I Love You, Sis!

I Love You, Sis!
Bab 31 -- All That I Want Is You



Tristan mengeluarkan sesuatu dari jaketnya, sebuah kotak beludru.


Crystal membelalak, jangan-jangan...


"Seharusnya aku kasih ini waktu graduation, tapi David salah prosedur. Jadi mungkin sekarang saat yang tepat buat kasih ini." kata Tristan kemudian.


Jantung Crystal berdegup kencang.


"Buka aja." pinta Tristan.


Wow! Sebuah arloji mewah dengan berlian di kedua ujung jarumnya. Simple dan cantik.


"Sini." Tristan mengulurkan tangan, memakaikannya ke pergelangan tangan Crystal.


"Cantik!" puji Tristan.


"Thank you."


Crystal tersenyum. "Kak Tristan sudah kasih aku banyak banget, tapi aku nggak pernah kasih apa-apa." Crystal nampak sedih.


"Memangnya kamu pengen kasih aku apa?" Tristan tersenyum.


"Kak Tristan pengennya apa? Nanti aku beliin deh, tapi nggak boleh mahal-mahal. Aku kan belum kerja."


"Lah belum kerja kok mau beli-beli? Memang punya duit?" Tristan menahan geli.


"Kan bisa pakai ini." Dengan ceria Crystal mengeluarkan kartu yang diberikan Tristan padanya.


Gini ini Crystal, bilang mau kasih hadiah tapi uangnya pakai uang Tristan. Sama saja bohong dong. Tristan sampai tak bisa menahan tawanya.


"Kok malah ketawa?" Ekspresi Crystal langsung berubah sebal.


"Lah nanti yang bayar tagihan siapa? Masa aku bayar tagihan buat hadiahku sendiri sih?" protes Tristan.


Hmmm... iya juga sih. Crystal tidak kepikiran sampai kesana.


"Oke! Kalau gitu aku mau cari kerja aja." Crystal menjentikkan jarinya, matanya berbinar-binar.


Wah, Tristan tak menyangka Crystal malah jadi kepikiran mau kerja. Padahal dia hanya bermaksud menggoda gadis itu.


"Memangnya kamu mau kerja apa? Lulusan SMA gini." Tristan mencoba menggali keinginan Crystal.


Crystal memajukan bibirnya, wajahnya serius. Sangat imut sampai Tristan hampir tak tahan ingin meng- ecup bibir merah itu.


"Kerja di kantor Kak Tristan dong. Kerjanya yang enak tapi gajinya yang banyak. Ada nggak?" Crystal memasang puppy eyes.


Tristan terbahak, entah kenapa mengobrol dengan Crystal rasanya begitu menyenangkan. Tingkahnya yang kekanak-kanakan selalu berhasil membuatnya terhibur.


"Itu sih semua orang juga mau. Udah deh, kamu sekolah aja. Selama ada aku, kamu nggak perlu kerja."


Bahu Crystal meluruh, "Yaah... batal deh. Kapan aku bisa kasih hadiah buat Kak Tristan?" Wajahnya nampak sedih.


"Kamu aja hadiahnya." kata Tristan dengan wajah serius.


"Aku?"


"Yes, you are."


"Ha?"


"You are my best gift. All that I want is you, jadi nggak perlu kasih apa-apa lagi." Tristan mengacak rambut Crystal dengan sayang.


BLASS!! Muka Crystal merah padam, dia menunduk menyembunyikan wajahnya.


"Hmmm... , kalau gitu aku mau kasih surprise aja."


"Surprise?"


"Hm-hm. Close your eyes!" perintah Crystal.


Tristan menutup mata. Pelan-pelan Crystal bangkit, kemudian sedikit menunduk. Dipegangnya wajah Tristan, dikecupnya pipi kiri dan kanan Tristan dengan penuh perasaan.


"Sayang Kak Tristan banyak-banyak." bisik Crystal.


Tristan membuka matanya. Mereka saling berpandangan.


"I love you more." balas Tristan sambil menyentuh wajah Crystal hati-hati, seolah menyentuh barang yang mudah retak.


Crystal sering membaca cerita-cerita romance bahkan hanyut bersama perasaan yang digambarkan oleh penulisnya. Tapi tak satu pun ada yang persis sama dengan perasaan yang dirasakannya saat ini. Perasaannya seperti terbang melambung bersama pesawat yang mereka tumpangi.


"Crystal." Panggilan Tristan menarik Crystal kembali ke dunia nyata.


"Ya?" Mata beningnya menatap Tristan, membuatnya tak tahan lagi.


"I love you Crystal, as who you are."


Crystal menutup mulutnya dengan tangan, terkejut. Selama ini Tristan sering mengucapkan I love you, mungkinkah untuk kali ini kata-kata itu sudah bergeser makna.


Crystal memandang manik mata Tristan yang memancarkan kesungguhan dan ketegasan.


"Tapi ini nggak mungkin." Crystal mencoba menyangkal perasaannya sendiri.


"Apanya yang tak mungkin?"


"Ini dosa dan terlarang.... " lirih Crystal, mendadak dia bingung dengan perasaannya sendiri.


"Kamu tak suka Kakakmu menikah? Kamu tak mau dia dengan cewek lain? Kamu posesif, Beib. Atauuu... nggak salah lagi! I'm sure. Kamu naksir kakakmu sendiri! Sky mencoba menganalisa perasaan Crystal.


Benarkah dia juga menyayangi Tristan lebih dari seorang Kakak seperti kata Sky?


"Dosa itu kalau kita kakak beradik kandung, terlarang itu kalau kita masih ada ikatan darah. Tapi kamu adalah orang lain. Sama sekali nggak ada hubungannya dengan aku."


Tristan menarik Crystal duduk di pangkuannya, diraihnya dagu Crystal dan dici- umnya lembut dan perlahan. Bibirnya bergerak seperti sedang berkata-kata, mengatakan sesuatu yang selama ini terpendam dalam hati. Rahasia terbesar Tristan, tersampaikan kepada Crystal, LOVE!


Tristan melepaskan ciu -mannya, dan kembali menatap Crystal dalam-dalam.


"A brother does not kiss you like I do." Tangan Tristan mengusap bibir Crystal.


(Seorang kakak, nggak bakal cium kamu kaya aku gini.)


"A brother doesn't get jealous when you hang out with the others. A brother doesn't hold you like this. A sister does not make my heartbeat faster." Tristan berhenti sejenak.


(Seorang kakak nggak bakal cemburu kalau kamu keluar sama orang lain. Seorang Kakak nggak bakal menyentuhmu seperti ini. Seorang adik nggak bikin jantungku berdebar.)


"How about you, Crystal?" Suara Tristan sedikit bergetar.


Beberapa saat, Crystal terdiam meresapi kata-kata Tristan.


"Kak Tristan tau kenapa aku sedih banget waktu tau Mama mau keluarin aku dari kartu keluarga?"


Tristan menggeleng.


"Karena aku pengen selalu sama Kak Tristan." Crystal menghela napas dan melanjutkan. "Trus Kak Tristan tau kenapa aku nggak pacaran sampai sekarang?"


Lagi-lagi Tristan menggeleng.


"Ya, semua itu gara-gara Kak Tristan!" Crystal cemberut dan menyipitkan matanya ke Tristan.


"Kak Tristan itu lebih segala-galanya dibanding temen-temenku. Jadi tiap kali ada yang bilang suka, pasti aku tolak karena mereka beda banget sama Kak Tristan."


Crystal langsung melengos setelah selesai mengucapkan kata-katanya, dadanya bergemuruh. Antara malu, senang, entah apalagi yang bercampur di dadanya.


Tristan langsung merengkuh Crystal ke dalam pelukannya, erat hingga dia dapat merasakan detak jantung Crystal disana. Tristan memejamkan mata, menarik napas dan meresapi semua yang terjadi.


Bersama pesawat yang akan membawa mereka ke Paris, mereka telah berhasil menembus semua batasan yang ada. Menembus cakrawala, melintasi langit dan menyeberangi samudera.


Bersambung ya....


Cukup part ini ya Gaes...


Authornya ikut melayang terbang ke Paris bareng Tristan dan Crystal.



Hai... hai... 👋 Reader BTS Season 2 (Bumi Tanpa Senja), si Jeffri udah tayang today loh.


Buat yang belum sempet mampir kesini, dan belum kenalan sama Tuan Bumi Dirgantara... Yuk kenalan 😍


Intinya sih gini:


Senja sama Bumi sama-sama suka tapi sayangnya Bumi udah dijodohin sama sepupu Senja. Gimana ceritanya bisa naksir sama jodoh sepupu sendiri?


Baca aja di Bumi Tanpa Senja karya Hary As Syiffa.


Ceritanya bikin panas dingin, juga senyum-senyum sendiri. Harap2 cemas terus sampe ending.


Jadinya si Bumi sama Senja nggak sih? 😞😞


🌹🌹🌹🌹



Naaah... ini nih Season 2nya....


Judul : Semesta Mempersatukan Kita


Author : Hary As Syifa


Kalau menurut Authornya, yang ini bakal fokus ke Jeffri, Asisten Bumi.


Yuk kita kepoin Jeffri mengejar Jingga. 😍😍