
Keanehan keanehan dimasa tri mester pertama ini sangat menggangu namun aku menikmatinya, ini momen langka yang belum tentu akan kurasakan lagi.
Aku gembira saat sekotak kue red Valve hadir di hadapan ku berikut dengan bunga mawar merah kesukaan ku.
"Ahhh... sayang kau baik sekali, terimakasih." Aku memeluk dan mengecup pipi suami ku, betapa senangnya aku, dia lelah bekerja di jam makan siang seperti ini kembali ke rumah dan membawakan ku kejutan seperti ini.
Dia hanya membalas dengan mengecup kening ku dan membelai hangat perut ku.
"Lewati semuanya dengan rasa sabar, aku yakin kau akan baik baik saja, aku akan terus mendampingi mu disini."
"Mengapa semuanya menjadi seperti sangat romantis.?" Tanya ku dan dia lagi lagi tersenyum dan mencium pipi ku.
"Selamat ulang tahun istri ku tercinta." Aku terkejut saat dia mengucapkan selamat ulang tahun, bahkan selama dua tahun perjalan pernikahan kami baru kali ini dia mengucapkannya dan berlaku seperti ini.
"Memangnya sekarang aku berulang tahun?" Aku juga ikut bertanya pasalnya aku lupa dengan ulang tahun ku semenjak 10 tahun yang lalu, tepat dimana ayah meninggal dan ibu jatuh sakit, aku tak pernah merayakan atau mengingatnya lagi.
Air mata jatuh menodai pipi ku namun Kak Arsal dengan cepat menghapusnya.
"Jangan teteskan, kita akan menggantinya dengan semua yang menghantarkan senyum mu, Syahila istri ku, aku sangat mencintai mu, bayi kita, dan juga segalanya yang memenuhi rumah tangga kita, aku tidak ingin kau menangis, jaga dia dengan baik ya..." ucap nya sambil memeluk ku.
Mood ku kembali membaik, bukannya tersenyum aku malah menangis merasa haru namun penuh kebahagiaan.
Arsal mengangkatnya, ternyata Arbell yang melakukannya. "Hai.... bagaimana keadaan keponakan ku yang belum lahir namun sudah ku tau betapa lucu dan manisnya dia."
Suara ceria wanita itu selalu hadir dengan gembira.
"Hai... Aunty keadaan ku baik, bagaimana dengan mu? Basel nyaman kah hingga kau jarang sekali menghubungi momy ku?" Suara ku menirukan suara anak anak yang hanya di tertawai suami ku d ku samping.
"Maafkan aku my little baby, aku sedang sibuk dengan sekolah, perusahaan dan juga kegiatan lain bersama dokter Alvin."
"Ka sibuk dengan dokter Alvin? apakah kau mulai memiliki perasaan dengannya?" Aku mulai mengubah nada bicara ku, dengan serius aku bertanya kepadanya.
"Kau ini kak, mengapa menjadi seserius ini? aku tidak memiliki hubungan apapun dengan nya hanya sebatas teman dan pasien, kami hanya terlibat kerja sosial bersama."
"Baiklah jaga dirimu di sana, pulanglah pada liburan tahun ini untuk melihat keponakan mu yang akan tumbuh dan membuat ku kelihatan gendut."
"Tapi rahang mu terlihat biasa saja, kau juga masih langsing dan tak banyak berubah, hanya wajah mu saja yang terlihat pucat namun ahhh sudah susah ku artikan, kita lihat saja saat liburan nanti apakah kau akan terlihat lebih jelek dari ku." Dia tertawa mengejek ku.
"Oh ya... Happy birthday my sister semua yang terbaik untuk mu dan buah hati mu, Allah bersama mu." Ucapnya dengan bahagia lalu menutup sambungnya.