I Love You, Sis!

I Love You, Sis!
Bab 93 - Happy Ending



Di penghujung acara, Tristan dan Crystal kembali dipersilahkan naik untuk saling menyatakan perasaan. Tristan mengeluarkan selembar kertas dari saku jasnya. Tanpa dikomando, suasana menjadi hening. Semua menunggu apa yang akan disampaikan oleh Tristan.


"For me, life is only a daily routine."


(Bagiku hidup hanyalah sebuah aktifitas rutin.)


"Bangun pagi, sekolah, kursus, pulang, makan dan tidur. Kemudian kembali berputar ulang keesokan hari dan selanjutnya. Sejak hadirnya kamu di dalam hidupku, di rumah kami. Aku jadi mempunyai alasan untuk cepat pulang ke rumah. Aku mengenal apa itu artinya menyayangi, hingga rasa ingin melindungi dan bertanggung jawab sambil terus berharap yang terbaik untukmu." Tristan berhenti sejenak untuk menenangkan emosinya sendiri.


"Terima kasih karena kamu mau lahir ke dunia dan menemaniku selama ini. Bersamamu hidupku tak lagi monoton. It's like a roller coaster. Bandel dan keras kepalamu justru membuat hariku lebih berwarna. Sosokmu yang selalu menungguku pulang, membuatku merasa dibutuhkan. I love both the evil side and the angel side of yours. I can only promise that you are always the one."


(Aku mencintai sisi baik mau pun burukmu. Aku hanya bisa berjanji bahwa kamu akan selalu menjadi satu - satunya.)


Crystal tersenyum. Tangannya terulur, menerima tissue yang diberikan oleh pembawa acara. Kemudian membantu menyeka air mata suaminya.


Tak perlu kalimat - kalimat manis dan kata - kata yang indah, Crystal percaya penuh pada Tristan. Dari bagaimana perlakuan Tristan padanya, sudah jelas kalau laki - laki itu mencintainya dengan sungguh - sungguh. Bahkan dari sebelum dirinya mengenal apa itu cinta. Tristan sudah lebih dulu menyayangi dan mencintainya.


"Aku tak pernah memohon seorang malaikat atau seorang ksatria untuk menjagaku. Aku tak meminta pangeran tampan yang sempurna untuk selalu di sisiku. However, you are perfect for me. You are my guardian angel, my prince, and now you're my king."


(Tapi, bagiku kamu sempurna. Kamu adalah malaikat penjagaku, pangeranku dan sekarang kamu adalah rajaku.)


"Dia selalu menatapku seolah - olah aku wanita tercantik di dunia. Bersabar dengan semua kebandelan dan keras kepalaku. Berapa kali pun aku kabur darimu, kamu selalu berhasil menemukanku." Crsytal tertawa pelan.


Tristan ikut tertawa.


Kelebatan peristiwa masa remaja Crystal sekilas muncul di ingatan mereka. Saat dimana dia kabur ke Bali, lalu ke Singapore dan setiap kali pula Tristan muncul tiba - tiba.


"Caranya menegurku setiap kali aku berbuat salah, membuatku tau kalau dia akan selalu menerimaku, seburuk apa pun kelakuanku. He has been trying her best for our future.


(Dia telah dan terus berusaha yang terbaik untuk masa depan kami.)


"Thank you for every little think you have given for me. Bahkan di saat aku tak sadar kalau aku membutuhkan sesuatu hal, kamu sudah memberikannya sebelum aku meminta.


(Terima kasih atas setiap hal kecil yang kamu lakukan padaku.)


"I promise to grow old with you. From dimples to wrinkles, I'll be there for you. Kamu tak akan pernah sendiri. Love of my life, My Tristan."


(Aku berjanji akan menua bersamamu. Dari lesung pipit hingga kulitku berkeriput. Aku akan selalu ada untukmu. Cinta dalam hidupku, My Tristan.)


Sekali lagi Crystal dengan bangga mengklaim Tristan sebagai miliknya. Dan di depan sekian banyak tamu.


Sesaat pembawa acara ikut terbawa suasana hingga tak bisa berkata - kata. Hingga teriakan dari David, Sky, Karina dan teman - teman SMA Crytal terdengar.


"CIUM!"


"CIUM!"


"CIUM!"


Mereka berteriak bersahut - sahutan.


Acara malam itu di tutup dengan ciuman panjang Tristan dam Crystal.


...Love is a verb...


...Cinta adalah sebuah kata kerja...


...You don't feel love...


...Kamu tidak merasakan cinta...


...You do it......


...It's sacrifice, listen, empathize and appreciate......


...Cinta adalah pengorbanan, mendengarkan, empati dan penghargaan....


...It doesn't need your words...


...Tidak membutuhkan kata - katamu...


...It's not something you scream...


...Bukan sesuatu yang teriakkan...


...It is a commitment,...


...Cinta adalah sebuah komitment...


...a constant effort, not an emotion....


...Sebuah usaha yang terus menerus,...


...bukan emosi sesaat....


...Love is not a feeling,...


...Cinta bukanlah sebuah perasaaan,...


...it's about how someone treat you....


...Tapi tentang bagaimana seseorang memperlakukanmu....


...~ The End ~...


Note :


It's sad to say good bye to Tristan. He is my first love. 😜


And now time to welcome Toni, Mr. Anthony.


Update selanjutnya adalah extra part dan unwritten story.


Unwritten story itu, tulisanku tentang Tristan Crystal yang dihapus atau tidak jadi tayang karena berbagai pertimbangan dan alasan.


Thanks all, buat setiap maklumnya atas kekurangan di sana sini dalam tulisanku



PENGUMUMAN KARYA BARU


SINOPSIS


Menuruti panggilan hatinya, Eliana bersedia merawat pasien amnesia tanpa identitas yang masuk ke Rumah Sakit tempatnya bekerja.


Semua orang menolak dan takut pada pasien yang di duga buronan itu. Tak seorang perawat pun bersedia melayani Toni. Tapi, Eliana justru bersedia merawat dan memberinya tempat tinggal.


Siapa sangka, pria itu tidak hanya tinggal dirumahnya tapi juga di hatinya.