Just For Me

Just For Me
Pertemuan



Basel.


Arbella malam ini mendapat undangan makan malam untuk menemani dokter Alvin, ya sejauh ini hubungan mereka hanya seorang teman, sebatas dokter dan pasien hanya itu, namun dokter Alvin menyukai Arbella, sikapnya yang ramah, cerdas dan manis, itulah Arbella di mata Alvin.


"Sudah siap?" tanya Alvin pada Arbella yang yang mengenakan gaun hitam tanpa lengan yang hanya membalut tubuh rampingnya sampai selutut.


"Yes, im ready." Arbella tersenyum dengan bibir pink miliknya.


Mereka pun pergi meninggalkan apartemen.


Sejenak dalam perjalanan Alvin selalu mengulum senyum manis begitu pula Arbella.


Sesampainya di tempat yang di tuju Alvin meletakan tangan Arbella di lengannya dia tersenyum manis.


Suasana makan malam di pesta perjamuan bisnis ini sangat ramai, mereka yang hadir memang sekelas CEO dan Dirut, mereka yang hadir memakai pakaian formal.


"Dokter, mereka sangat formal."


"Ya tentu, mereka sangat formal mereka itu CEO dari beberapa perusahaan ternama, oh ya aku akan mengenalkan mu pada seseorang."


"Siapa?"


"Nanti juga kau akan tau,dia adalah peraih penghargaan CEO terbaik di tiga tahun terakhir, dia tampan dan sangat baik." ucap Alvin.


Acara pun berlanjut sampai pada di penghujung acara tepat dimana seorang Aditama Yusuf Arafi naik keatas podium, Tama mengucapkan beberapa kata sambutan, matanya bertemu tatap dengan manik cantik milik Arbella.


"Apakah itu dia cinta pertama dan terakhir ku, apakah itu Ara ku?" ucap Tama dalam hatinya.


Arbella terkesiap saat tatapan seorang pria menghujam dirinya.


"Apakah itu dia pria dalam mimpi ku, pria yang fotonya terpajang di ruang keluar dokter Arsal? ti.. tidak mungkin." Arbella mengatakannya dalam diam, dan kini tubuhnya gemetar hebat.


Alvin memandang Arbella dengan senyum, dan kini Tama telah berada diantara keduanya.


"Thanks brother, semua juga atas dukungan mu, oh ya." Tama berhenti bicara dan menatap Arbella.


"Perkenalkan, dia nona Roberts, dia adik dari dosen ku, dia baru beberapa bulan di Basel."


"Senang bertemu dengan mu nona, perkenalkan Aditama, panggil saja Tama." ucap Tama yang hanya diangguki oleh Arbella.


Tama tak henti hentinya mencari tahu siapa wanita di hadapannya ini, tampilannya jauh berbeda dari Arbella yang selalu terkesan natural tanpa make up.


Tama memberi minuman pada Arbella, Tama ingin terus menyapa dan bercengkrama dengannya.


"Dimana Alvin, apakah kau haus nona?"


"Terimakasih, Alvin mendadak ada urusan di rumah sakit, setengah jam lagi supirnya akan menjemput ku." Ucap Arbella, dan mengambil gelas yang di berikan untuknya.


"Darimana asal mu? mengenal kau baru di Basel." tanya Tama.


"Aku berasal dari Inggris, namun aku dibesarkan di Jerman, dan sekarang beberapa kerabat ada di Indonesia, jadi hanya sementara di Basel." Ucap Arbella dengan ramah.


"Indonesia?" Tama mulai tersenyum benar ternyata nona Roberts adalah Arbella.


"Ya, tuan Aditama ada apa?"


"Aku memiliki istri di Indonesia, tapi sekarang mungkin dia telah lupa atau berpura pura lupa kepada suaminya sendiri." Ucap Tama lirih.


"Bagaimana bisa?" Setelah Arbella bertanya Tama malah diam, Tama tau ada sesuatu yang terjadi pada istrinya ini.


"Tuan Aditama? maafkan aku, tapi sepertinya ini berat untuk mu, maaf."


"Tentu tidak, hanya sedikit merobek hati ku saja bila mengingat tentang yang terjadi."


"Maafkan aku tuan Aditama, dan maaf sepertinya pembicaraan kita harus berakhir, supirnya sudah datang." Ucap Arbella lalu pergi dari tempat pesta.