dahulu menyiapkan handuk dan baju Arsal di ranjangnya.


"Kak, kamu sudah selesai mandi?" teriak Syahila sambil mengetuk pintu kamar mandi.


"Tunggu sebentar, memang ada apa? kau akan pergi sekarang?"


"Tidak, masih ada waktu tiga jam lagi untuk kebandara." Lalu Arsal keluar dengan hanya mengenakan handuk di pinggang, dan rambut basah Arsal menambah daya tarik untuk Syahila.


"Akan ku bantu keringkan rambut mu, oh ya, rambut halus di wajah mu juga sudah mulai tumbuh, mau sekalian ku bantu mencukurnya?" tanya Syahila memang sudah kali ke dua Syahila melakukannya pada Arsal.


"Dengan senang hati aku menerima tawaran mu nona, kapan lagi aku dibantu model papan atas seperti mu?" Jahil Arsal yang selalu menggoda Syahila dengan kata kasarnya.


Syahila menyuruh Arsal duduk di kursi, perlahan Syahila mencukur rambut halus pada wajah Arsal, Arsal terdiam mengamati Syahila yang penuh dengan kehati hatian.


"Sekarang sudah selesai, kau sudah bersih, dan ingat ya... ini hanya boleh aku yang melakukannya, jadi tunggu hingga lima hari ke depan." ucap Syahila, Arsal menarik lengan Syahila itu membuat Syahila duduk di pangkuannya.


Arsa medekatkan wajahnya, "Beri aku pegigatmu, supaya aku tidak akan lupa jika semua yang ada di tubuh ku hanya milik mu." Dan kata itu hanya terucap dalam hati Arsal.


Syahila tau apa arti tatapan suaminya itu.


Cup...


Syahila memberikan kejutan kecil untuk Arsal, ini kali pertamanya dia berlaku seperti ini.


"Ceritakan apa kabar mu, dan apa saja aktifitas mu pada ku nanti, karena aku tak pernah mau melewatkan satu detik pun tentang mu." Ucap Syahila lalu bersiap untuk pergi.